#RepublikFabeliano,
“KAPAN MENHUT RAJA JULI MUNDUR !”

Siang tadi (14/10) saya terlambat datang ke undangan Istana negara Republik Faebeliano, jalan Praboesiliwangi No.2408, kota Bandung. Setiba dihalaman istana ratusan Gen Z dan milenial telah kumpul disana wajah mereka tampak penuh marah.
Para pengawal presiden telah siap siaga, diantaranya ada Jenderal Gori yang terlihat wajahnya mulai marah, karena sebagian masa ada yang merusak taman, bakar ban , dsb. Tidak lama ada 4 kordinator lapangan dari arah berbeda mulai bergantian pidato.

“Salam Fabeliano!, terimaksih atas kehadiran teman teman lintas hewan dan wilayah. Hari ini kita kembali datang ke istana negara ini dengan pesan yang lebih keras dalam menyikapi Karhutla yang kita pandang penyelesaiannya jauh dari apa yang kita inginkan. Maka kita bacakan saja surat yang telah ditanda-tangani oleh 1100 perwakilan hewan yang ada Republik Fabeliano , semoga istana negara mendengarkan dan merealisasikan apa mau kita dalam waktu 2×24 jam, jika tidak kita akan kembali dan kuasai istana, setuju teman teman!”, tanya para orator
“Setujuuu!”, jawab pendemo sambil merangsek pintu masuk, Jenderal Gori dan lainnya tetap waspada. “Jangan bakar ban!, jangan rusak taman!. Bicara saja, semua ini fasilitas negara yang dibiayai pajak kalian. Mari tunjukan jika kalian bukan perusuh!”, teriak Jenderal Gori
“Oke, teman teman mohon tertib.Bismmillahirahmanirahiim, Assalamualaikum wrwb, salam damai dan sejahtera untuk semua hewan di Republik Fabeliano…”

Kota Bandung, Tgl. 14 Oktober 2026.
Kepada Yth, Presiden Republik Fabeliano
Miss Pussy Noni.
di Tempat
Dengan hormat,
Kami menuliskan ini bukan untuk menolak bekerja sama, melainkan karena tanggung jawab yang diemban tidak sebanding dengan penanganan yang terlihat di lapangan. Angka luas Karhutla tahun 2026 >202.000 hektar dan dampaknya terasa nyata — warga di Kalimantan dan daerah lebih dari 100 hari menghirup asap pekat Karhutla, sekolah diliburkan, bahkan kini negara tetangga mulai tersuik karena asapnya telah masuk ke negara mereka.
Yang paling menyakitkan adalah narasi narasi yang disampaikan selama ini oleh para pejabat yang gajinya dibayar dari pajak kita semua melalui APBN/APBD, sangat melukai kita semua

Presiden Prabowo Subianto : Salah sebut wilayah terparah: kira-kira di Riau, padahal data BNPB justru Kalimantan Barat.Ini satu bukti informasi dari bawahan ngaco!
Letjen Suharyanto — Kepala BNPB: “Kehidupan masyarakat berjalan normal.” Dia lupa banyak jadwal penerbangan batal, sekolah libur, RS penuh. Langsung diserang, akhirnya minta maaf.
Raja Juli Antoni — Menteri Kehutanan: “Asap enggak punya KTP” + dianggap tidak fokus kerja. Semakin meluas, malah bilang “saya tidak suka pamer”. Banyak didesak mundur.
Agustiar Sabran — Gubernur Kalimantan Tengah : “Karhutla ini takdir juga, tapi banyak ulah manusianya… Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi.”. Bayangkan teman teman ini pejabat nir-empati, dalam suasana duka malah bercanda soal perceraian-pernikahan. Dikritik keras DPR & publik.
Rudy Mas’ud — Gubernur Kalimantan Timur: “Kualitas udara di Kaltim masih aman terkendali, MBG tetap jalan.”. Padahal sekolah diliburkan, warga sesak napas. Dinilai tone-deaf parah.

H. Muhidin — Gubernur Kalimantan Selatan : “Yang saya tinjau, kebakaran tidak terlalu parah.”Padahal titik api masih banyak, asap menutupi kota.
Ria Norsan — Gubernur Kalimantan Barat; “Mahasiswa ikut memadamkan api? Itu bukan tugas mereka, biar ahli saja.”. Malah mempertanyakan partisipasi warga/sukarelawan yang turun bantu.
Zainal A. Paliwang — Gubernur Kalimantan Utara. Pernyataan minim respon & terkesan meremehkan skala kebakaran di wilayahnya.
Al Haris — Gubernur Jambi; “Kalau api tidak ada, Pak…” (lapor ke Presiden). Padahal masih ada 120 titik panas. Warga demo & laporkan ke Prabowo: “Jangan mau dibohongi, Pak!”
Ratu Dewa — Wali Kota Palembang; “Dibawa enjoy saja, tidak akan sesak nafas.”. Langsung viral & dihujat; akhirnya minta maaf.

Syahganda Nainggolan — Kepala BAKOM. “Indonesia tidak cuma kirim asap, tapi juga oksigen ke tetangga.”. Alih-alih minta maaf & tanggung jawab, malah menyalahkan negara jiran & bawa-bawa oksigen.
…… Dan banyak pejabat publik yang menganggap ‘Karhutla 2026’ ini hanyalah guyonan, teman teman. seolah karhutla adalah “kejadian biasa tahunan”. Seolah setiap musim kemarau tiba, rakyat harus pasrah membakar paru-paru mereka. Padahal karhutla berulang setiap tahun BUKAN berarti itu wajar — itu pertanda akar masalahnya tidak pernah diselesaikan.

Fakta berbicara sendiri, teman teman
1.Hingga saat ini, 196 orang ditetapkan sebagai tersangka — mayoritas adalah warga kecil, petani, atau pemburu. Sementara itu, 96 laporan terkait korporasi di atas lahan seluas 25.384 hektare masih “dalam penyelidikan”. Belum ada satu pun direksi perusahaan besar yang dipanggil atau ditetapkan tersangka.
2.Gugatan class action yang diajukan masyarakat Kalimantan Barat ke PN Pontianak justru disambut dengan ketidakhadiran pejabat terkait di sidang pertama tanggal 7 Oktober 2026.
3.Asap kembali melintasi batas negara — Malaysia, Singapura, Brunei, hingga Filipina merasakannya — namun pemerintah enggan menyatakan status bencana nasional dengan alasan “masih mampu mengatasi sendiri”.
4.Survei CELIOS menunjukkan 96% pakar menilai penanganan tidak efektif. Semua tahu rusaknya sistem tata air lahan gambut, lemahnya penegakan izin konsesi, dan keberpihakan yang terasa berat — namun tidak ada yang berubah secara berarti.

Ibu Presiden Miss Pussy Noni yang kami cintai,
Kehutanan bukan sekadar jabatan di kabinet. Ini adalah amanat atas paru-paru bangsa, atas masa depan jutaan hektar hutan yang makin menyusut, dan atas nyawa warga yang setiap tahun kehilangan tempat berlindung dari asap.
Minggu lalu kita diskusi bahwa
…kebakaran pada 202.000 hektar lahan hutan bukan sekadar hilangnya pepohonan. Ada lebih dari 80 -120 juta pohon dewasa yang hangus menjadi abu. Celakanya, setiap pohon adalah rumah bagi minimal 200 individu serangga dari aneka spesies. Ini berarti, ada 20,2 miliar nyawa serangga yang ikut tewas sia-sia dalam Karhutla tersebut. Lalu kita diam saja!?””
Ibu Presiden dan teman teman relawan ,
Mengundurkan diri saat pekerjaan belum selesai dan rakyat masih menderita bukanlah kekalahan. Itu adalah bentuk tanggung jawab tertinggi sebagai tanggung-jawab moral. Maka kali ini kami meminta PRESIDEN BERANI MEMECAT MENHUT RAJA JULI , karena tidak ada sedikit pun emapti dia sejak Karhutla ini muncul, berarti dia tidak mau mengundurkan diri.

Demikian permintaan kami, mohon maaf jika prilaku kami kurang berkenan selama aksi demo. Kami tunggu jawaban dan realisasi dalam waktu 2×24 jam sejak saat ini Rabu, Tgl.14 Oktober 2026. Pkl.11.11 . Kami tunggu hari Jumat, tgl. 16 Oktober 2026 pkl.11.11.
Demikian, terimakasih. ikan hiu muter muter, see you later.
“Dari Bandung Kita Lawan!”
Hormat kami,
ALIANSI GEN Z & MILENIAL REPUBLIK FABELIANO
(Red-01/Foto.ist)










“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu,Tgl.14 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=
=======
- I Nyoman Parta Adi, “BALI MARAH SOAL BBM LANGKA !?”
- Vien J. Siregar, #RepublikFabeliano, “KAMI BUTUH 365 PANGULU BALANG BARU DI KABUPATEN SIMALUNGUN !”
- #RepublikFabeliano, “RELAWAN JOKOWI – GIBRAN & AD – HOMINEM”
- #RepublikFabeliano, “SOAL IJASAH GIBRAN DI MK, MANA YANG BENAR ?”
- #Gibranism, “DARI BANDUNG KITA LAWAN !”
- #RepublikFabeliano. “SURAT GEN Z UNTUK WAPRES GIBRAN”
- #RepublikFabeliano, “KISRUH JALAN BANDAR TELU KAB. LANGKAT BERUJUNG LAPORAN KE ISTANA !?”
- #RepublikFabeliano, “ROCKY GERUNG, KORPRI & REPUBLIK FABELIANO”
- #RepublikFabeliano, “SEANDAINYA GUA GIBRAN !?”
- Budi D.Ginting, #RepublikFabeliano. “SAMPALI KINI & MAULIATE OPUNG GUNUNG TOBA PURBA”
Be the first to comment