Namaku BurHan, Burung Hantu Kalimantan dari jenis Beluk Jampuk(Bubo Sumatranous). Para leluhur kami hidup lebih awal dari manusia di Kalimantan hampir 50.000 tahun lalu. Dan, dari lebih 280 juta manusia di RI ini ada yang menarik perhatianku selama ini, dialah artis H. Irfan Hakim Firmansyah, S.Ag. atau IRFAN HAKIM.
Ada beberapa catatan yang aku catat selama ini tentang dia:
.
1. Rumah Tangga Teduh dan Amanah Al-Qur’an
Dalam hiruk pikuknya dunia modern dan selebritis yang sering kali melahirkan badai gosip, rumah tangganya bersama Della Sabrina tetap sepi dari desas-desus miring, adem, dan kental dengan nilai reliji.
.
2. Sekilas Rekam Jejak (CV) Sang Presenter Kondang
Dia lhir di Bandung, 15 Oktober 1975, ia membekali dirinya dengan ilmu agama sebagai lulusan IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Memulai karier dari bawah sebagai model iklan pada tahun 1997, ia kemudian merambah dunia akting lewat sinetron ikonik seperti Saras 008.
Kini, ia dikenal sebagai presenter papan atas Indonesia yang dipercaya memandu berbagai program besar, mulai dari Insert Pagi, ajang pencarian bakat D’Academy, hingga talkshow harian FYP. Jam terbangnya yang tinggi dan konsistensinya selama hampir tiga dekade membuktikan kapasitasnya sebagai pekerja seni yang profesional dan berintegritas.
.
3.Popularitas & Media sosial
Jumlah pengikut (follower) Irfan Hakim di berbagai platform media sosial lumayan oket:
Instagram: Memiliki sekitar 23,3 juta follower (@irfanhakim75).
Facebook: Memiliki sekitar 4,73 juta pengikut (@theirfanhakim).
YouTube (deHakims Aviary): Memiliki sekitar 2,06 juta subscriber.
YouTube (deHakims Story): Memiliki sekitar 2,38 juta subscriber
.
4. Manifestasi Amanah Melalui Mini Zoo
Dan kamu benar, anakku. Mini zoo atau kubah burung raksasa (aviary) yang kamu bangun dari uang halalmu itu bukan sekadar gaya-gayaan demi mengejar angka kepemirsaan atau konten belaka. Aku melihat ada pancaran tanggung jawab di sana. Itu adalah bentuk pengejawantahan dari amanah penciptaan makhluk hidup, sebagaimana yang tersirat dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 38:
“Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu…”
Irfan paham betul bahwa kami, para hewan, adalah umat Tuhan yang punya hak atas kasih sayang. Merawat kami dengan baik adalah kewajiban dasar manusia sebagai khalifah di bumi.
.
5. Panggilan Jiwa di Tengah Kekecewaan Rakyat
… Kalau bicara soal kabinet pemerintahan saat ini, dada burung hantu tua ini rasanya sesak. Bukan cuma karena asap, tapi karena melihat kenyataan pelik yang terjadi di bawah sana.
Rakyat jelata sudah memeras keringat, patuh menyetor pajak demi mengisi pos APBN, berharap uang itu dipakai untuk mitigasi dini agar hutan kami tidak membara setiap tahun. Namun apa daya, ‘too much—kabinet seolah lambat dan kurang antisipasi ketika api mulai melahap paru-paru dunia.
Mirisnya lagi, di saat kabinet kelabakan, justru muncul kabar penyelewengan dan korupsi oleh oknum-oknum anggaran APBN, baik BNPB dsb. Maka, wajar sekali jika kepercayaan masyarakat merosot tajam. Hasil survei nasional tatap muka dari Tempo Data Science pada Agustus 2026 kemarin secara gamblang memotret realitas itu: kepuasan publik amblas hingga tersisa37%saja. Rakyat sudah lelah. Janji janji akan lebih baik nyatanya Nol, bahkan rakyat disemooh diruang publik.
Karhutla 2026 seolah bancakan. Lihatlah dampaknya pada rumah kami! Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 ini saja, luas karhutla >202.000 hektar melonjak drastis hingga 69% jika dibandingkan tahu sebelumnya era Presiden Jokowi. Hitunglah berapa triliun serangga yang mati sia sia, kemana 6000 orangutan lainnya jika yang baru ditemukan tidak lebih dari 100 ekor, kemana mereka?
Di titik kritis inilah Aku dan yang lainnya melihat kehadiran Irfan Hakim ke tengah-tengah sekolah hutan kami sangat membahagian sedikit menghapus derita kami. Apalagi saat dia menggendong anak orangutan yang kurus kering dan berkomitmen menanggung biaya pemulihannya, itu adalah murni panggilan jiwa yang suci. Saat sistem birokrasi berliku dan macet, gerakan nurani individu seperti dialah yang langsung menyentuh akar luka kami di hutan.
.
6. Karya nyata sepi publikasi
Tanpa publikasi menyolok sebagaimana kerap dilakukan para pejabat , Irfan banyak membuktikan bahwa dia adalah manusia penyayang hewan , lihat saja trackrecordnya di Kalimantan
.
(a). Kunjungan Pusat Rehabilitasi CAN Borneo (Akhir Agustus 2026)
Pada tanggal 26 hingga 28 Agustus 2026, Irfan Hakim melakukan kunjungan langsung ke pusat rehabilitasi satwa CAN Borneo di Kampung Merasa, Berau, Kalimantan Timur. Di sana, ia berinteraksi langsung dengan tiga orang utan dan mengampanyekan pentingnya menjaga hutan sebagai rumah satwa.
.
(b). Kunjungan Lapangan & Evakuasi Korban Karhutla (Awal September 2026)
Pada tanggal 3 -9 September 2026, Irfan Hakim kembali turun langsung ke wilayah hutan Kalimantan. Disana kembali dia melihat langsung kengerian dampak karhutla. Ia ikut menyaksikan proses evakuasi induk dan anak orang utan yang ditemukan dalam kondisi sangat kurus akibat kelaparan. Melalui momen ini, ia juga menginisiasi program adopsi (donasi biaya pakan dan perawatan) demi menyokong proses pemulihan satwa sebelum dilepasliarkan kembali.
.
(c). Tanggal 10 hingga 18 Oktober 2026, Irfan menjenguk kembali orang utan yang sedang direhabilitasi pasca-kebakaran hutan. Selain memantau kondisi satwa, gerakan ini juga dibarengi dengan penyaluran bantuan dana senilai Rp500 juta bersama rekan-rekannya untuk penanganan dampak karhutla di daerah Berau.
.
(d).Pada tanggal 19 Oktober 2026, Irfan kembali terlibat dalam aksi konservasi orang utan tingkat internasional. Ia hadir langsung menyambut repatriasi (pemulangan) satu individu Orang Utan Sumatra bernama Rocky yang berhasil diselamatkan dari jaringan perdagangan ilegal di Mumbai, India.
.
Pesan Terakhir dari Sesepuh Hutan
… Dengar baik-baik pesanku ini, Irfan ,anakku.
“Wahai Irfan Hakim, tetaplah menjadi manusia panggung yang berjiwa jernih. Jangan sekali-kali tergiur untuk masuk ke dalam pusaran kabinet presiden manapun, tetap independen dan jangan tertarik bujukan parpol manapun” …
.
Dunia politik itu penuh ‘dusta dan intrik. Biarkan baju politik dan kabinet dipakai oleh teman temanmu saja, tetaplah menjadi sahabat bagi alam, penyambung lidah satwa yang tertindas, dan Imam yang hangat bagi keluargamu. Ketulusannya merawat bumi jauh lebih bersinar dari atas panggung hiburan ketimbang di dalam gedung parlemen. Insyaallah.
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa,Tgl. 20 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment