#RepublikFabeliano, “MANFAAT TRUK KOPDES UNTUK KARHUTLA?”

#RepublikFabeliano,
“MANFAAT TRUK KOPDES UNTUK KARHUTLA?”

Jeritan ratusan ribu warga yang sesak napas akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) nasional >202.000 hektar belum juga mereda. Miliaran serangga tewas sia-sia, karung APBN seolah menguap bersama asap. Dan,pemerintah seolah ‘masa-bodoh’ khususnya Menhut – Raja Juli yang lebih sibuk dengan pansos-nya selama 4 bulan belakangan ini.
.
Hingga kemudian hari ini (17/10), pkl.09.22 – saat saya berkunjung ke Istana negara Republik Fabeliano, tampak  Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni  sedang menelepon Prof.DR.Jenderal Yakagawa – Presiden of UNA – United Nation Animals /PBB-nya hewan dunia. “Ya mister Yakagawa, kita hanya mau menyelamatkan bangsa kita , tolong lindungi hak kami , you bicaralah dengan Presiden RI”, demikian nada Pussy dingin sambil menutup seluler. Saya diam, teringat dinginnya suara Presiden Jokowi saat mengingatkan Tiongkok perihal pulau Natuna dari atas kapal perang.
Kemudian, Presiden Pussy memanggil Nona Rusa Rusi – Wamenkeu + Pjs.Seskab, mereka bicara berbisik, Pussy mengangguk. Saya masih diam, tidak lama Nona balik lagi. “Sudah ibu, ada didepan”, wajah Pussy gembira dan berkata, “Ayo kak kita keluar dulu, tukang ketoprak  langganan sudah menunggu didepan”, saya pun mengangguk, hebat ini presiden yang tetap low-profile dan tidak pernah mencemooh rakyatnya. Kami pun menyantapnya hingga 15 menit
.
“Oke kak, sambil menanti approval dari UNA, silahkan baca dokumen yang sudah kami siapkan”, kata Pussy sambil menyerahkan lembar dokumen, dimana berisi, antara lain:
.
1.Sejak awal kehadiran Truk untuk Kopdes di RI memunculkan pro-kontra, karena  pengadaan 105.000 unit truk pikap dan truk ringan dengan total anggaran >Rp.24,6 triliun dianggap jalan sendiri tidak melibatkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Kadin. Kalau pun itu hak prerogratif presiden namun kemampuan industri lokal masih dapat diandalkan dibanding harus impor truk 4×4 bermerek Mahindra dan Tata Yodha dari India melalui PT Agrinas Pangan Nusantara.
3.Disatu sisi, berdasarkan data internal penataan SDM Kopdes Nasional, dari total 33.875  orang Manajer/SPPI Kopdes yang telah direkrut di seluruh Indonesia, tercatat saat ini baru terbangun 10.071 unit Kopdes di seluruh Indonesia. Berarti sampai saat ini akan ada 17.000- 22.000 orang manajer /SPPI yang ‘menganggur’ ditambah lagi lebih dari 1.501  orang mengundurkan diri karena merasa di ‘PHP dan banyaknya bangunan fisik gerai/gudang desa mereka belum selesai diverifikasi.
4.Namun negara harus tetap membayar gaji mereka, hitungan ekstrimya adalah 33.875 orang SPPI × gaji/bulan min Rp6.800.000 = Rp230.3 miliar/bulan atau Rp. 2,76 triliun/tahun. 
.
“Daripada truk-truk impor India saat ini tidak bermanfaat bahkan dislewengkan oknum, juga banyaknya manajer Kopdes yang tidak aktif. Maka kami mengusulkan khususnya 299 unit truk Kopdes dan 299 orang  manajer Kopdes  wilayah pulau Kalimantan  ditabah ribuan yang masih menganggur  agar segera diperbantukan sebagai Tim Satgas Khusus Penyelamat Satwa. Tugas mereka sangat spesifik dan darurat: menyisir zona maut karhutla demi mencari dan melacak keberadaan 1.924 – 5.964 ekor orangutan yang sampai detik ini belum diketahui nasibnya.
“… Dalam hitungan Republik Fabeliano, dari total 2.020 km² hutan yang hangus, dengan kepadatan ideal 1–3 ekor per km², seharusnya ada 1.924 – 5.964 ekor orangutan di sana. Namun manusia di RI baru mampu mengevakuasi 96 ekor…”
5.Jika diperlukan, Republik Fabeliano dibawah kordinasi  dengan KPK-Hewan  akan membayar semua kebutuhan operasional sebesar Rp.1 triliun/bulan hingga ribuan orangutan itu dapat ditemukan.
.
6.Kewajiban menyelamatkan hewan dari kepunahan dan bencana terekam jelas dalam kisah Nabi Nuh AS pada QS. Hud: 40. Ketika banjir besar (bencana alam) akan melanda, Allah secara khusus memerintahkan: .
“…Muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina)…” Perintah ini menjadi landasan bahwa mengevakuasi dan menyelamatkan satwa liar dari ancaman bencana besar (seperti karhutla) adalah bagian dari perintah agama agar ekosistem dan spesies mereka tidak punah.
Pkl.11.43, Semua dokumen telah saya baca, saya menatap mata Pussy yang terlihat basah. Saya pun waspada dan mendekat kursinya,  biasanya jika sedang stress beliau kerap pingsan.
‘Brukkk..
Yang pingsan Nona Rusarusi.
Ikan hiu muter muter, see you later.
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour
| #RepublikFabeliano | #Gibranism
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, Tgl. 17   Oktober 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

=====

Tentang Koran Jokowi 4544 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan