
🔴 Kemenhut RI: > 202.000 hektar
🔴 WALHI: 895.000 – 1,3 juta hektar
🔴 Yayasan Madani Berkelanjutan: > 1,3 juta hektar
Kalimantan Barat: 38.310,86 hektare
Papua Selatan: 25.838,53 hektare
Nusa Tenggara Timur (NTT): 19.565,16 hektare
Nusa Tenggara Barat (NTB): 17.406,46 hektare
Riau: 15.738,92 hektare
Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
Kalimantan Selatan: 4.926 hektare
Kalimantan Timur: ~3.200 hektare.
Sumatera Selatan: ~12.800 hektare
Jambi: ~2.100 hektare.
Sulawesi Tengah: 3.138 hektare
Jawa Barat & Jawa Timur: 800 – 1.500 hektare,


Saat Kita Berdebat,
TRILIUNAN MAKHLUK HIDUP TEWAS
Luas hutan terbakar versi Kemenhut : > 202.000 hektar
Rata-rata pohon dewasa per hektar hutan tropis: 300 batang→ 60,6 Juta pohon hangus
Serangga per pohon dewasa: minimal 50.000 ekor (dari kanopi hingga akar)
Total: 3,03 TRILIUN ekor serangga tewas sia-sia!


Empat Pertanyaan yang Harus Dijawab


Al-Qur’an Sudah Mengingatkan
“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu…” QS. Al-An’am [6]: 38

- Desakan Status Bencana Nasional: Tuntutan ini harus dikawal ketat. Publik mendesak Kepala BNPB yang baru, Letjen Kristomei Sianturi, untuk menaikkan status menjadi Bencana Nasional murni berdasarkan objektivitas keparahan ekologis dan ancaman kesehatan, bukan karena tekanan aksi massa di jalanan. Ini akan menjadi pembuktian integritas kepemimpinan baru pasca-bersih-bersih internal BNPB.
- Moratorium dan Audit Independen: Menghentikan sementara pembagian konsesi pada lahan yang diklaim “terdegradasi” adalah harga mati untuk memutus rantai insentif ekonomi pembakaran hutan.
- Transparansi Sanksi Korporasi: Nama-nama perusahaan yang terlibat dalam titik api (hotspot) harus dibuka ke publik secara transparan beserta sanksi administratif dan pidana maksimalnya.
- Gugatan Kerugian Rp123,1 Triliun: Negara harus mengejar kerugian materiil ini dari korporasi pembakar melalui instrumen strict liability (tanggung jawab mutlak), bukan membebankannya pada APBN yang dibayar dari pajak rakyat. Atau tanggungjawab Orangutan!?

(Red-01/foto.ist)#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour| #RepublikFabeliano | #Gibranism(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl.18 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!
https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/
https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/
=
=====
- #RepublikFabeliano, “MANFAAT TRUK KOPDES UNTUK KARHUTLA?”
- #RepublikFabeliano, “DICARI ORANGUTAN KARHUTLA 2026”
- S. Yusup, S. #RepublikFabeliano, ” DAMAINYA KEBO CICAK & SURONTANU JOMBANG !? “
- Trio Sihombing, #RepublikFabeliano, “HANTU KEPALA BESAR BOGOR SIAP BANTU KARHUTLA 2026”
- ” DI BALI SEMUA MARAH ! “
- Tarzuki i’o, #RepublikFabeliano, “MISTIS JALAN KARANGGETAS KAB. CIREBON & KORUPTOR”
- #RepublikFabeliano, “MONSTER BERKEPALA 5 DI BNPB !?”
- Yusda Setiawan,SH. “HATI HATI KABAKOM KENA KARTU MERAH!”
- #Gibranism, “ADA APA DENGAN MAHFUD !?”



















Be the first to comment