#RepublikFabeliano, ” 3 TRILIUN LEBIH SERANGGA MATI SIA SIA AKIBAT KARHUTLA, SENGAJA?”

#RepublikFabeliano,
” 3 TRILIUN LEBIH SERANGGA MATI SIA SIA
AKIBAT KARHUTLA, SENGAJA?”
.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 terus meluas — dan sampai hari ini, pemerintah RI masih malu dan enggan menyebutnya sebagai  Bencana Nasional. Angka luasan pun saling berbeda:

🔴 Kemenhut RI: > 202.000 hektar

🔴 WALHI: 895.000 – 1,3 juta hektar

🔴 Yayasan Madani Berkelanjutan: > 1,3 juta hektar

Hingga September 2026, data per provinsi terus bertambah
Berikut luasan Karhutla sampai September 2026;

.

Kalimantan Barat: 38.310,86 hektare

Papua Selatan: 25.838,53 hektare

Nusa Tenggara Timur (NTT): 19.565,16 hektare

Nusa Tenggara Barat (NTB): 17.406,46 hektare

Riau: 15.738,92 hektare

Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare 

Kalimantan Selatan: 4.926 hektare 

Kalimantan Timur: ~3.200 hektare.

Sumatera Selatan: ~12.800 hektare 

Jambi: ~2.100 hektare.

Sulawesi Tengah: 3.138 hektare 

Jawa Barat & Jawa Timur:  800 – 1.500 hektare, 

Apapun angka angka diatas ‘bukanlah prestasi’ namun ini adalah salahsatu ketidak mampuan pemerintah khususnya Kemenhut thn.2025 – 2026 dalam meng-antisipasi sejak jauh hari .  Iyalah, memang angka angka itu harus kita banggakan?

 Saat Kita Berdebat,

TRILIUNAN MAKHLUK HIDUP TEWAS

Karhutla bukan sekadar soal ISPA pada manusia , kerugian ekonomi masyarakat terdampak atau cemmooh negara tetangga karena dianggap kita negara lemah dalam hal manajemen Karhutla. Sering seringlah memantau media sosial agar paham namun bukan untuk pansos sebagaimana yang kerap dilakukan Menhut RI – Raja Juli selama ini.  Bro, sis – Ini soal ekosistem yang runtuh permanen. Bukan untuk mencari viewers atau follower, bukan!, Ehehe.
.
Mari hitung bersama:

Luas hutan terbakar versi Kemenhut : > 202.000 hektar

Rata-rata pohon dewasa per hektar hutan tropis: 300 batang→ 60,6 Juta pohon hangus

Serangga per pohon dewasa: minimal 50.000 ekor (dari kanopi hingga akar)

Total: 3,03 TRILIUN ekor serangga tewas sia-sia!

Ini bukan peristiwa alam semesta. Bukan soal “Ring of Fire” sebagaimana alasan Presiden Prabowo. Karena Karhutla ini bukan disebabkan  gunung berapi  dan gempa yang membakar semuanya. Ini murni ulah manusia — kelalaian, bahkan kesengajaan.

 Empat  Pertanyaan yang Harus Dijawab

1.Presiden Prabowo menyebut Indonesia berada di Ring of Fire — lalu mengapa anggaran penanganan bencana 2025–2026 hanya > Rp.400-an miliar kalau pun  ada dana cadangan hingga Rp.4 triliun?
2.Jika kesulitan anggaran kalau pun untuk membeli pesawat bomb-air >Rp.400-an miliar/unit, mengapa tidak sering membuat shollat jamaah  istisqa  baik di Istiqlal atau masjid masjid sekitar wilayah Karhutla bersama MUI dan acara serupa oleh pemuka agama lainnya. Bukankah Allah Maha Perkasa?
3.Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan Raja Juli — di mana pertanggungjawabannya?, mengapa ‘tidak mundur’ atau menunggu ‘dipecat’ presiden
4.Hashim Djojohadikusumo menyebut ada 12,7 juta hektar lahan hutan rusak/degradasi yang akan dimanfaatkan. Aktivis lingkungan (Greenpeace, HuMa) memperingatkan: apakah istilah “hutan terdegradasi” ini celah untuk memutihkan lahan bekas karhutla — atau bahkan membakar hutan secara sengaja — demi membuka perkebunan sawit/energi monokultur skala besar?

 Al-Qur’an Sudah Mengingatkan

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu…” QS. Al-An’am [6]: 38

Hewan, serangga, tumbuhan — semuanya umat ciptaan Allah. Punya hak hidup. Tidak boleh dikorbankan demi keuntungan segelintir orang.
3 triliun nyawa  sudah tidak bisa dikembalikan. Apalagi yang bisa dilakukan?
  • Desakan Status Bencana Nasional: Tuntutan ini harus dikawal ketat. Publik mendesak Kepala BNPB yang baru, Letjen Kristomei Sianturi, untuk menaikkan status menjadi Bencana Nasional murni berdasarkan objektivitas keparahan ekologis dan ancaman kesehatan, bukan karena tekanan aksi massa di jalanan. Ini akan menjadi pembuktian integritas kepemimpinan baru pasca-bersih-bersih internal BNPB.
  • Moratorium dan Audit Independen: Menghentikan sementara pembagian konsesi pada lahan yang diklaim “terdegradasi” adalah harga mati untuk memutus rantai insentif ekonomi pembakaran hutan.
  • Transparansi Sanksi Korporasi: Nama-nama perusahaan yang terlibat dalam titik api (hotspot) harus dibuka ke publik secara transparan beserta sanksi administratif dan pidana maksimalnya.
  • Gugatan Kerugian Rp123,1 Triliun: Negara harus mengejar kerugian materiil ini dari korporasi pembakar melalui instrumen strict liability (tanggung jawab mutlak), bukan membebankannya pada APBN yang dibayar dari pajak rakyat. Atau tanggungjawab Orangutan!?
Hewan juga Mahluk Allah. Manusia yang kerap meminta makan dan hidup dari hutan. Hewan termasuk 3 triliun serangga adalah penjaga ekosistim hutan, lupa?
(Red-01/foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour
| #RepublikFabeliano | #Gibranism
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl.18   Oktober 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

=====

Tentang Koran Jokowi 4545 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan