” DI BALI SEMUA MARAH ! “

” DI BALI SEMUA MARAH ! “

[Ketika semua lelah maka mudah menjadi marah]

Bali kita kenal sebagai tempat yang egaliter,  damai, sejuk, penuh senyum, kini berubah wajah. Bali marah.Dan bukan cuma Bali.Negara ini memang sedang diuji. Rakyat disuguhi angka-angka yang bikin dahi mengernyit setiap hari. Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) naik dari Rp.229 triliun jadi Rp.240 triliun. Program Koperasi Desa (KOPDES) Merah Putih naik dari Rp.37 triliun jadi Rp.51 triliun.

Di sisi lain, kita punya 116 anggota kabinet gemuk dengan gaji Rp.64 miliar/ bulan.Sementara itu, di Sumatera dan Kalimantan, Karhutla berasap lagi. Penyelesaiannya tidak jelas, asapnya jelas masuk ke paru-paru. Di bawah semua angka megah itu, ada angka yang senyap tapi menakutkan: 27 juta orang miskin yang masih menghitung beras hari ini, dan 16 juta pengangguran usia muda yang setiap pagi buka HP, bukan untuk kerja, tapi untuk cari lowongan yang tidak ada.

Ketika perut bingung, hati takut, dan masa depan tidak pasti — sumbu rakyat menjadi pendek. Mudah meletup. Sedikit percikan, langsung terbakar.Dan percikan itu datang di Bali.Hampir sepekan BBM langka di Bali. Dari Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Kintamani. Antrean ratusan meter dari jam 5 pagi. Jalanan macet karena dua SPBU berdekatan antreannya tumpuk. Ibu-ibu bawa anak sekolah telat. Driver online seharian cuma dapat setengah tarikan.

Puncaknya, Rabu malam 14 Oktober 2026. SPBU 54.801.48 Jalan Diponegoro Denpasar.Di satu sisi, ada Gubernur yang lelah. Wayan Koster keliling tengah malam, lihat macet di mana-mana, pusing dimarahi Jakarta dan dimarahi rakyat. Solusinya: “Buka 24 jam! 92 SPBU di Denpasar dan Badung harus buka nonstop!”Di sisi lain, ada pekerja SPBU yang jauh lebih lelah. Normalnya mereka buka 06.00 – 23.00 WITA. Karena krisis, mereka sudah lembur sampai lewat tengah malam.

Di shift malam itu, semuanya perempuan, ada yang sedang menyusui. Kaget disuruh buka 24 jam tanpa tambahan orang, tanpa persiapan manajemen.Lalu pecahlah kalimat yang viral itu:“Saya bukan robot, Pak. Saya juga capek. Iya saya pegawai, tapi saya punya hak juga.”. Dibalas bentakan Gubernur Bali – I Wayan Koster, “DIAM KAMU!”Itulah potret kita hari ini, kak.Bukan Gubernur vs Pegawai SPBU. Tapi Lelah vs Lelah. Marah vs Marah.

Gubernur lelah mengatur. Masyarakat lelah mengantre. Pekerja SPBU lelah melayani. Semua lelah, semua marah, dan semua butuh didengar, bukan dibentak.Bali yang marah adalah cermin Indonesia yang sedang cemas. Ketika negara sibuk menambah anggaran program mercusuar, rakyat di bawah hanya minta satu hal yang sederhana: kepastian. Kepastian bisa isi bensin, bisa berangkat kerja, bisa pulang tanpa macet karena antrean.Karena kalau yang lelah terus bertemu yang lelah tanpa solusi, yang meletup bukan cuma antrean BBM. Tapi harapan.Bali tidak butuh teriakan. Bali butuh BBM , agar aktifitas warga berjalan normal. Dan Indonesia tidak butuh saling bentak. Indonesia butuh diyakinkan bahwa negara masih hadir.

“…. Ribut lan kisruh 2 tiban ne suba liwat, mungkinkah wireh Ida Bhatara masih pedih? Yening saja keto, silakan. Pedihja ka koruptor ajak pejabat ane kuping, mata, muane tuah mikirang dewekne dogen. Panas api Karhutla-e eda kanti teka ka Bali. Dumogi Ida Bhatara setata ngijeng apang Bali iragane tetep dame, tis, penuh kedek manis. —-  kekacauan selama 2 tahun ini mungkinkah karena Tuhan juga marah,kalau pun iya silahkan. Marahlah kepada para koruptor dan pejabat yang telinga – mata dan mulutnya hanya memikirkan dirinya sendiri, panasnya api Karhutla jangan sampai di Bali. Semoga Tuhan selalu menjaga agar Bali kita tetap  damai, sejuk, penuh senyum… “

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Jumat, Tgl. 16   Oktober 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

 

=====

Tentang Koran Jokowi 4540 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan