S. Yusup,S. ” KARMELE & ORANGUTAN JOMBANG ?”

S. Yusup,S.

” KARMELE & ORANGUTAN JOMBANG ?”

Sosok ini bagi sebagian masyarakat pasti ‘asing, namun bagi komunitas aktifis lingkungan khususnya penyayang orangutan, nama Karmele Liano Sánchez (lahir 10 Juli 1978) adalah ‘4 jempol. Apalagi era Karhutla 2026 ini , wajahnya kerap menghiasi media sosial. Karena selain aktivis, juga adalah primatolog ; ilmuwan/peneliti/pakar primata (kelompok mamalia yang mencakup monyet, kera, orangutan, simpanse, lemur, tarsius, dsb) yang juga dokter hewan asal spanyol. Pada tahun 2003, usai bergelar dokter hewan , dia  ‘merantau’ ke Indonesia untuk menjadi sukarelawan di pusat penyelamatan satwa liar,

Kemudian tahun 2006 mendirikan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bertumpu pada pelestarian satwa liar. Pekerjaannya berpusat pada kukang, monyet makaka, dan orangutan di pusat-pusat rehabilitasi yang bertempat di Bogor dan Ketapang, Kalimantan Barat. 

Tahun 2011 bergelar Doktor dan sejak 17 Januari 2014, YIARI   memperoleh akreditasi dari Global Federation of Animal Sanctuaries (GFAS), sebuah pengakuan tingkat dunia yang mengesahkan dan mengakui pusat tersebut sebagai suaka satwa liar.

“Karmele menikah dengan Argitoe Ranting, ahli pelacak orang utan suku Dayak dan aktivis lingkungan asal Indonesia yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional Program YIARI”, demikian Mak Orut , orangutan asal hutan Jombang dan sekitarnya ,kemarin , berceritera pada anaknya, Shasha.

Masih kata Mak Orut. Pada tahun 2007,  Karmele  dianugerahi Naider Action and Commitment Prize oleh Naider,sebuah organisasi asal Bilbao, Spanyol yang berkomitmen membangun masyarakat yang inovatif secara ekonomi, adil secara sosial, dan bertanggung jawab secara ekologis. Na ider menggambarkan Karmele sebagai sosok yang sangat berharga, yang mencerminkan mutu serta pembelaan terhadap asas yang menjadi landasan bagi visi dunia yang berkelanjutan.

“Ibu Karmele  di kalimantan,mak. Coba mak telepon Presiden Republik Fabeliani – Miss Pussy Noni  bagaimana cara mengajak ibu Karmele  main ke hutan Jombang, bertukar pengalaman dengan kita disini. Apa yang akan mak sampaikan ke ibu presiden mak?”, tanya Shasha sambil menata ibunya.

.
Mak Orut tersenyum, “Ada beberapa hal yang ibu mau sampaikan, kita memang buronan orangutan Sumatera yang pernah diselundupkan para pemburu liar. Bapak dan kakek nenek kita dibunuh mereka saat perjalanan kesini karena melawan, Ibu yang sedang hamil kamu waktu itu berhasil  lari kesini. Tadinya mereka mau jual ilegal.  Anankku, Hutan Jombang memang bukan tempat tinggal kita karena disini hutan jati dan hutan produksi Perhutani . Dimana beda iklim dan  ketersediaan jenis buah-buahan yang sangat berbeda dengan hutan pedalaman Kalimantan atau Sumatra tempat orang utan mencari makan. Namun kita ada kalau pun terbatas jumlahnya, kita ini imigran gelap di Jombang, Nak. Ahahah”, kemudian Mak Orut mengajak Shasha berdoa untuk ribuan orangutan yang belum ditemukan  dan para relawan yang gugur  karena Karhutla 2026. 
Usai berdoa, Mak Orut membuka laptopnya dan meminta Shasha membaca dokumen yang telah dipersiapkan jika Karmele datang ke hutan Jombang, diantaranya;
.
1. Membentuk “Power of Mama” Versi Jombang (Pemberdayaan Perempuan Lokal)
Di Kalimantan Barat, inovasi terbesar Karmele adalah membentuk kelompok pemadam kebakaran hutan wanita bernama Power of Mama. Di Jombang, saya akan mengadopsi konsep ini dengan merangkul ibu-ibu di sekitar lereng Gunung Anjasmoro (seperti di Wonosalam) atau wilayah rawan seperti Mojoagung dan Ngoro.
    • Peran mereka: Menjadi agen edukasi garis depan yang mengetuk pintu-pintu rumah warga untuk melarang pembakaran daun tebu atau sampah, serta melakukan deteksi dini jika melihat kepulan asap saat patroli harian.

2. Edukasi Intensif bagi Petani Tebu dan Pemilik Lahan
Karena pemicu utama di Jombang adalah pembersihan lahan tebu dengan cara dibakar (human error), saya akan turun langsung berdialog dengan kelompok tani. Kami akan mengedukasi mereka tentang bahaya angin kencang di musim kemarau yang membuat api mustahil dikendalikan, serta mengenalkan metode pengelolaan limbah daun tebu yang lebih ramah lingkungan tanpa dibakar (misalnya diolah menjadi kompos atau mulsa).
3. Evakuasi dan Perlindungan Satwa Liar lokal
Meskipun Jombang minim  orangutan, wilayah hutan seperti di Wonosalam adalah rumah bagi satwa liar Jawa yang dilindungi, termasuk monyet ekor panjang, burung-burung endemik, hingga macan tutul Jawa.

“Jika memang Ibu Karmele jadi datang ke Jombang, Shasha mau daftar jadi relawannya mak, tenang jika dipimpin oleh orang yang kredibel dibidangnya.  Shasha akan melakukan penyisiran di perbatasan hutan yang terbakar di Jombang >148 hektar untuk menyelamatkan dan mengobati satwa yang terluka, mengalami dehidrasi, atau memakamkannya dengan layak, mak”

‘Bruukkk..!

Mak Orut pingsan karena terharu

Ikan hiu muter muter, see you later!

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour 
| #RepublikFabeliano | #Gibranism | #DariBandungKitaLawan! | #Karhutla2026
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin, Tgl. 26 Oktober 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

=====

Tentang Koran Jokowi 4563 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan