#RepublikFabeliano,
“RP 2,7 MILIAR DIAMBIL 320 HANTU MAHASISWA?”
(Menilik Celah Sistem Beasiswa yang Kebobolan)
.
Nyonya Miau -32 tahun adalah tante dari Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni, mempunyai 3 anak, yang bungsu bernama Caty – 9 tahun yang terbiasa jika menjelang tidur meminta dibacakan ‘Dongeng politik’. Ya,karena mereka adalah hewan maka tidak mungkin dibacakan dongeng hewan.Ahaha.
.
Kemarin malam pun seperti itu, Nyonya Miaw tengah membacakan dongeng politik sebagai berikut;
…. “Apa jadinya jika anggaran negara mengalir ke akun-akun yang pemiliknya sudah tiada? Ini bukan cerita fiksi horor, melainkan temuan nyata dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Anggaran program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah senilai Rp2,7 miliar dilaporkan tersalurkan kepada 320 mahasiswa yang telah meninggal dunia”….
“Temuan mencengangkan ini tertuang dalam laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026. Sontak, kabar ini memicu pertanyaan besar di tengah masyaraka manusia di RI. Bagaimana bisa hantu-hantu mahasiswa “mencairkan” uang negara? Dan di mana peran lembaga penegak hukum seperti KPK dalam karut-marut ini?” , kata Nyonya Miaw sambil membetulkan selimat Caty.
Bukan Mistis, tapi Eror Sistem Administrasi
Tentu saja, tidak ada hantu yang benar-benar mengantre di mesin ATM untuk mengambil uang beasiswa, Nak. Kasus ini murni merupakan gambaran nyata dari lemahnya integrasi data di tingkat birokrasi pendidikan kita. Karena dalam sistem penyaluran KIP Kuliah, dana bantuan—baik untuk biaya pendidikan ke kampus maupun biaya hidup ke rekening pribadi—ditransfer secara otomatis setiap semester. Masalahnya, ketika ada mahasiswa penerima beasiswa yang telah meninggal dunia di tengah masa studi, status kematian tersebut kerap terlambat dilaporkan oleh pihak kampus atau keluarga.
.
“Mengapa bisa gitu mah?”, tanya Caty. “Ini bisa saja akibat Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang belum terintegrasi secara real-time dengan data kependudukan (Dukcapil), sehingga sistem negara tetap membaca 320 mahasiswa tersebut sebagai mahasiswa aktif. Dan dana sebesar Rp2,7 miliar pun meluncur mulus tanpa hambatan ke liang lahat”, jawab Nyonya Miaw
.
KPK Angkat Suara: Sudah Kantongi Peta Kerawanan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebenarnya tidak tinggal diam. Secara kelembagaan, KPK melalui Tim Deputi Pencegahan telah melakukan Kajian Potensi Korupsinya. Dan KPK menemukan banyak celah rawan yang selama ini menjadi “lubang tikus” bagi oknum tidak bertanggung jawab.Diantaranya Konflik Kepentingan: Adanya intervensi atau kuota “titipan” dalam penentuan penerima beasiswa.
.

Caty memandang wajah mamahnya, dan bertanya. “Artinya, temuan BPK mengenai 320 mahasiswa meninggal ini menjadi bukti awal untuk KPK masuk dalam kasus ini,mah?”, …. “Ya seperti itu sayang, tapi KPK tengah menanti hasil laporan BPK apakah semua ini ke-lalaian atau kesengajaan. Manusia di RI itu memang suka aneh – aneh, apapun dikorupsi,sayang”
.

Tiba tiba Caty bangun, menuju toilet yang ada dikamar sambil bicara , ” Jelas mah, kasus “320 mahasiswa hantu” ini hanyalah puncak gunung es. Karena, laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester Pertama /IHPS-I 2026 yang telah diserahkan secara resmi oleh BPK kepada DPR RI dalam sidang paripurna pada tanggal 6 Oktober 2026 lalu. Disebutkan BPK , bahwa masih ada 93 permasalahan belanja lainnya yang tidak sesuai ketentuan di 53 kementerian/lembaga dengan total nilai fantastis mencapai Rp355,16 miliar. Perlu keseriusan BPK dan KPK karena ini uang rakyat melalui pajak yang dititipkan di APBN. Gitu mah”
.

‘Zzzz…, zzzz,…zzzz…..
Nyonya Miaw Tertidur
Ikan hiu muter muter, see you later.
(Red-01/Foto.ist)
Be the first to comment