Pagi ini (22/10) Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni tengah meet-up dengan para pejabat UNA – United Nation Of Animal (PBB-Hewan) di Markas Besar UNA, Jepang. Mereka sedang membahas rencana seminar “Potensi Hewan Perempuan Dalam Politik Global Thn.2026 / Female Animals Potential in Global Politics (2026)” yang akan diselenggarakan November 2026 di UNA.
.
Ke-4 lainnya telah mencalonkan masing – masing 2 orang sosok pembicara sesuai negaranya , kini giliran Miss Pussy menyampaikan pandangannya, namun dia tidak mencalonkan dari Republik Fabeliano kali ini dia memberikan 2 nama dari Republik Indonesia yaitu ; Annisa Suci Ramadhani dan Raline Shah.
“Teman-teman, Di republik yang ruang publiknya kerap bising oleh perdebatan kusir, sangat sedikit pejabat publik yang benar-benar memahami arti “totalitas”. Kebanyakan dari mereka yang digaji oleh pajak rakyat cenderung bermain aman—menikmati fasilitas, menjaga harmoni semu, atau sekadar menjadi stempel berjalan demi mengamankan kursi jabatan. Istilah ‘main mata’ di balik meja birokrasi sudah menjadi rahasia umum yang dianggap lumrah. Nama Anissa dan Raline yelah terbukti bukan sosok seperti itu, kalau pun mereka adalah warga RI”, kata Miss Pussy, yang lain menyimak serius.
“Dan saya adalah peng-idola mereka berdua, yang memberikan tamparan keras bagi kultur birokrasi yang malas. Lewat tindakan nyata, Annisa Suci Ramadhani dan Raline Shah telah membuktikan bahwa jabatan bukanlah komoditas untuk disayang-sayang, melainkan ruang pengabdian yang menuntut profesionalisme mutlak”, kemudian Miss Pussy membuka laptopnya dan menyambungkan dengan screen didepannya.
Di Bukit Lantak: Hukum Bukan Sekadar di Atas Kertas
Mari kita tengok apa yang terjadi di daerah terlebih dahulu. Pada 16 Oktober 2026, kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Lantak. Desa Tabek, Kecamatan Timpeh, Sumatera Barat, Republik Indonesia mendadak riuh. Sosok Bupati Dharmasraya,Annisa Suci Ramadhani tidak diam tapi turun langsung menerobos medan peninjauan bersama instansi lainnya.
Temuannya mengejutkan, di lahan hutan yang baru saja hangus terbakar, seolah secara ajaib, sudah tertanam rapi bibit-bibit kelapa sawit. Praktik korporasi atau oknum nakal yang “membakar hutan demi memperluas perkebunan” terpampang nyata di depan mata.
Bupati lain mungkin akan memilih jalur ‘aman, membiarkannya, tutup-mata.Namun Annisa, yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas UI dan penyandang gelar Magister Hukum dari Columbia Law School, Amerika Serikat, tahu persis bagaimana hukum harus ditegakkan.
Tak ada kompromi, tak ada ruang untuk ‘main mata’. Ia langsung memerintahkan bibit-bibit sawit ilegal tersebut dicabut detik itu juga dan diganti dengan tanaman vegetasi hutan guna memulihkan ekosistem. Bahkan, garis polisi dibentang, papan larangan ditancapkan, dan pihak berwajib diminta memburu siapa dalang di balik penanaman oportunis tersebut.
Di Jantung Komdigi: Etika Langkah Kesatria
Nah ,perempuan ke-2. Ketika di daerah hukum ditegakkan secara fisik, di pusat, sebuah standar etika birokrasi yang tinggi justru dipertontonkan oleh aktris internasional, Raline Shah. Sejak Januari 2025, ia mengemban tugas yang bukan main-main: Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.
.
Selama masa baktinya, Raline terbukti tidak sekadar menjadi pemanis portofolio kementerian. Ia terlibat aktif memperkuat kemitraan global, mendorong literasi digital, hingga mengawal salah satu regulasi krusial perlindungan anak di ruang siber, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.
.
Namun, kejutan besar terjadi ketika Raline secara resmi memilih mengundurkan diri dari jabatan mentereng tersebut. Di saat banyak orang berebut mendekat ke lingkaran kekuasaan demi fasilitas dan pengaruh, Raline memilih melangkah mundur secara elegan ketika tugas dan kontribusinya dirasa telah selesai di titik optimal.
.
Ini adalah sebuah ‘langkah kesatria’ yang amat langka di Indonesia mungkin juga didunia kita. Mundurnya Raline bukan karena ia gagal, melainkan bentuk profesionalisme tinggi. Ia memberikan teladan bahwa jabatan publik memiliki batas tanggung jawab moral yang jelas. Ketika sebuah misi regulasi telah diletakkan fondasinya, ia mengembalikannya kepada publik tanpa ada hasrat untuk memperpanjang masa kuasa demi keuntungan pribadi.
“Teman teman jika selama ini kita terpana oleh perkataan ‘tuntutlah ilmu hingga kenegeri China maka kali ini kita rubah, menjadi tuntutlah ilmu ketegasan perempuan hingga ke Indonesia, Insyaallah jika mereka berkenan saya ingin angkat mereka sebagai staf ahli saya. Demikian ,semoga menjadikan bahan pertimbangan teman teman untuk menyetujui ide saya ini”, tutup Miss Pussy.
Ke4 temannya ini pun langsung diskusi , hingga beberapa lama kemudian Nyonya Bear – Perdana Menteri Republik Beruang bicara jika mereka menyetujui ke-2 nama perempuan Indonesia itu menjadi pembicara di seminar.
| #RepublikFabeliano | #Gibranism | #Dari Bandung Kita Lawan!
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis, Tgl. 22 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment