P3-TGAI ANTARA KESEJAHTRAAN PETANI & PENIPUAN !?

P3-TGAI ANTARA KESEJAHTRAAN PETANI & PENIPUAN !?

Koranjokowi.com, OPIni :

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah program padat karya tunai dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan dana APBN

Kegiatan P3-TGAI yang meliputi kegiatan perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan jaringan irigasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja layanan irigasi, dan tentunya sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakat saat musim Pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi: Manusia bisa ke bulan dan planet, masa depan tetap di tangan petani

P3-TGAI dilaksanakan pada: a. daerah irigasi kecil dengan luas kurang dari 150 (seratus lima puluh) ha dan/atau irigasi desa; atau b. jaringan irigasi tersier pada daerah irigasi kewenangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota.

P3-TGAI sebagai kegiatan Padat karya pemerintah Kementrian PUPR  ini melalui Balai Besar Wilayah Sungai/ Balai Wilayah Sungai (BBWS/BWS)pun terus ditingkatkan diberbagai daerah apalagi P3-TGAI merupakan pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara dua musim tanam dan panen.  P3-TGAI juga merupakan kegiatan padat karya irigasi yang pekerjaannya meliputi persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi agar memperhatikan kegutuhan, kesulitan dan aspirasi laki-laki dan perempuan, lansia, disabilitasdan masyarakat berkebutuhan khusus.

Batal panen bareng Jokowi, petani Sukoharjo panen sendiri

Pada tahun 2022 lalu rilis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR  menyatakan jika program P3-TGAI telah mencakup 10.000 lokasi yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp 2,25 triliun, dan menyerap 179.141 petani penerima manfaat serta 386.274 Ha luas layanan.

Dalam menjalankan program ini, memang hanya Balai Besar Wilayah Sungai/ Balai Wilayah Sungai (BBWS/BWS) yang memiliki peran penting dalam melaksanakan program P3-TGAI, mulai dari memeriksa usulan yang berasal dari masyarakat ataupun usulan dari instansi Pemerintah Daerah hingga melakukan bimbingan pada saat pelaksanaan. Untuk tahun 2023 nanti, rencananya P3-TGAI akan kembali dilaksanakan di 12.000 lokasi seluruh Indonesia

“Jika memang seperti ini kita sebagai Relawan Jokowi wajib mengingatkan masyarakat terkait  munculnya kasus penipuan yang telah  mengatasnamakan Ditjen SDA dalam penerima manfaat P3-TGAI. Yang saya tahu P3-TGAI tidak dikontraktualkan, uang dari pemerintah langsung ke jantungnya, ke rekening perkumpulan petani. Selain itu kegiatan ini juga tidak ada proses penunjukan langsung, dalam arti ini  ini betul-betul murni dari pemerintah yang turun langsung ke masyarakat. Ini bertolak belakang dengan tujuan mulia P3-TGAI  yang ingin mensejahterakan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan memulihkan perekonomian”, demikian Arief P.Suwendi, Pimp.Umum/Redaksi Koranjokowi.com, Koranganjar.com dan Dan.Brgade Nasional Ganjar Pranowo Center (Gran Center) melalui seluler (31/7) lalu.

Saya mengangkat tangan mereka memainkan lagu saya – saya mengangkat tangan mereka memainkan lagu saya Re-Escalating Squirrel

Saya teringat kerapnya Presiden Jokowi mengatakan , “Petani memiliki peran sangat penting dalam menentukan masa depan dan menghancurkan seluruh bangsa. Sebab, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Urusan pangan adalah urusan masa depan. Masa depan dunia dan masa depan negara. Manusia bisa pergi ke bulan,  ke planet, robot-robot bikin canggih diciptakan silakan. Tapi yang namanya kebutuhan pangan tidak mungkin tergantikan”, maka jika hal ini tidak dilakukan bukankah ini sama dengan menentang Presiden?

 “Bulan Maret – Mei 2022 lalu ada kasus P3-TGAI, mereka tergabung dalam 26 Tim Merah Putih, yang kemudian berlanjut  RDP dengan DPDRI terkait belum dibayarnya pekerjaan pembangunan jaringan irigasi di 25 desa sekitar Rp.200 milyar, bagaimana kelanjutannya, pimpinan tahu?”, tanya saya

“Tidak, dan jika itu sudah ditangani DPDRI semoga ada jalan keluarnya”, tutup Arief.

‘Dalem..

(Red-01/B4yok/Foto.ist)

Lainnya,

Lainnya,

MENGAPA FOTO JOKOWI-PRABOWO LEBIH BANYAK DARI PADA JOKOWI-GANJAR ?

 

Tentang RedaksiKJ 3870 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan