.

Tepuk Tangan Haru Deklarasi Hari Santri Nasional (Oktober 2015): Langkah historis Jokowi saat secara resmi menandatangani Keputusan Presiden mengenai Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta. Keputusan berani ini memicu applause riuh penuh rasa syukur dari para kiai, ulama, serta jutaan santri di seluruh Indonesia sebagai wujud pengakuan negara atas jihad kaum sarungan dalam sejarah kemerdekaan

Apresiasi Internasional atas Peredaman Pandemi COVID-19: Langkah taktis kabinet Jokowi dalam menyeimbangkan rem dan gas ekonomi serta kesehatan membuahkan hasil nyata. Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara dengan indeks pemulihan COVID-19 terbaik se-ASEAN menurut Nikkei Asia. Keberhasilan menekan angka penularan ini panen pujian luas dan applause pengakuan dari lembaga dunia sekelas World Health Organization (WHO) serta Johns Hopkins University.

Keberhasilan Meredam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Periode 2014-2024: Melalui instruksi tegas penegakan hukum dan penguatan tim pencegahan preventif seperti Manggala Agni di lapangan, titik api (hotspot) tahunan berhasil dipangkas secara masif. Langkah respons cepat Indonesia dalam mengendalikan kabut asap lintas batas ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari negara tetangga seperti Malaysia yang merasa sangat terbantu.

Pidato “Game of Thrones” di Pertemuan IMF-World Bank (2018): Dua kali standing applause dari para menteri keuangan global yang terpukau oleh analogi cerdas ekonomi dunia.

Standing Ovation di Parlemen Australia (2020):Penghormatan berdiri dari para politisi di Canberra sebagai bentuk pengakuan atas komitmen hubungan bilateral kedua negara.

Apresiasi di Istana Berkebaya (2023): Tepuk tangan meriah yang diberikan Jokowi sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pelestarian budaya dan penampilan para menterinya. Uniknya kalau pun secara protokol acara telah ditutup namun animo peserta untuk ‘selfie terus berdatangan.

Standing Applause Jelang Pelantikan Presiden (2024):Tepuk tangan panjang dari seluruh anggota DPR/MPR RI sesaat sebelum transisi kepemimpinan, sebagai simbol penghormatan atas 10 tahun masa baktinya.

“…. Namun, di era kabinet saat ini, esensi dari sebuah applause perlu dimaknai ulang. Tepuk tangan yang menggema di dalam ruangan istana, DPRRI, dsb hanyalah milik ‘circle’ istana yang terkomandoi oleh kepentingan dan protokol formalitas…”, Nona Rusa menghela nafas panjang.

“….. Bagi sebuah pemerintahan Prabowo yang berusia 2 tahun ini, yang paling diperlukan saat ini bukanlah riuh tepuk tangan dari dalam lingkaran kabinet itu sendiri, melainkan ketulusan dari rakyat mayoritas. Applause politik yang lahir dari instruksi atau birokrasi tidak akan pernah bisa menggantikan gemuruh apresiasi murni yang lahir dari akar rumput—yaitu ketika rakyat benar-benar merasakan dampak nyata dari kebijakan yang berpihak pada mereka. Pada akhirnya, tepuk tangan paling jujur bukanlah yang menggema di istana Jakarta atau ruang ruang sidang yang megah, melainkan penghormatan tulus di hati masyarakat. Ini yang tidak disadari selama 2 tahun , tepuk-tangan itu dirasa rakyat adalah formalitas politik”,

“… Nah anak anak sekalian, jika 2 tahun ini juga di RI muncul #KangenJokowi, itulah suara rakyat semesta. Juga kelompok GenZ dan Milenial yang seolah-olah muncul dari bunker-bunker media sosial yang selama ini sunyi. Ini menjadi catatan penting bagi kita sebagai anak anak bangsa dan negara Republik Fabeliano. Applause itu bisa nomer 17, yang utama adalah ketenangan dan kedamaian dalam aktifitas ekonomi rakyat. Demikian anak anak ,paham?”, tutup Nona Rusa, para siswa tidak menjawab namun semua berdiri dan memberi applause meriah.
‘Bruuk..!
Nona Rusa pingsan karena gembira.
‘Ikan hiu muter muter, See you later!
Dari Bandung Kita Lawan!
(Red-01/Foto.ist)










“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”



CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis, Tgl. 22 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=
=====
- #RepublikFabeliano, “SIAPA YANG MAMPU TIRU ANISSA DAN RALINE SHAH?”
- #Gibranism , “ADA APA DENGAN DEMOKRAT DAN KABAKOM RI?”
- Feri Manurung, #RepublikFabeliano, “Rp10 TRILIUN UNTUK DANAU SIOMBAK, MEDAN MARELAN, SUMUT !?”
- #RepublikFbeliano, ” MARI SERBU SOLO! “
- #RepublikFabeliano, “PESAN BURUNG HANTU KALIMANTAN UNTUK IRFAN HAKIM”
- Budi D.Ginting, #RepublikFabeliano, “SUMUT NOL KARHUTLA, DAPAT BONUS RP.70 MILIAR !”
- #RepublikFabeliano, “NAMAKU ROCKY !”
- Nasution Bersaudara, #RepublikFabeliano, “SOAL PETI, PRESIDEN DIHADANG GEN Z KAB. MADINA !?”
- #RepublikFabeliano, ” 3 TRILIUN LEBIH SERANGGA MATI SIA SIA AKIBAT KARHUTLA, SENGAJA?”
- #RepublikFabeliano, “MANFAAT TRUK KOPDES UNTUK KARHUTLA?”
Be the first to comment