#KangenJokowi, “APPLAUSE SEJATI & KANGEN JOKOWI!?”

#KangenJokowi,
“APPLAUSE SEJATI & KANGEN JOKOWI!?”
.
Sesuai perintah Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni  dalam Kepres Mp.022/RF-X/2026 tentang Kewajiban Anggota Kabinet Mengajar Di desa disetiap hari Kamis-Jumat, maka Nona Rusarusi kalau pun menjabat sebagai Pjs.Seskab & Mensesneg RF terjun juga kedesa terpencil mengajar siswa SLTP sebuah Desa terpencil.
.
“Nah, kali ini ibu akan menyampaikan materi yang mungkin jarang disampaikan di pelajaran bahkan sekolah lain. Dalam ilmu psikologi, applause atau tepuk tangan bukan sekadar respons fisik berupa benturan dua telapak tangan. Tepuk tangan adalah bentuk komunikasi non-verbal kolektif yang berfungsi sebagai simbol validasi, penerimaan sosial, dan ekspresi kekaguman. Secara psikologis, ada perbedaan besar antara Authentic applause (tepuk tangan murni yang didorong oleh emosi tulus) dan Tactical applause (tepuk tangan taktis yang dilakukan demi kesopanan, tekanan sosial, atau formalitas politik)”, demikian buka Nona Rusarusi, seluruh siswa yang tadi gaduh kita tertib mengikuti.
Di panggung politik, batas antara ketulusan dan basa-basi ini sering kali menjadi sangat abu-abu. Jika kita melihat kembali rekam jejak perjalanan Ir.H. Joko Widodo (Jokowi), ada beberapa hal yang pasti teringat terus atas beliau; blusukan, jogging, pakaian adat nusantara, kodok,  speda, nama nama ikan, selfie dan momen applause telah menjadi bagian dari dinamika kepemimpinannya, baik di panggung nasional maupun internasional:

Tepuk Tangan Haru Deklarasi Hari Santri Nasional (Oktober 2015): Langkah historis Jokowi saat secara resmi menandatangani Keputusan Presiden mengenai Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta. Keputusan berani ini memicu applause riuh penuh rasa syukur dari para kiai, ulama, serta jutaan santri di seluruh Indonesia sebagai wujud pengakuan negara atas jihad kaum sarungan dalam sejarah kemerdekaan

Apresiasi Internasional atas Peredaman Pandemi COVID-19: Langkah taktis kabinet Jokowi dalam menyeimbangkan rem dan gas ekonomi serta kesehatan membuahkan hasil nyata. Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara dengan indeks pemulihan COVID-19 terbaik se-ASEAN menurut Nikkei Asia. Keberhasilan menekan angka penularan ini panen pujian luas dan applause pengakuan dari lembaga dunia sekelas World Health Organization (WHO) serta Johns Hopkins University.

Keberhasilan Meredam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Periode 2014-2024: Melalui instruksi tegas penegakan hukum dan penguatan tim pencegahan preventif seperti Manggala Agni di lapangan, titik api (hotspot) tahunan berhasil dipangkas secara masif. Langkah respons cepat Indonesia dalam mengendalikan kabut asap lintas batas ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari negara tetangga seperti Malaysia yang merasa sangat terbantu.

Pidato “Game of Thrones” di Pertemuan IMF-World Bank (2018): Dua kali standing applause dari para menteri keuangan global yang terpukau oleh analogi cerdas ekonomi dunia.

Standing Ovation di Parlemen Australia (2020):Penghormatan berdiri dari para politisi di Canberra sebagai bentuk pengakuan atas komitmen hubungan bilateral kedua negara.

Apresiasi di Istana Berkebaya (2023): Tepuk tangan meriah yang diberikan Jokowi sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pelestarian budaya dan penampilan para menterinya. Uniknya kalau pun secara protokol acara telah ditutup namun animo peserta untuk ‘selfie terus berdatangan.

Standing Applause Jelang Pelantikan Presiden (2024):Tepuk tangan panjang dari seluruh anggota DPR/MPR RI sesaat sebelum transisi kepemimpinan, sebagai simbol penghormatan atas 10 tahun masa baktinya.

“…. Namun, di era kabinet saat ini, esensi dari sebuah applause perlu dimaknai ulang. Tepuk tangan yang menggema di dalam ruangan istana, DPRRI, dsb hanyalah milik ‘circle’ istana yang terkomandoi  oleh kepentingan dan protokol formalitas…”, Nona Rusa menghela nafas panjang.

“….. Bagi sebuah pemerintahan Prabowo yang berusia 2 tahun ini, yang paling diperlukan saat ini bukanlah riuh tepuk tangan dari dalam lingkaran kabinet itu sendiri, melainkan ketulusan dari rakyat mayoritas. Applause politik yang lahir dari instruksi atau birokrasi tidak akan pernah bisa menggantikan gemuruh apresiasi murni yang lahir dari akar rumput—yaitu ketika rakyat benar-benar merasakan dampak nyata dari kebijakan yang berpihak pada mereka. Pada akhirnya, tepuk tangan paling jujur bukanlah yang menggema di istana Jakarta atau ruang ruang sidang yang megah, melainkan penghormatan  tulus di hati masyarakat. Ini yang tidak disadari selama 2 tahun , tepuk-tangan itu dirasa rakyat adalah formalitas politik”, 

“… Nah anak anak sekalian, jika 2 tahun ini juga di RI  muncul #KangenJokowi, itulah  suara rakyat semesta. Juga kelompok GenZ dan Milenial yang seolah-olah muncul dari bunker-bunker media sosial yang selama ini sunyi. Ini menjadi catatan penting bagi kita sebagai anak anak bangsa dan negara Republik Fabeliano. Applause itu bisa nomer 17, yang utama adalah ketenangan dan kedamaian dalam aktifitas ekonomi rakyat. Demikian anak anak ,paham?”, tutup Nona Rusa, para siswa tidak menjawab namun semua berdiri dan memberi applause meriah.

‘Bruuk..!

Nona Rusa pingsan karena gembira.

‘Ikan hiu muter muter, See you later!

Dari Bandung Kita Lawan!

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour
| #RepublikFabeliano | #Gibranism | #DariBandungKitaLawan!
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis, Tgl. 22 Oktober 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

=====

 

Tentang Koran Jokowi 4554 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan