SUDAH SEJAUH MANA PENANGANAN LAHAN KRITIS DANAU TOBA ?

SUDAH SEJAUH MANA PENANGANAN LAHAN KRITIS DANAU TOBA ?

KoranJokowi.com, Dairi, Sumut :Bukit Gundul merupakan tempat objek wisata di sisi Sipiso-piso, dengan ketinggian yang diperkirakan 1900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain menikmati pemandangan bukit-bukit dan hamparan Danau Toba, para pengunjung yang biasanya berkemah akan dibuat takjub ketika matahari mulai terbit dengan panorama lautan awan yang indah.

Tapi saat ini kami tidak akan bicara soal ini, kami, KoranJokowi.com Kabupaten Dairi lebih akan membicarakan tentang penanganan masih tingginya angka persentase lahan kritis di kawasan Danau Toba yang diduga masih sekitar 45% dari 248.000 hektare (Ha) luas hutan yang ada.


Disatu sisi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bulan Juli 2019 lalu mengatakan bahwa telah siap mengucurkan dana sebesar Rp.3,5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengembangkan pariwisata di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Ia menginginkan kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata berkelas. Saat itu beliau mengharapkan jika anggaran ini turun maka akan berbondong-bondong pula investasi yang datang, nasional dan internasional.

Danau Toba adalah danau alami berukuran besar di Indonesia yang berada di kaldera Gunung Supervulkan. Danau ini memiliki panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mi), dan kedalaman 505 meter (1657 ft). Danau ini terletak di tengah pulau Sumatra bagian utara dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter (2953 ft)

Keseriusan Presiden Jokowi atas hal ini diikuti dengan dibentuknya Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKP-Danau Toba) melalui Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016, dimana BOPKP-DT ini bertujuan melaksanakan pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba dan bertanggungjawab kepada Presiden Republik Indonesia. Hal lainnya BOPKP-DT ini memberikan hak pengelolaan setidaknya 500 hektar lahan untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu yang dikelola secara profesional untuk mengimplementasikan fungsi otoritatif lembaga ini.

Ada mimpi Presiden Jokowi bagaimana kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata berkelas Dunia. Maka dengan anggaran Itu diharapkan akan banyak pihak yang ber- investasi disana. Jika Itu terjadi, maka pemberdayaan SDM warga lokal dan ekonomi rakyat pun akan lebih baik dari waktu sebelumnya.

Pekerjaan rumah yang diberikan Presiden Jokowi Itu jawabannya ada pada kita semua yang mencintai Danau Toba.

Kami para Relawan Jokowi yang tergabung dalam KoranJokowi.com akan terus mengawal apa harapan Presiden Jokowi dan warga Desa sekitar Danau Toba untuk membangun kawasan wisata itu Dengan juga memetakan terlebih dahulu kawasan-kawasan yang nantinya dimanfaatkan untuk pelesiran dan juga untuk masyarakat.

Relawan Jokowi masih ingat saat publik tidak percaya akan program penanaman sejuta pohon yang digerakkan pemerintah Provinsi Sumatra Utara lalu karena dianggap tidak efektif hal itu terbukti banyak pohon yang mati karena tidak dirawat. Dimana atas hal ini menyebabkan 3 orang aktivis lingkungan Sumatra Utara, Marandus Sirait, Hasoloan Manik (Kalpataru), dan Wilmar Eliaser Simandjorang (Satya Lencana Karya Satya, Toba Award, Wana Lestari) mengembalikan semua piagam penghargaan yang pernah diberikan pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Kementerian Kehutanan, dan Istana Negara.

Now, pertanyaannya:
Sudah sejauh apakah SDM Pariwisata disana berbenah?
-Apa langkah2 cepat dan tepat Pemda sekitar dalam menangani lahan kritis?
-Apa langkah BOPKP-DT dalam ikut serta melestarikan rumah-rumah adat disana khususnya di desa Silalahi, mengapa dibiarkan seperti itu?, bagaimana pula dengan beberapa rumah ibadah baik masjid atau gereja yang berdiri telah lama disana seperti dibiarkan ‘kumuh’?, bukankah dengan keperhatian pemda dan instansi lebih serius maka akan merubah ‘wajah’ seperti yang ada saat ini?
-Bagaimana evaluasi BOPKP-DT atas sampah-sampah sekitar Danau Toba yang seolah dibiarkan, khususnya di hotel, resto, villa dsb?

Mudah-mudahan uang Rp.3,5 trilyun itu belum dikucurkan Presiden Jokowi, Amin.. (Delon Sinaga)

Tentang RedaksiKJ 898 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. KAMAR RUMAH SINGGAH PRESIDEN SUKARNO DI BERASTAGI DISEWAKAN UNTUK UMUM ? | KORAN JOKOWI | Media Independent Relawan
  2. RELAWAN JOKOWI,AYO DATANG KE PUSAT INFORMASI GEOPARK KALDERA DANAU TOBA !! | KORAN JOKOWI | Media Independent Relawan

Tinggalkan Balasan