KORANJOKOWI.COM  & RELAWAN JOKOWI DI NAWACITA JILID-2 TAHUN 2019-2020, “BISA APA !?”

KORANJOKOWI.COM  & RELAWAN JOKOWI DI NAWACITA JILID-2 TAHUN 2019-2020, “BISA APA !?”

KoranJokowi.com, Bandung: Berikut adalah ‘cemilan’ kopi pagi ini (1/12/2020) yang kami sarikan dari ‘petuah’ Dewan Redaksi, Rinaldo M. Tobing – Pakar MICE ,  “Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition” (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, diantaranya;

Sejak Nawacita 1/2014-2019 lalu Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) demikian fokus membangun infrastruktur hingga desa terpencil, kalau pun dicemooh sebagai pemborosan anggaran, toh mereka ppun kemudian ikut menikmatinya. Ahahaha.

Sobat KoranJokowi.com dan para Relawan Jokowi yang tersebar hingga desa-desa terpencil dimana saja kalian berada, pembangunan infrastruktur ini kemudian disebut sebagai  Proyek Strategis Nasional (PSN) yang jumlah realisasinya telah mencapai 81 PSN dengan nilai investasi Rp. 390 triliun, memang belum maksimal karena banyaknya ‘gangguan’ internal dan eksternal namun ini merupakan prestasi luar biasa, biasa diluar, dibanding pemerintahan sebelumnya.

Ke-81 PSN itu terdiri atas:

1.Tahun 2016 mencapai 20 proyek dengan nilai Rp33,3 triliun, capaiannya yaitu 7 bandara, 1 jalan tol, 6 bendungan, 1 pelabuhan, 1 jalur pipa gas, 4 PLBN

2.Tahun 2017 ada 10 proyek senilai Rp.61,4 triliun. Seperti 2 jalan tol, 1 jalan akses, 1 bandara, 1 fasilitas gas, 3 PLBN, 1 bendungan, 1 saluran irigasi.

3.Tahun 2018 mencapai 32 proyek senilai Rp207,4 triliun. Seperti 2 kereta api, 4 bendungan, 1 irigasi, 10 jalan tol, 5 KEK, 1 bandara kawasan industri, 4 semelter, 1 sentra kelautan perikanan.

4.Tahun 2019  hingga September 2019 lalu terealisasi 19 proyek senilai Rp.7,7 triliun. Terdiri dari 3 bandara, 5 jalan, 4 kawasan, 2 smelter, 3 bendungan sampai 2 teknologi.

NAWACITA – II / 2019-2024

Dalam pidato pertamanya setelah resmi dilantik sebagai Presiden periode 2019 – 2024, bertempat di Gedung MPR DPR RI pada Minggu (20/10) lalu beliau mengatakan

a.Tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati hasil pembangunan dengan terlebih dahulu bagaimana keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Karena saat ini, Indonesia sedang berada di puncak bonus demografi. Di mana penduduk usia produktif jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif.

b.Tugas kita adalah membangun SDM yang unggul, hal tersebut akan menjadi sebuah kesempatan besar dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan ekosistem ekonomi yang kondusif.

c.Atas poin a dan b diatas beliau menyampaikan kedalam 5 formula Nawacita Jilid-II yaitu;

PERTAMA,  adalah pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengundang talent-talent global untum bekerja sama dengan pemerintah. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan serta penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri dan desa-desa terpencil sekali pun

KE-DUA, pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, juga infrastruktur yang mempermudah akses ke kawasan wisata. Sehingga dapat mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

KE-TIGA, segala bentuk kendala regulasi harus disederhanakan. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar. Pertama UU Cipta Lapangan Kerja dan kedua UU Pemberdayaan UMKM. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja serta puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM akan langsung direvisi sekaligus.

KE-EMPAT, penyederhanaan birokrasi akan dilakukan secara besar-besaran. “Investasi untuk penciptaan

lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus dipangkas. Eselonisasi harus disederhanakan.

KE-LIMA, transformasi ekonomi. Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Diisaat kelompok relawan lain hingar-bingar karena pamrih posisi / jabatan di Kementerian, BUMN dsb. Nah tugas KoranJokowi.com beserta para Relawan Jokowi militannya harus berbeda , kita harus lebih mampu menterjemahkan itu semua, menjemput bola. Sosialisasikan dan eksekusi program – program Presiden Jokowi yang ‘mandeg & dimandegan’ oleh kelompok tertentu hingga tidak sampai di desa – desa. 

_ BERSAMBUNG –

(Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 3071 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan