PELAKU USAHA HPH – HAK PENGUSAHAAN HUTAN DI KEC. AMBALAU SINTANG KALBAR SIAP BERMITRA DENGAN MASYARAKAT ADAT, “ TIRU INI ! ”

PELAKU USAHA HPH – HAK PENGUSAHAAN HUTAN DI KEC. AMBALAU SINTANG KALBAR SIAP BERMITRA DENGAN MASYARAKAT ADAT, “ TIRU INI ! ”

KoranJokowi,com. Kab. Sintang, Kalbar : Dalam tugas jurnalistiknya,check and recheck (C&R) merupakan kewajiban sekecil dan sesederhana apapun. Dimana ini tahapan mencocokkan kembali tentang benar tidaknya suatu informasi. Sebagaimana yang KoranJokowi.com Prov. Kalbar lakukan atas laporan warga tentang keberadaan perusahaan sekitar yang dianggap ‘kurang- familier’ dengan warga sekitar.

Senin (11/1) lalu kami pun berencana menemui manajemen  perusahaan kayu loq  disana yang  terdiri dari tiga pemilik HPH (Hak Pengusahaan Hutan), yaitu PT. HSP, HKU, dan CKD. Sayangnya kami disana hanya dapat menemui sdr ‘E’ mewakili manajemen, dan dalam dialog singkat kami pertanyakan terkait dengan program – program kerja yang bersifat umum terkait dengan hubungan dengan masyarakat Adat, yang ada disekitar lokasi areal Desa Penyangga Hutan.

Menurutnya, pihak perusahaan belum beroperasi dikarenakan berbagai kendala yang harus di selesaikan, sekarang pihak perusahaan bekerja hanya perbaikan jalan saja jelasnya, itu pun hanya sekitar 45 km. Adapun pengelola lapangan dibawah naungan kontraktor BTS.

Mengenai belum terjalinnya komunikasi dengan warga sekitar, masih menurutnya,hubungan dengan masyarakat di sekitar areal penyangga Hutan untuk sementara masih belum dikarenakan banyak hal yang harus dilakukan dan diprioritaskan oleh perusahaan kepada masyarakat, salah satunya adalah bentuk perjanjian antara pihak perusahaan dengan masyarakat yang harus dihadiri oleh seluruh masyarakat dan unsur kecamatan Ambalau dan pihak keamanan baik itu Polri dan TNI, dan unsur pemangku Adat yang bisa membantu memberikan Edukasi kepada masyarakat Adat, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas untuk melakukan hubungan yang lebih baik demi menjaga kenyamanan dan keamanan antara masyarakat Hukum adat dan perusahaan.

Nah penjelasan iini cukup menjawab asumsi warga sekitar yang mengatakan perusahaan ini ‘tidak-familier’, ini gunanya C&R. Semua akan indah pada waktunya.

KoranJokowi com memahami Pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini demikian berdampak pada perekonomian Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Sintang. Yang pastinya menurun 25-35% sebagaimana daerah lainnya.  Namun kiranya semua pihak tetap bersabar diri, juga para investor yang telah memilih untuk berinvestasi di daerah kecamatan Ambalau. Mari kita saling dukung dalam segala hal, termasuk kelak dalam meng-ikut-sertakan warga lokal disana, apalagi di wilayah areal HPH tersebut ada situs batu patung Harimau yang terletak di kawasan hutan primer bukit beribit, yang terletak di wilayah Desa korong Daso, dan Desa Nanga Sake Kecamatan Ambalau kabupaten Sintang Kalbar.

Untuk bapak ‘E’ terima-kasih atas sambutan baiknya kepada KoranJokowi.com.

Peace !

-BERSAMBUNG-

(F.Luwi/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 1421 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan