HAMID KADES TAMPANG MUDA TANGGAMUS, “RAWE RAWE RANTAS MALANG MALANG PUTUNG !”

HAMID KADES TAMPANG MUDA TANGGAMUS, “RAWE RAWE RANTAS MALANG MALANG PUTUNG !”

KoranJokowi.com, Kab. Tanggamus, Lampung : Terhitung November – Desember 2020 lalu telah dilaksanakan 1.274 pemilihan Kepala Desa di 23 kabupaten, dan dari 220 Pilkades/Pilkakon di Kab. Tanggamus lahirlah para Kades /Kepala Pekon yang ingin membawa perubahan kongkrit kepada warganya.
Karena visi misi Kades saat ini lebih kongrit berdiri bersama warganya mengantisipasi Pandemi Covid 19, mengawal dan mendistribusikan segala bansos dengan baik/jujur dan meningkatkan kesejahtraan warga desa melalui program2 yang disediakan Presiden Jokowi seperti Program Bedah Rumah (RTLH) dsb.

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) hingga desa – desa merupakan salah satu dari lima fokus kerja pemerintahan Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024.

Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan langsung ke desa terus meningkat yakni Rp.20,67 triliun pada 2015, Rp.46,98 triliun pada 2016, serta masing-masing Rp .60 triliun pada 2017 dan 2018. Untuk periode 2019 sampai 2024, pemerintah akan meningkatkan alokasi Dana Desa menjadi Rp. 400 triliun.

“Insha allah saya bersama warga akan optimal untuk itu semua, tentunya tanpa bantuan warga dan KoranJokowi.com semua itu hanya akan menjadi mimpi saja”, demikian Hamid salah satu putra daerah terbaik dari kabupten Tanggamus provinsi Lampung,yang memenangkan kompetisi pilkakon (pemilihan kepala pekon) Tampang Muda kecamatan Pematang Sawa kabupaten Tanggamus yang di gelar tepatnya pada tanggal 16/12/2020 lalu.

Pilkako yang diikuti oleh 3 paslon itu memang dimenangkan oleh no. urut 3 Hamid dengan prolehan suara(327) suara, disusul no urut 1.Sawab (200) suara, no urut,2.Lamun(112) suara. Hamid dikenal warga dengan slogan MANTAP (Maju, Agamis, Nyaman, Tertata, Amanah & Perduli)

Kerja Kapekon Hamid kedepan pastinya tidak mudah karena desanya telah dikenal sebagai salah-satu desa yang (maaf) ‘ter-isolir’, akibat belum adanya infrastruktur jalan, jaringan listrik PLN dan tower seluler sehingga banyak warga desa terpaksa Naik pohon bak TARZAN untuk mencari sinyal internet/hp. Juga masih banyak warga masih menggunakan jasa perahu penyebrangan untuk menuju kantor kecamatan maupun ke pusat Ibukota Kabupaten Tanggamus, juga masih banyak warganya masih mengandalkan lampu tenaga surya sebagai alat penerangan untuk malam hari akibat belum adanya jaringan listrik PLN. Hal lain yang tidak kalah penting, warga desa demikian mendambakan tower seluler.

Hamid bukan siapa – siapa, dia hanya warga desa biasa namun punya semangat untuk melakukan perubahan untuk warga desanya, dan hal ini telah dilakukan jauh hari sebelum Pilkakon, yaitu;

  1. Membantu masyarakat yang sakit sampai ke rumah sakit.
  2. Mengurus warga yang terkendala kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terblokir sampai 15 bulan.
  3. Menyusun program untuk menjemput program nawacita.

” Insha Alloh setelah saya di lantik, saya bersama warga akan optimal, terima-kasih kepada KoranJokowi.com yang teah mampir kesini”, demikian Hamid (12/1) lalu. ‘Mantap.

‘Ayo Pak Hamid, Rawe-rawe rantas malang-malang putung – segala sesuatu yang merintangi maksud dan tujuan harus disingkirkan, namun lakukanlah secara bijak (Red-01/Ehp/Er/Sutrisno)

 

Tentang RedaksiKJ 1950 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan