PROGRAM BEDAH RUMAH KEMEN-PUPR ‘BEDA’ DENGAN LEGENDA RORO JONGGRANG. “AYO, PAK KHALAWI GASPOL !” – (2)

PROGRAM BEDAH RUMAH KEMEN-PUPR ‘BEDA’ DENGAN LEGENDA RORO JONGGRANG. “AYO, PAK KHALAWI GASPOL !” – (2)

KoranJokowi.com, Bandung: Sebagaimana disampaikan dalam edisi sebelumnya, bahwa Program Bedah Rumah KemenPUPR beda dengan legenda asal Pulau Jawa, Roro Jonggrang (Putri Raja Prabu Baka, Kerajaan Baka , seorang raksasa pemakan manusia)  VS Bandung Bondowoso (Putra raja Prabu Damar Maya, Kerajaan Pengging, Boyolali). Dimana Roro Jonggrang meminta dibuatkan Sumur dan  1000 candi kepada pria perkasa  itu hingga ke-2 nya  selesai sebelum ayam berkokok pagi hari. Karena itu pria perkasa itu meminta bantuan ratusan bahkan ribuan para mahluk Ghaib dasar bumi untuk mewujudkannya kalau pun kemudian semua itu sirna karena Roro Jonggrang ingkar janji.

RORO JONGGRANG CANTIK NAMUN INGKAR JANJI

Untuk menguasai Kerajaan Baka yang kejam, maka Raja Pengging meminta Bandung Bondowoso menyerang Kerajaan Baka, singkat ceritera Raja Baka pun tewas. Maka kerajaan Baka jadi milik Raja Pengging, saat akan menguasai kerajaan itu bertemulah dengan Roro Jonggrang, Ia pun melamar sang putri, tetapi ditolak karena sang putri tidak mau menikahi pembunuh ayahnya. Karena terus dibujuk, akhirnya sang putri bersedia dipersunting dengan dua syarat yang mustahil untuk dikabulkan.

Syarat pertama adalah pembuatan sumur yang dinamakan sumur Jalatunda. Syarat kedua adalah pembangunan seribu candi hanya dalam waktu satu malam. Bandung Bandawasa menyanggupi kedua syarat tersebut. Pertama, ia berhasil menyelesaikan sumur Jalatunda berkat kesaktiannya. Setelah sumur selesai, Rara Jonggrang berusaha memperdaya sang pangeran agar bersedia turun ke dalam sumur dan memeriksanya. Setelah Bandung Bandawasa turun, sang putri memerintahkan Gupala untuk menutup dan menimbun sumur dengan batu. Akan tetapi, Bandung Bandawasa berhasil keluar dengan cara mendobrak timbunan batu berkat kesaktiannya. Bandawasa sempat marah, namun segera tenang karena kecantikan dan bujuk rayu sang putri.

(Arca Durga/Roro Jonggrang)

Untuk syarat ke-dua, karena bantuan makhluk ghaib dasar bumi menjelang subuh telah 999 candi terbangun, Roro Jonggrang pun khawatir ia pun  membangunkan dayang-dayang istana dan perempuan-perempuan desa untuk mulai menumbuk padi dengan antan, ayam pun berkokok dan para makhluk ghaib pun masuk ke perut bumi karena takut sinar matahari menjelang.

Bandung Bondowoso amat murka dan mengutuk Rara Jonggrang menjadi batu candi  sehingga menggenapi candi ke-1000. Menurut kisah ini, situs Ratu Baka di dekat Prambanan adalah istana Prabu Baka, sedangkan 999 candi yang tidak selesai kini dikenal sebagai Candi Sewu, dan arca Durga di ruang utara candi utama di Prambanan adalah perwujudan sang putri yang dikutuk menjadi batu dan tetap dikenang sebagai Lara Jonggrang yang berarti “gadis yang ramping”.

(Candi Sewu)

INI BEDAH RUMAH KEMENPUPR BUKAN PROGRAM  1000 CANDI YANG PENUH TIPU DAYA

Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada,

Program Bedah Rumah adalah bagian dari Program Presiden Jokowi yang disebut ‘Program Sejuta Rumah’  yang telah berjalan sejak tahun 2015 lalu dimana hingga tahun 2020 lalu terealisasi sekitar 965.217 unit rumah di seluruh Indonesia. Jelas berbeda kan?, karena Presiden Jokowi , Menteri PUPR khususnya Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR – Khalawi Abdul Hamid tidak ingkar-janji sebagaimana Roro Jonggrang.

 

Bahkan dalam Pandemi Covid 19 ini, Presiden Jokowi berjanji  Program Sejuta Rumah akan terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni. “Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi,” ujar beliau kepada Pers (29/12/2020) lalu.

Pastinya peran ‘para – komandan’ dibawah  Menteri PUPR, ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D adalah para stafnya yang ‘memang gila kerja’ sebut saja disana ada Sekjend, Irjen, Dirjen SDA, Dirjen Binamarga, Dirjen Ciptamarga, Dirjen Perumahan, Dirjen Binakonstruksi, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Wilayah, Badan Pengembangan SDM, dan Badan Pengatur Jalan Tol.

Ke-10  ‘para – komandan’ itu pastinya bukan bagian dari legenda tanah Jawa itu namun mereka adalah pekerja keras untuk kesejahtraan masyarakat yang tidak mampu memiliki Rumah Layak Huni.

Maka Presiden Jokowi pun sejak jauh hari (2020) menyetujui usulan anggaran KemenPUPR sebesar Rp.7,48 triliun untuk program perumahan tahun 2021. Dimana anggaran tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun (Rusun) dan rumah khusus (Rusus), bantuan rumah swadaya serta pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk perumahan masyarakat.

Dimana rinciannya adalah sebagai berikut,

1.Pembangunan Rusun sebanyak 7.724 unit dengan alokasi anggaran senilai Rp3,51 triliun. Beberapa lokasi pembangunan Rusun akan dibangun di Riau, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara.

2.Pembangunan rumah swadaya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau kemudian lebih dikenal dengan nama BEDAH RUMAH ber-anggaran lebih dari Rp.2,51 triliun. Jumlah rumah tidak layak huni yang akan dibedah atau ditingkatkan kualitasnya tahun 2021 mendatang dalam kalender KemenPUPR  sebanyak 111.200 unit yang tersebar di 33 Provinsi.


3.Pembangunan rumah khusus sebanyak 2.640 unit dengan anggaran sebesar Rp0,61 triliun, yang telah terverifikasi ada di kawasan perbatasan, Kabupaten banjar Baru, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Konawe Selatan

4.Pembangunan rumah umum dan komersial melalui pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) dengan anggaran Rp0,41 triliun.

5.Sedangkan sisanya sebesar Rp.0,46 Ttriliun akan digunakan untuk pembinaan, pengaturan, pengawasan dan dukungan manajemen.

(Red-01/Foto.ist)

-BERSAMBUNG-

Before,

PROGRAM BEDAH RUMAH KEMEN-PUPR ‘BEDA’ DENGAN LEGENDA RORO JONGGRANG. “AYO, PAK KHALAWI GASPOL !”

Tentang RedaksiKJ 920 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan