Kabar Bali (21), “KONFLIK RUSIA-UKRAINA & POTENSI PARIWISATA BALI”

Kabar Bali (21),

“KONFLIK RUSIA-UKRAINA & POTENSI PARIWISATA BALI”

Koranjokowi.com, OPIni:

Konflik Rusia-Ukraina yang dimulai tahun 2014 telah mencapai puncaknya pada 24 Februari 2022. Konon biaya perang perang Rusia hingga saat ini telah lebih dari Rp.1000 trilyun?. Dunia internasional mengutuk Rusia dan menuduhnya melanggar hukum internasional dan melanggar kedaulatan Ukraina. Banyak negara menerapkan sanksi ekonomi terhadap Rusia, individu Rusia, atau perusahaan,terutama setelah invasi 2022. Namun Rusia masa bodoh.

Mengapa Rusia demikian bernafsu memerangi Ukraina, dari beberapa sumber terpercaya disebut beberapa alasan dan posisi terakhirnya

1. Rusia butuh kemenangan.

Saat ini Pasukan Rusia masih sulit menguasai ibu kota Ukraina, Kyiv. Kalau pun mendapat dukungan  kelompok separatis pro-Moskow  mengingat disana masih banyak penduduk sipil dan Rusia takut melakukan perang terbuka khususnya akan jatuhnya korban para anak, ibu dan lansia.

Ukraine And Russia Conflict Explained: Attack On Ukraine By Russia is potentially onset of war in Europe_60.1

2. Rusia menginginkan jembatan ekonomi.

Adapun keberhasilan menguasai  wilayah Timur Ukraina  membawa dampak ekonomi yang sangat menguntungkan bagi Rusia. Pasalnya wilayah itu sendiri merupakan wilayah industri yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan.

Donbass sendiri adalah kawasan industri berat yang dikenal dengan industri pertambangan batu bara dan cadangan batu bara besar yang berpotensi dapat diakses Rusia jika mencaplok seluruh wilayah.

Selain itu, penguasaan Donbass juga akan memungkinkan Rusia untuk membuat “jembatan darat” ke Krimea, yang dicaploknya dari Ukraina pada 2014. Krimea dapat menjadi pusat militer dan perdagangan penting bagi Moskow di Laut Hitam.

3. Politik identitas.

Wilayah Donbas juga penting bagi Rusia dalam hal identitas nasionalnya. Pasalnya, warga wilayah itu sampai hari ini masih mengakui identitasnya sebagai orang Rusia.

Hal ini pun juga menjadi sebuah alasan Rusia mengakui Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk sebagai wilayah yang lepas dari kedaulatan Ukraina. Mereka juga memberikan bantuan finansial bagi kelompok separatis di wilayah itu.

Dalam citraan media Rusia, warga Donbass disebutkan sering mendapatkan persekusi dari kaum nasionalis Ukraina. Ini juga membawa pemberitaan bahwa banyak warga Donbass yang mengungsi ke Rusia karena tindakan persekusi ini.

4.Pemutar balikan fakta melalui Pers

Peran sekutu UKraina dalam mengarahkan Pers Barat telah bekerja sejak awal,  belakangan ini mulai ‘di-arahkan’ jika Rusia telah merasa lelah dan babak belur karena tidak berhasil menguasai Ukraina

5.Ukraina Pendukung NATO

Alasan lain, sebelumnya Rusia & Ukraina ibarat adik kakak, namun setelah Ukraina bergabung dengan NATO maka dianggap out of the box oleh Rusia, mulailah terjadi konflik diantara mereka apalagi setelah Ukraina Pada tahun 2001, Ukraina, bersama dengan Georgia, Azerbaijan, dan Moldova, membentuk sebuah kelompok yang disebut GUAM – Organisasi untuk Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi, yang dianggap Rusia membunuh dari belakang  CIS –  kelompok perdagangan yang didominasi Rusia yang didirikan setelah runtuhnya Uni Soviet.

Juga  Rusia semakin kesal dengan Revolusi Oranye tahun 2004, yang membuat Viktor Yuschenko yang pro-Eropa terpilih sebagai presiden, bukan Viktor Yanukovych yang pro-Rusia. Lainnya lagi, Ukraina mendukung NATO mengerahkan kontingen pasukan terbesar ketiga ke Irak pada tahun 2004, serta mendedikasikan pasukan penjaga perdamaian untuk misi NATO  di Afghanistan dan KFOR di Kosovo.

Apapun demi perdamaian, ekonomi pasca Covid19 dan kemanusiaan dunia, kiranya kita berdoa bersama konflik ini  segera berakhir dengan indah. Karena ini pun ada dampaknya bagi pariwisata Bali, yang juga sedang recovery ekonomi sektor pariwisata. Jauh sebelum adanya konflik ini, turis Rusia ke Bali sekitar 158.000 orang di tahun 2018-2020, kini tersisa sekitar 17.000-an, adapun yang tertinggi saat ini adalah turis asal Australia > 89.783 orang dan turis asal India sebesar 28.167 kunjungan.

“Ya seperti itu bahkan data Asosiasi operator pariwisata inbound Indonesia atau Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) pernah merilis data turis Rusia yang datang ke Indonesia biasanya berada di rentang usia 27 – 45 tahun dari latar belakang menengah ke atas. Mereka biasanya menghabiskan waktu di Indonesia selama 11 sampai 14 hari. Dan 40-60% nya datang ke Bali dan Lombok. Turis asal Ukraina juga cukup potensial ada sekitar 20.000-30.000 orang yang ke Bali diperiode sebelum tahun 2018-2020”, demikian PimRed Koranjokowi.com-Arief P.Suwendi saat diminta tanggapan atas hal ini.

Tangkapan layar dari tayangan perkembangan pariwisata Bali dalam Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik Bali, Kamis (2/6/2022).

Reaksi Turis Ukraina di Bali soal Seruan Perubahan Aturan Visa, Merasa Dirugikan Ulah Turis Rusia

Hal lain masih kata PimRed, turis Rusia pasca Covid 19 ini cenderung impulsif sehingga perlu didorong oleh promosi dan penawaran menarik berwisata. Salah satunya diskon dan kegiatan wisata yang bervariasi. Apalagi dengan adanya konflik ini hampir  57% warga Rusia dilanda kesulitan finansial dan hanya 26% yang bisa bertahan melalui pandemi tanpa pendapatan.

‘Svaha…

(Agung/Foto.ist)

Lainnya,

Agung Dharma, TIRTAGANGGA KARANGASEM BALI – (5), “Besok 4/9/2022 Event Free Weekly Traditional Balinese Music Entertainment , Mohon doanya”

Agung Dharma, TIRTAGANGGA KARANGASEM BALI – (5), “Besok 4/9/2022 Event Free Weekly Traditional Balinese Music Entertainment , Mohon doanya” Koranjokowi.com, Lifestyle, Bali : Badan Pengelola Taman Tirta Gangga dengan senang hati menyampaikan kabar gembira kepada […]

Tentang RedaksiKJ 3837 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan