Teman teman relawan dimana saja berada, sengaja saya pancing perhatian dengan judul “SURAT SAKTI DARI GEDUNG KPK !?”, agar kalian menyempatkan waktu membaca tulisan ‘acak kadut’ ini, karena saya yakin akan ada makna dan hikmah seperti tulisa tulisan kita semua selama ini.
Jangan lupa teman, sejak berdiri web Koranjokowi.com ini tgl. 24 Agustus 2019 dan baru ‘mengudara’ tgl. 1 Januari 2020, sampai hari ini Minggu, tgl. 31 Mei 2026 viewersnya telah mencapai lebih dari > 467.096. Banyak ketidak-sempurnaannya namun sebagai konsep penulisan kita telah lama mengenal gaya penulisan Piramida ” SAYUR ASEM “, berbasis data, fakta dan sesederhana apapun bumbunya, dicampur apa saja bahannya, dimasak oleh siapa saja, dimakan kapan saja… rasanya pasti sama, ASEM !, Ahahah.
Teman teman relawan dimana saja berada,
Dikisahkan ada seorang pria mendekati usia pensiun bernama Prabu – 57 thn, punya seorang anak perempuan bernama Karina – 27 tahun. Istri Prabu , Larasati -54 meninggal saat Covid19. Prabu mengontrak rumah di gang sempit kawasan Jakarta Barat, Karina kost di Kota Malang, Jawa Timur. Mahasiswi Hukum Semester IV. Prabu memanggil anaknya dengan nama kecil ‘Neng, dan Karina memanggil Prabu dengan Ayah.
Kemarin, Ayah mengundang datang ke kontrakannya. ” Kang, ini saya buat kemarin saat break kerja di Gedung KPK.Ini surat ke 129 yang saya kirim ke Neng sejak di di kota Malang. Dan kehormatan bagi saya jika akang mau membacanya”.Saya manggut-manggut dan mulai membacanya
Jakarta, 31 Mei 2026
Untuk ‘Neng’ Karina, Putri Kebanggaan Ayah,.
Assalamualaikum wrwb, Neng, apa kabarmu di sana? Semoga kuliah hukummu lancar. Ayah sengaja kirim surat lagi sama Neng karena Ayah suka grogi kalau bicara di telepon apalagi melalui WA. Ayah merasa puas jika dengan menulis dan semoga ini menjadi warisan dan kenang-kenangan jika suatu waktu Ayah tiada.
Neng kali ini Ayah mau ceritera tentang pekerjaan Ayah sebagai pegawai outsourching di gedung KPK yang sudah Ayah jalani hampir 5 tahun disana. Neng, sebentar lagi masa bakti Ayah di gedung ini akan berakhir. Ayah akan segera pensiun dan pulang ke rumah kontrakan ini lagi seperti waktu masih ada Ibu.
Neng , kamu tahu kan Ayahmu ini bukan penyidik hebat atau jaksa yang fotonya sering masuk berita. Ayah “hanya” orang di balik layar, bagian dari barisan grassroot yang memastikan marwah gedung ini tetap tegak. Tapi hari ini, Ayah ingin membocorkan sebuah angka padamu, hal yang jarang sekali orang bahas di luar sana.
Periode thn.2020 – 2025, lembaga tempat Ayah mengabdi ini sudah mengembalikan sekitar Rp. 2,54 triliun uang rakyat ke kas negara. Kalau angka itu dibagi rata dengan jumlah pegawai sekitar 1.950-an orang, artinya tiap orang—termasuk Ayah—secara tidak langsung ikut ‘mengembalikan’ Rp.1,29 miliar untuk negara. Bagi orang lain, Ayah mungkin hanya supir atau petugas yang menyiapkan keperluan operasional.
Tapi bagi Ayah, angka satu miliar lebih itu adalah “warisan” yang Ayah tinggalkan untuk perjalanan sejarah Gedung ini. Kalau pun kami outsourching disetiap waktu ada doa yang mengalir agar para pimpinanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keselamatan. Ayah memang pulang tidak membawa uang pensiun miliaran, tapi Ayah membawa harga diri bahwa tangan Ayah tidak pernah ikut kotor sebagamana para pimpinan dan seluruh pegawai di gedung ini.
Kadang Ayah getir, Neng. Banyak yang diperiksa di gedung ini kemudian mereka dipenjara karena terbukti korupsi, padahal mereka orang orang berpangkat dari mulai mantan menteri , kepala daerah, dan orang orang kaya, Ayah suka ‘mbatin kenapa mereka korupsi lagi. Ayah memang hanya outsourching di gedung ini namun sepertinya Ayah merasa lebih baik dari mereka karena Ayah menjaga amanah.
Kemarin Ayah juga sempat dengar teman teman mengatakan bahwa
Tenaga alih daya (outsourcing) Gedung ini hanya ditempatkan pada posisi pendukung non-inti seperti keamanan, kebersihan, pengemudi, dan teknis tertentu. Juga beredar kabar bahwa untuk tahun 2026, pimpinan gedung ini mengusulkan pagu indikatif/ancar – ancar sebesar Rp.878,04 miliar. Angka ini mengalami penurunan sekitar 29% dibandingkan tahun 2025, yang kemungkinan akan berdampak pada penyesuaian jumlah atau efisiensi pengadaan jasa tenaga pendukung (outsourcing) di tahun tersebut.Dan Ayah tidak paham apa ini juga akan berpengaruh ‘percepatan kerja Ayah kedepan, dan Ayah pasrah kepada Allah.
Oh ya tentang ada tawaran dari ibu teman kamu untuk melamar sebagai guru hukum di SMA swasta, kiranya bisa kamu pertimbangkan Neng. Sehingga kamu nanti bisa tawarkan kurikulum materi anti korupsi disekolah itu. Jangan lihat honornya Neng karena hitung – hitung kamu membantu kerja KPK dalam sosialisasi anti korupsi dilingkungan sekolah.
Ingat Neng, kamu belajar hukum bukan untuk menjadi hakim yang akhirnya diskorsing karena mengabaikan hati nurani, seperti kasus yang sering kita diskusikan. Belajarlah agar kamu bisa tegak berdiri seperti Ayah. Biarlah kita hidup sederhana, asal saat kita menutup mata nanti, tidak ada satu sen pun keringat orang lain yang kita curi. Jaga integritasmu ya, Neng.
Oh ya Neng , maaf ayah mau tanya ya, bagaimana hubunganmu dengan Dio calon tunanganmu?, maaf ya Neng Ayah telah melihat Dio orang baik, apalagi sekarang dia sudah mapam sebagai Kepala Dapur SPPG di kota Malang. Hubungan kalian sudah berjalan lebih dari 2 tahun, tanyakan kepadanya kapan mau meminang Neng?, mumpung Ayah sehat Neng, umur kan kita tidak tahu.
Bilang juga sama Dio jangan terpengaruh tentang cemooh SPPG, Gusti Allah lebih tahu apa yang Dio lakukan sejak subuh agar kualitas gizi dan distribusinya tepat sasaran. Bahkan Ayah bangga waktu kamu ceritera jumlah paket MBG di SPPG – nya Dio meningkat, dari 1800 sekarag mencapai 3.000.
Sudah dulu ya Neng, sudah masuk adzan Magrib. Jangan lupa nasehat almarhumah ibu, “Anaking, jadilah awéwé nu nyekel teguh kana kageulisan akhlak. Kageulisan rupa mah bakal luntur ku mangsa, tapi kageulisan haté mah bakal awét salila-lilana.”(Anakku, jadilah perempuan yang memegang teguh kecantikan akhlak. Kecantikan wajah akan luntur oleh waktu, tapi kecantikan hati akan awet selamanya).
Sampai jumpa di rumah bulan depan., Neng.
Salam sayang,
Ayahmu.
PRABU
Catatan:
Dari isi surat ini kemudian saya mengambilan kesimpulan , sbb;
Integritas Bukan Sekadar Kata: Melalui sosok Ayah berbaju koko dan berkopiah ini, kita diingatkan bahwa kejujuran itu bentuknya sederhana, tidak mewah, tapi sangat kokoh. Di tengah badai korupsi triliunan, ternyata masih ada “lampu-lampu kecil” di rumah kontrakan yang menjaga agar negeri ini tidak gelap gulita.
Harapan pada Generasi Muda: Sosok Karina dalam pigura itu adalah simbol anak-anak muda mandiri Indonesia kebanyakan. Sejauh apa pun , jika kita berdasar tentang kejujuran , doa orang tua dan bekerja keras otomatis tidak akan pernah bisa mengkhianati bangsa ini.
Agent Of Change: Kadang, data triliunan rupiah tidak sekuat cerita tentang seorang pegawai kecil yang bangga karena tangannya bersih saat pensiun. Sosok Ayah ini juga layak disebut Agent Of Change karena dia selalu memotivasi si Neng maupun teman-temannya yang di gedung KPK itu untuk mempunyai sikap integritas yang tidak kalah dari yang ada di gedung itu, karena mereka juga mempunyai kejujuran, dedikasi kerja dan tidak korup.
Mungkin tidak semua benar namun Ayah, Neng dan Dio,
adalah #SAHABAT KPK! dan wajib kita tiru, Demikian.
Mohon maaf lahir bathin.
Hormat kami,
Koranjokowi.com
Koranprabowo.id
#Sahabat KPK!
@Squad_sahabatkpk
============
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, tgl. 31 Mei 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.Ikan Hiu muter – muter, See U Later!
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment