Surat Terbuka
LAPOR MAS WAPRES
“ TUTUP ATAU LANJUT SAMPAI 2029 !? “
Bandung, Tanggal 30 Mei 2026.
Kepada Yth.
Bapak Gibran Rakabuming Raka
Wakil Presiden Republik Indonesia
Di tempat

Bapak Wapres Gibran yang Kami Hormati,
Ijinkanlah jika kemudian kami memanggil bapak dengan ‘Mas Wapres, agar lebih hangat dan dekat sebagaimana sebelum Pilpres 2024 lalu.
Kami adalah relawan yang sudah mengawal negeri ini sejak tahun 2012. Kami bukan relawan parpol yang mencari jabatan, kami adalah relawan mandiri yang bergerak dengan idealisme. Selama 10 tahun terakhir, kami terbiasa dengan birokrasi yang memiliki “telinga dan hati”. Kami terbiasa mengetuk pintu kementerian bahkan rumah dinas di Menteng untuk menuntaskan masalah rakyat hingga 80% selesai.
Namun hari ini, di era kepemimpinan Mas Wapres, kami merasa seperti berbicara dengan tembok.

1.Ironi 400 Pegawai vs Pelayanan “Robotik”
Di lingkungan Setwapres ada 400 pegawai dan 10 Staf Khusus. Tapi mengapa rakyat yang datang jauh-jauh dari Kab.OKI – Sumsel dan Kab.Rejang Lebong – Bengkulu untuk tindak lanjut kasusnya hanya disambut oleh jawaban otomatis dari sebuah aplikasi?

Tiket R40E3X / 4093284 (Konflik Gajah Kab. OKI): Terdaftar sejak 9 Januari 2026, statusnya masih “Verifikasi” sementara nyawa dan lahan Transmigran Kec. Air Sugihan sejak thn.1980-an menjadi taruhan jika mereka tidak waspada , ini juga telah menggangu tidur dan aktifitas mereka apalagi malam hari yang juga dari 100-an PJU yang hidup hanya 5-10 tiang.

Tiket 4566832, (Kasus Penipuan oknum KemenPUPR ): Dokumen penipuan Rp.5,4 Miliar lengkap dengan NIP oknum sudah di tangan, tapi sampai tgl. 30 Mei 2026 ini apakah responnya ‘masih ditelaah?

2.Mana “Taring” Staf Khusus Setwapres?
Era tahun 2014-2024 kami mengalami dimana para Deputi dan Staf Khusus tak segan berdiskusi hingga larut malam demi mencari solusi disetiap temuan relawan daerah. Bahkan ada yang menyediakan waktu diluar jam kerja bertemu dan berdiskusi membahas tentang temuan temuan relawan di rumah dinas mereka. Relawan daerah yang datang pun merasa puas kalau pun menanggung biaya ke Jakarta sendiri.

Maaf, kami pikir program ‘Lapor Mas Wapres’ akan lebih dari itu, nyatanya terasa seperti “kotak pos” mewah yang tak bertuan. Apakah dengan jumlah pegawai di Setwapres sekitar 400 orang dan 10 Staf khusus masih kurang?

Rakyat tidak butuh nomor tiket digital yang tidak berubah statusnya. Rakyat butuh Official Desk yang diisi oleh manusia, yang bisa memberikan dialog, empati, dan kepastian hukum sesudah jauh – jauh mereka datang ke kantor Setwapres sesuai undangan LMW.

3.Early Warning: Keadilan atau Perubahan?
Mas Wapres yang terhormat, keterlambatan merespon jeritan rakyat yang disalurkan melalui LMW adalah bibit ketidakpercayaan. Maka wajar jika kemudian banyak relawan kini menggaungkan hastag #2029GantiPresiden. Ini adalah serupa peringatan dini (Early Warning). Ini bukan sekadar ancaman, tapi cerminan kekecewaan relawan mewakili rakyat karena merasa “ditinggalkan pasca Pilpres 2024 ” oleh sistem yang dibuat pemerintah termasuk peran LMW. Yang robotik tanpa rasa empati.
Kami memohon kepada Mas Wapres: Segera eksekusi dua tiket aduan kami (kasus Gajah dan oknum KemenPUPR) juga terhadap tiket tiket rakyat lainnya yang mungkin sekarang telah hilang atau dibuang. Bijaksananya, Ajak mereka bicara langsung sesudah pulang ke daerah masing masing dan bukan melalui aplikasi/robotic.

Jika dibiarkan, jangan salahkan jika relawan dan rakyat yang awalnya optimis menjadi pesimis dan mencemooh bahwa program LMW hanyalah etalase politik yang kehilangan ruhnya..Terakhir kami bertanya kepada Mas Wapres, “Apakah LMW akan tetap lanjut dengan Solusi Nyata, atau Tutup saja karena ‘Pemberi harapan palsu?”
Demikian, terima kasih dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Hormat Kami,
Koranjokowi.com & Koranprabowo.id.
Arief P. Suwendi Arie Kurniawan Samidi
Kord.Nasional Kord. Prov. Bengkulu Kord.Kab. OKI, Prov. Sumsel.
[Email : Koranprabowo@gmail.com, aliskpk2026@gmail.com]
![]()



============
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu tgl. 30 Mei 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.Ikan Hiu muter – muter, See U Later!
===============
Zombie Koranprabowo.id Bergentayangan, “TERBUNUH ATAU DIBUNUH?”
Be the first to comment