Vien J.Siregar, Sumut. #SahabatKPK!,”BABI HUTAN SIMALUNGUN – ASAHAN , MENGGUGAT!”

Vien J.Siregar, Sumut. #SahabatKPK!,

“BABI HUTAN SIMALUNGUN – ASAHAN , MENGGUGAT!”

Selasa (14/7) ,’Kriiing, kriiing, telepon berdering, kulirik. “Mak, KordNas!”, sebetulnya sudah ngantuk kali awak di pkl.22.10 ini, tapi pasti ada yang penting kalau telepon malam hari, itu gaya KordNas sejak saya kenal thn.2020 lalu.Dan biasanya ada perintah, “Malam Laeku, dimana ini lae?”, tanya KordNas. “Dirumah pak”, “Baguslah kalau begitu bisa leluasa kita ngobrol”, Bah…sudah tepat firasatku,alamat ngopi bergelas-gelas kalau begini modelnya.

Tanpa ada titik dan koma, KordNas – Arief P. Suwendi berceritera tentang Suku kami (Karo)  yang gemar berburu sejak jaman dahulu. “Tradisi berburu babi hutan (Njumpa babi atau Merburu) itu bagi suku Karo termasuk kearifan lokal , karena kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk membasmi hama yang merusak lahan pertanian, tetapi juga sebagai ajang rekreasi dan mempererat kebersamaan antarwarga”,Bah, bagaimana KordNas ini paham sedangkan dia suku Sunda. Kemudian KordNas pamit menutup telepon, sambil mengirimkan selembar surat PDF. “Ini baca Lae, besok pagi aku telepon, mau dengar apa tanggapan,Lae”, ‘Klik…telepon ditutup.

SURAT TERBUKA

“BABI HUTAN KEMBAR SIMALUNGUN – ASAHAN, MENGGUGAT!”

Kepada Yth,
KordNas Koranjokowi.com, #SahabatKPK! & Fabelism Journalism (FABJOUR)
Up.Kord.Wilayah Sumut – I, Vien J. Siregar
di Tempat
Menjawab jeritan hati kawanan satwa liar yang terus diburu di perladangan Kabupaten Simalungun hingga Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kami Babi Hutan Kembar  (Babun I dan Babun II) secara syah diutus oleh KOMUNITAS BABI HUTAN SIMALUNGUN ASAHAN (KOMBAHUTSIMAS)  untuk menyampaikan beberahap hal penting dibawah ini :
SADA, MENGAPA BABI HUTAN YANG DISALAHKAN?
“Mejuah-juah Baba Kubang man Kang Arief i Bandung, Laeku Vien J.Siregar. Tolong sehken surat enda segat-gatna ku meja kerja Ibu Presiden Miss Pussy Noni. Kami bangsa babi taneh i Simalungun-Asahan nggo dekah latih iudu-udu gancih kaling merusak juma jagong warga. Kami itombak pake lemdang janah iayak-ayak asu pemuru Karo. Kami ngaloken si e bagi hukum alam. Tapi si la ras kami megiken, ngkai maka baba kami si rotak kerna kubang terus iayak, gancih ari ‘Hama Berdasi’ si ngerampas ingan nggeluh kami gancih ibas-bassen bebas nguloti sen rakyat i lebe-lebe mata? Tolong FABJOUR kawali manusia-manusia rangap enda!”
Artinya; “Salam Moncong Lumpur untuk Kang Arief di Bandung dan Abang Vien J. Siregar. Tolong sampaikan surat ini sesegera mungkin ke meja kerja Ibu Presiden FABJOUR -Miss Pussy Noni. Kami bangsa babi hutan di Simalungun-Asahan sudah lelah dituduh sebagai hama tunggal yang merusak ladang jagung warga. Kami ditombak dengan lemdang dan dikejar anjing pemburu Karo. Kami terima itu sebagai hukum alam. Tapi yang kami tidak terima, kenapa moncong kami yang kotor karena lumpur terus diburu, sementara ‘Hama Berdasi’ yang merampok ruang hidup kami justru dibiarkan bebas melahap uang rakyat di depan mata? Tolong FABJOUR awasi manusia-manusia serakah ini!” 
DUA, KOMITMEN ANTIKORUPSI  KAB.SIMALUNGUN, BASA BASI?
Belakangan ini, Pemkab Simalungun bersama DPRD gencar mempublikasikan komitmen antikorupsi yang mencakup penolakan gratifikasi, transparansi APBD, hingga penguatan pengawasan. Bahkan, telah diterbitkan Keputusan Bupati Simalungun Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Kerugian Daerah Kabupaten Simalungun. Namun mengapa masih muncul kasus dugaan  Korupsi Pelatihan BUMDes & Ketahanan Pangan TA 2025 yang kini telah naik ke tahap penyidikan dan menjaring hingga 110 orang saksi. Ditambah lagi dengan kasus korupsi BUMNag Unggul Jaya di Dolok Merangir II yang merugikan negara sebesar Rp 533,3 juta.?
TELU, DRAMA SIDAK JALAN RUSAK YANG LAMA TELANTAR
“Kami para babi si paksa mentas-mentas ibas kerangan teti jenggi metehsa, dalan rengat antara Kerasaan-Perdagangan terus ku Desa Marihat Hulu ibas Kecamatan Bosar Maligas e mbelitna sada 30 kilometer ngenca. Tapi dalan urat nadi e nggo itelantarken hancur ampas mbelitna 5 tahun dekahna! Bertahun-tahun sinik-sinik saja la lit ulih suli, dungna rempet isidak nggul sangana masalah enda mbaru ndai nggor. Ku ja ari anggaran perawatan dalan mbelitna setengah dekade enda?” 
Artinya, “Kami para babi yang sering melintasi semak-semak tahu persis, jalur rusak antara Kerasaan-Perdagangan hingga ke Desa Marihat Hulu di Kecamatan Bosar Maligas itu jaraknya cuma sekitar 30 kilometer. Tapi jalan urat nadi itu sudah telantar hancur lebur hampir 5 tahun lamanya!. Selama bertahun-tahun sepi-sepi saja tanpa perbaikan, lalu tiba-tiba Pemkab Simalungun melakukan ‘sidak’ dibeberapa titik kerusakan jalan seolah-olah itu masalah baru kemarin sore. Kemana saja anggaran perawatan jalan selama setengah dekade ini?”
EMPAT, KEBERANIAN PEMERINTAH.

Kalau pun kami tidak dijadikan BPK – Babi Panggang Karo, karena dianggap kami ini hewan hina yang ber-  aroma liar (prengus/apek)  sehingga memerlukan proses pengolahan yang jauh lebih rumit agar nyaman disantap. Kami berharap pemerintah setempat mulai kembali ‘meng-evaluasi’ keberadaan perusahaan peternakan babi berskala sangat besar. Jangan sampai kasus yang terjadi antara PT.AN  dan warga desa Urung Pane, Simalungun terjadi lagi dimana-mana kalaupun hanya masalah sepele,  limbah kotoran babi. Bukan babinya, tapi kotoran dsb.

Kami, Babun (Babi Hutan Tambun) 1 & 2 berharap , …. “Bagai penutupna, iarapken kami, asa kerina si isuratken i datas ndai banci iseleseiken olih kam kerina jelma (manusia). Adi perlu, babalah masalah enda seh ku Istana Presiden. Adi lang, ula salahken kami adi dungna kami nggo nggembangi bana pusat-pusat peternaken ras kedai-kedai BPK !”, Artinya: Semua hal diatas dapat difasilitasi hingga Istana Presiden. Jika tidak jangan salahkan kami jika nanti kami sendirilah yang membongkar pusat-pusat peternakan dan warung warung BPK.
Dan ingat jika bertemu kami, Babun 1 berkumis tebal dan Babun 2 yang berkacata mata hitam.
“Bage me surat enda isehken kami, mangat iperdiateken kam alu tangkas (serius). Adi lang, asa kiamat pe kami labo nggit nggabung gancih anggota FABJOUR. Nurung hiu muter-muter, see you later, merdeka!”, Artinya ,”Demikian surat ini kami sampaikan, mohon perhatiannya dengan serius karena jika tidak, maka kami tidak akan pernah mau menjadi anggota FABJOUR sampai kiamat sekali pun. Ikan hiu muter muter, see you later, merdeka!””
(Red-01/Foto: Ist)
(BERSAMBUNG)
(Catatan: Narasi ini adalah bagian dari satire fiksi Republik Fabelia, di mana hewan digambarkan layaknya manusia, sebagai bentuk sindiran sosial. Rincian lengkap mengenai satir ini dapat dilihat pada sumber)

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, 15 Juli  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===============

 

We Love Polri, “KOK NGOTOT REFORMASI POLRI ?”

Tentang Koran Jokowi 4358 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan