PRESS RELEASE: “DARI BANDUNG KITA LAWAN!”

PRESS RELEASE:

“DARI BANDUNG KITA LAWAN!”

SQUAD KORANJOKOWI.COM & #SAHABATKPK!

LUNCURKAN PENGURUS  FABELISM JOURNALISM (FABJOUR)

SEBAGAI SENJATA BARU ANTI-KORUPSI BERKELAS DUNIA

Bandung, 14 Juli 2026.
Isu pemberantasan korupsi di tanah air kerap disajikan dalam bentuk data angka, pasal-pasal hukum yang kaku, atau laporan formal yang tebal. Di tengah kesibukan modernitas, format konvensional ini sering kali membuat masyarakat enggan melirik, apalagi membacanya secara tuntas.
Berangkat dari kegelisahan inilah, sebuah “inovasi gerakan literasi Relawan” yang digagas squad koranjokowi.com (yang telah eksis sejak tahun 2020 dengan raihan lebih dari 482.000 viewers di dalam dan luar negeri) resmi melahirkan gerakan #SahabatKPK! dan FABELISM JOURNALISM (FABJOUR).

Apa itu Fabelism Journalism (FABJOUR)?

Fabelism Journalism (FABJOUR) adalah metode jurnalisme alternatif yang mengemas fakta, edukasi, tindak pidana korupsi, serta kritik sosial ke dalam narasi fabel (cerita fiksi dengan tokoh-tokoh binatang bercirikan watak manusia).
Squad Koranjokowi.com pun melahirkan sosok-sosok “The Famous Anti-Corruption Fable Alliance 2026” yang duduk dalam struktur kepengurusan elit Republik Fabelia sebagai berikut:

1.The President: Miss Pussy Noni (Kucing Persia yang telah dinaturalisasi)

2.Sekretaris Jenderal (Sekjend): Sis Beqie (Bebek Peking, telah dinaturalisasi)

3.Kord. Penasehat Bd. Intelijen , KemenLu & KemenGue: Jenderal Pine Martin (Musang/Rubah Hutan asal Irlandia yang telah dinaturalisasi oleh Kemenko Kehewanan & Kemanusiaan)

4.Penasehat Bidang Toleransi Agama & Budaya: Haji Mbek (Domba Garut asli Jawa Barat)

5.Wakil Penasehat Bidang Polhukamham: Om Gori (Gorila perkasa asal Afrika yang telah dinaturalisasi)

6.Wakil Penasehat Kepolisian & TNI : Mister Clepuk, Burung Hantu Rajah asal Kalimantan

7.Jaksa Agung & Algojo Koruptor: Bang Condor (Burung Pemakan Bangkai)

8.Panglima Operasi Senyap: Bang Lodaya (Macan Kumbang Hitam) & Bang Tutul (Macan Tutul)

9.Menteri Komdigi & Juru Bicara: Boy Beo (Burung Beo)

10.Kepala Divisi Pengamanan Markas Pusat (Bandung): Bruno Ono (Anjing Doberman Security)

11.Menteri Pertanian & Keluarga Berencana : Bro Kater ,Katak Terbang asal Jombang,Jatim.

12.Menteri Kelautan & Diknas : Om Lumba, asal Pantai Lovina -Bali

13.Menteri Kehutanan : Bro Lubud, Lutung Bedung asal kab.Madina, Sumut

14.Menteri Urusan Pertahanan Udara : Mister Elang, Elang Kapul asal Papua

15.Menteri Transmigrasi & Urusan Rawa Mangkrak : Kak Karawa, Katak Rawa/Tegalun asal NTT

16.Menteri Intelejen & IT : Mat Kampret, Kelelawar/Paniki asal Maluku.

17.Menteri Kesehatan Jasmani & Rohani : Doktor Kodok, Kongkang asal Jambi

18.Menteri Pemberdayaan Desa Tertinggal : Bro Rangkong, burung Enggang/Taong asal Sulawesi

19.Menteri Dalam Negeri Hewan : Jenderal Bodas, Harimau Putih asal India yang telah ber-KTP Jawa Barat

20.Menteri Hewan Rumahan & Penjara: Ikan Koki, Kembar Koko &  Kiki asal NTB

21.Menteri MBG, KopDes & Koperasi Nelayan : Mbah Rebon, Udang Rebon asal Cirebon,Jabar.

22.Menteri ATR/BPN Nasional dan LN : Mister Rusa, Rusa Totol asal Kep.Riau

23.Menteri Parekraf dan Gen Z : Bro Simpai, Lutung Merah asal Sumatera selatan

24.Menteri Pemberdayaan Perempuan & Anak Hewan : Mrs.Brumad, Beruang Madu asal Aceh .

25.Menko Bd.KPK,Polisi & Kejaksaan : Jenderal Tavir, asal hewan Tapir Sumatera Barat.

Para relawan dan teman teman pers dimana saja berada,

Demikian susunan pengurus FABJOUR PERIODE THN.2026-2029  ini disampaikan

Saudara saudara, Para ilmuwan dunia awal tahun 2026 lalu memperkirakan  total spesies hewan di Bumi mencapai sekitar 8,7 juta, dengan rincian 86% hewan darat dan 91% hewan laut yang belum ditemukan atau diklasifikasikan. Seluruh potensi satwa ini menjadi agen potensial gerakan. Namun kami sepakat bahwa sampai thn.2029 yad, menolak keras Banteng dan Gajah menjadi anggota karena mereka telah menjadi simbol parpol.Adapun Burung Garuda adalah lambang pemersatu kita semua, sehingga beliau dapat kita angkat sebagai Pejabat ad interim atau Komisaris Independent. 
FABJOUR bertugas menguliti realitas hukum dan politik dengan gaya yang satir, jenaka, namun tetap tajam dan berbasis fakta lapangan. Ini bukan sekadar mendongeng, melainkan taktik jurnalisme non-mainstream milik squad koranjokowi.com untuk menyuarakan kebenaran tanpa kehilangan daya pikatnya.
Seperti slogan utama mereka: RELAWAN NEVER DIE!
————-
“Disaat manusia tidak cukup waktu untuk bicara antikorupsi maka hewanlah yang akan didepan! – When humans lack the time to speak out against corruption, animals will step to the forefront!”
—————

MENGAPA FABJOUR DIPERLUKAN DI INDONESIA?

Di era digital saat ini, waktu menjadi komoditas yang sangat mahal. Di saat manusia tidak punya waktu untuk membaca tentang antikorupsi, maka diperlukan gerakan relawan seperti FABJOUR ini, karena fabel memiliki kekuatan universal yang melintasi batas usia dan latar belakang pendidikan. Ketika masyarakat jenuh dengan berita politik yang penuh intrik, kisah satwa ala FABJOUR hadir sebagai penawar yang ringan namun menyentil psikologis pembaca.
Relawan FABJOUR bertindak sebagai “ojek informasi dan penerjemah” isu-isu korupsi yang rumit menjadi cerita yang habis dibaca dalam 3 menit di sela-sela kesibukan ngopi atau berkendara. Konsep visual dan narasi yang apik membuat pesan antikorupsi dapat tersampaikan secara subliminal—masyarakat terhibur sekaligus teredukasi tanpa merasa digurui.

FABJOUR GO INTERNASIONAL !?

Gerakan yang dimotori dari markas besar di Kota Bandung ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Dahulu Bandung punya “BANDUNG LAUTAN API!”, kini punya slogan baru yaitu,  “DARI BANDUNG KITA LAWAN!”, kota Bandung yang dingin tidak menjadikan semangat antikorupsinya ‘sarungan’.
Bahkan menurut Presiden FABJOUR, Miss Pussy Noni, pihak Hollywood (Amerika Serikat) dan Asosiasi Animasi Jepang (AJA) adalah target utama mereka agar FABJOUR segera Go International.
“Kami yakin, Insyaallah FABJOUR akan menjadi rujukan dunia internasional jika dikemas dengan apik sebagaimana amanat internasional PBB, khususnya Pasal 13 United Nations Convention Against Corruption (UNCAC)—yang di Indonesia telah diratifikasi melalui UU No. 7 Tahun 2006. Dimana tegas menyatakan bahwa masyarakat sipil, organisasi non-pemerintah, dan komunitas berbasis relawan mempunyai hak serta peran aktif untuk ikut serta mencegah dan memberantas korupsi. PBB sendiri melalui UNODC selalu mendorong kampanye kreatif yang mengaitkan hak asasi manusia dengan gerakan antikorupsi. Bahkan kami berencana akan me-judicial review PBB, UNCAC & UNODC agar hewan dapat dimasukan di sana,” tambah Sekjend FABJOUR, Sis Beqie, kepada media pada (13/7) lalu.
“Jika FABJOUR konsisten menyuarakan isu-isu global (seperti kelestarian alam, hak pekerja, hingga transparansi anggaran) lewat analogi satwa, bukan tidak mungkin model jurnalisme dari relawan Indonesia ini diadopsi oleh para aktivis di berbagai belahan dunia. Namun jangan coba-coba memplagiat, karena sudah kami hak patenkan!” ancam Bang Condor, si Burung pemakan bangkai koruptor dengan nada dingin.
Squad koranjokowi.com telah menegaskan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Melawannya pun tidak bisa hanya dengan cara biasa. Harus sedikit aneh, gokil, namun tetap berbasis data dan fakta yang akurat.
“Ini membuat hewan-hewan di seluruh dunia menyambut baik kehadiran FABJOUR. Adapun pilihan politik squad koranjokowi.com yang menegaskan #2029 MENOLAK JOKOWI CAPRESKAN PRABOWO! … itu hak mereka. Namun sebagai ‘anak asuh’, sangat berdosa jika tidak ikut itu, ahahaha!” tutup Jenderal Pine Marten, Musang hutan Irlandia yang legendaris, saat ditemui di Kota Bandung (13/7) lalu.
Bandung, 14 Juli 2026
Sekian dan terimagaji.
                                                     
Presiden Fabjour – Miss Pussy Noni & Sekjen – Sis Beqie
Kontak Media & Informasi Gerakan:
  • Media Center: Squad Koranjokowi.com / FABJOUR Markas Besar Bandung
  • Tagar Resmi: #SahabatKPK #FABJOUR #DariBandungKitaLawan #RelawanNeverDie


—— English Version ——
We purposefully rolled out this press release in two languages, specifically for our network and colleagues over in Washington, USA, and Tokyo, Japan.: Press release ini sengaja dibuat 2 bahasa, karena permintaan kolega di Wahington USA & Tokyo, Jepang”

PRESS RELEASE: “FROM BANDUNG, WE FIGHT BACK!” — KORANJOKOWI.COM SQUAD & #SAHABATKPK! LAUNCH FABELISM JOURNALISM (FABJOUR) LEADERSHIP: A NEW WORLD-CLASS ANTI-CORRUPTION WEAPON

BANDUNG, JULY 13, 2026 — Anti-corruption efforts in Indonesia are often presented through dry statistics, rigid legal articles, or thick formal reports. In the hustle and bustle of modernity, these conventional formats fail to capture public interest, let alone inspire people to read them to the very end.
Driven by this concern, a breakthrough “Volunteer Literacy Movement” initiated by the koranjokowi.com squad (active since 2020 with over 482,000 viewers globally) has officially launched the #SahabatKPK! movement alongside FABELISM JOURNALISM (FABJOUR).

What is Fabelism Journalism (FABJOUR)?

Fabelism Journalism (FABJOUR) is an alternative journalism method that packages hard facts, educational content, anti-corruption campaigns, and social critiques into fable-style narratives (fictional stories featuring animal characters with human traits).
The Koranjokowi.com squad has officially introduced the leadership lineup of “The Famous Anti-Corruption Fable Alliance 2026,” sitting as the elite administration governing the Republic of Fabelia for the 2026-2029 term:

🏛️ ELITE LEADERSHIP STRUCTURE OF THE REPUBLIC OF FABELIA (FABJOUR 2026-2029)

  1. The President: Miss Pussy Noni (A naturalized Persian Cat)
  2. Secretary-General (SecGen): Sis Beqie (A naturalized Peking Duck)
  3. Chief Advisor for Intelligence, Foreign Affairs, and Internal Matters: General Pine Marten (An Irish Wild Marten/Fox, naturalized by the Ministry of Animal & Human Affairs)
  4. Advisor for Religious & Cultural Tolerance: Haji Mbek (An authentic Garut Sheep from West Java)
  5. Vice Advisor for Political, Legal, and Security Affairs: Om Gori (A powerful African Gorilla, naturalized)
  6. Vice Advisor for Police & Military Affairs: Mister Clepuk (A Rajah Scops Owl from Borneo)
  7. Satirical Attorney General & Corruptor Executioner: Bang Condor (A Vulture)
  8. Commanders of Covert Field Operations: Bang Lodaya (A Black Panther) & Bang Tutul (A Leopard)
  9. Minister of Information & Official Spokesperson: Boy Beo (A Myna Bird)
  10. Head of Headquarters Security Division (Bandung Central): Bruno Ono (A Doberman Security Dog)
  11. Minister of Agriculture & Family Planning: Bro Kater (A Gliding Frog from Jombang, East Java)
  12. Minister of Maritime Affairs & National Education: Om Lumba (A Dolphin from Lovina Beach, Bali)
  13. Minister of Forestry: Bro Lubud (A Banded Langur from Mandailing Natal, North Sumatra)
  14. Minister of Air Defense: Mister Elang (A Gurney’s Eagle from Papua)
  15. Minister of Transmigration & Abandoned Swamplands: Kak Karawa (A Swamp Frog from East Nusa Tenggara)
  16. Minister of Intelligence & IT: Mat Kampret (A Fruit Bat/Paniki from Maluku)
  17. Minister of Physical & Spiritual Health: Doktor Kodok (A River Toad from Jambi)
  18. Minister for the Empowerment of Disadvantaged Villages: Bro Rangkong (A Knobbed Hornbill from Sulawesi)
  19. Minister of Animal Home Affairs: General Bodas (An Indian White Tiger, holding a West Java ID card)
  20. Minister of Domestic Pets: Koko & Kiki (Twin Goldfish from West Nusa Tenggara)
  21. Minister of Free Nutritious Meals (MBG), Village & Fishery Cooperatives: Mbah Rebon (A Krill/Shrimp from Cirebon, West Java)
  22. Minister of Land, Spatial Planning (ATR/BPN) & International Land Affairs: Mister Rusa (A Chital Deer from Riau Islands)
  23. Minister of Tourism, Creative Economy & Gen Z Affairs: Bro Simpai (A Mitred Leaf Monkey from South Sumatra)
  24. Minister of Women & Animal Child Empowerment: Mrs. Brumad (A Sun Bear from Aceh)
  25. Coordinating Minister for KPK, Police, and Prosecution Affairs: General Tavir (A Malayan Tapir from West Sumatra)
To our fellow volunteers and press members across the globe, this constitutes the official organizational lineup of FABJOUR for the 2026-2029 term.
Brothers and sisters, scientists estimated in early 2026 that the total number of animal species on Earth reaches approximately 8.7 million, with 86% of land species and 91% of marine species still undiscovered or unclassified. This vast animal kingdom represents a massive potential force for our movement.
FABJOUR exposes legal and political realities using a satirical, witty, yet razor-sharp approach backed by solid field data. This is not mere storytelling—it is a non-mainstream investigative tactic by the koranjokowi.com squad to voice the truth while keeping the audience thoroughly engaged.
As their core slogan proclaims: VOLUNTEERS NEVER DIE!
“When humans lack the time to speak out against corruption, animals will step to the forefront!”

Why are FABJOUR Volunteers Desperately Needed?

In today’s digital era, time is the most expensive commodity. When humans don’t have the time to read about anti-corruption, volunteer movements like FABJOUR become essential. Fables possess a universal power that transcends age groups and educational backgrounds.
As the public grows weary of political news riddled with political intrigue, FABJOUR’s animal chronicles offer a refreshing alternative that is light to digest yet psychologically impactful.
FABJOUR volunteers act as “information couriers and translators,” breaking down complex corruption cases into 3-minute stories perfect for a quick coffee break or a daily commute. The seamless combination of visual concepts and brilliant narratives delivers anti-corruption messages subliminally—entertaining the public while educating them without being preachy.

Aiming for the International Stage

This movement, driven directly from its headquarters in Bandung, is not to be underestimated. Living up to their slogan “FROM BANDUNG, WE FIGHT BACK!”, the chilly air of Bandung does not make their anti-corruption spirit sluggish.
According to FABJOUR President, Miss Pussy Noni, Hollywood (USA) and the Association of Japanese Animations (AJA) are their primary targets to take FABJOUR global.
“We are highly confident that, God willing, FABJOUR will become an international benchmark if packaged properly, in line with the UN international mandate—specifically Article 13 of the United Nations Convention Against Corruption (UNCAC), ratified in Indonesia via Law No. 7/2006. It explicitly states that civil society, non-governmental organizations, and volunteer-based communities have the right and active role to help prevent and combat corruption. The UN, through the UNODC, constantly encourages creative campaigns that link human rights with anti-corruption movements. In fact, we plan to submit a judicial review to the UN, UNCAC, and UNODC to officially include animals in their mandates,” added FABJOUR SecGen, Sis Beqie, to the media on July 7.
“If FABJOUR consistently champions global issues—such as environmental conservation, labor rights, and budget transparency—through animal analogies, it is highly possible that this journalism model from Indonesian volunteers will be adopted by activists worldwide. However, don’t even think about plagiarizing us, because we have already patented it!” warned Bang Condor, the corruptor-eating vulture, in a cold tone.
The squad at koranjokowi.com has reaffirmed that corruption is an extraordinary crime. Fighting it requires extraordinary measures. It has to be a bit unusual, crazy, yet strictly anchored in accurate data and facts.
“This is why animals across the globe have warmly welcomed FABJOUR. As for the political stance of the koranjokowi.com squad asserting #2029 REJECTING JOKOWI ENDORSING PRABOWO AS PRESIDENTIAL CANDIDATE!… that is entirely their right. But as their ‘foster children,’ it would be a sin if we didn’t back them up, haha!” concluded the legendary Irish wild marten, General Pine Marten, when met in
Bandung on July 7.
Bandung, July 13, 2026
That is all, and thank you for the ‘paycheck’.
FABELISM JOURNALISM
Media Contact & Movement Information:
  • Media Center: Squad Koranjokowi.com / FABJOUR Bandung Headquarters
  • Official Hashtags: #SahabatKPK #FABJOUR #DariBandungKitaLawan #RelawanNeverDie
  • Email: aliskpk2026@gmail.com
(Red-01/Foto.ist)

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa, Tgl.14 Juli  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===============

 

We Love Polri, “KOK NGOTOT REFORMASI POLRI ?”

Tentang Koran Jokowi 4357 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan