Teman teman relawan Koranjokowi.com dan Koranprabowo.id dimana saja kalian berada,
Terima-kasih atas dukungan atas masih ‘matinya’ web Koranprabowo.id sejak tgl. 1 Mei 2026 lalu semoga surat yang kita kirim ke – 9 anggota Kabinet saat ini dengan harapan minimal menjadi menjadi ‘lilin’ gerakan kita untuk terus mengawal ASTA CITA hingga tahun 2029. Relawan Never Die !
Pernah gak sih ngerasa kalau pemerintah kita itu makin mirip server game yang lagi error? Anggarannya overpriced, tapi tiap kali mau report bug, responsnya cuma dijawab bot. Welcome to the era of“Hantu Kabinet”—di mana sangat sibuk saat menghitung APBN, tapi mendadak jadi ‘menghilang, ghaib pas dicari rakyat. ‘Ngehe nggak sih?
Mari kita binge-watch fakta gelap di balik drakor anggaran ini:
1. Kabinet “Gemuk”, Plot Twist Kantong Rakyat Kempes 💸
Bayangin, kita punya 109 “pemeran utama” di Kabinet Merah Putih. Menurut riset CELIOS, biaya buat bayar gaji dan dana taktis mereka tembus Rp32,5 miliar/bulan (silahkan googling). Pertanyaannya, duitnya dari mana? Ya dari PPN tiap kali lo checkout belanjaan atau potongan PPh pas lo lembur bagai kuda. Kita yang patungan bayar gaji high-class, tapi rapor kinerja mereka dari CELIOS cuma dapat nilai 3 dari 10! The math is not mathing. Pejabatnya makin ultra-rich, rakyatnya dipaksa survive ala drakor Squid Game.
2. Mau Komplain? Silakan Ngobrol Sama Dinding Robot! 🤖
Nah, ini episode paling komedi. Dengan anggaran segede gaban, hampir semua instansi sekarang pakai chatbot AI buat komunikasi publik. Efeknya? Tiap kali rakyat mau protes, kita dipaksa ngobrol sama dinding gaib. Gak ada empati, gak ada solusi, yang ada cuma jawaban template: “Terima kasih atas laporan Anda.” Ini mau melayani masyarakat atau lagi bikin labirin digital biar rakyat capek sendiri lalu menyerah?
3. Akting Protagonis: Klarifikasi Sinematik Tanpa Logika 🎬
Pejabat tingginya kalau ngomong langsung malah makin drama. Kemarin pas Seskab Teddy mencoba klarifikasi soal anggaran dinas luar negeri yang dikritik diplomat senior Dino Patti Djalal, gayanya malah kayak aktor drakor yang lagi dapet peran komandan. Udah gitu, pake disisipin musik motivasi dramatis di Instagram, berasa lagi nonton scene heroik, padahal rakyat cuma butuh angka transparan! Alih-alih buka-bukaan data, yang disuguhkan malah konten estetik yang meremehkan kritik. Visual 10/10, Transparansi 0/10.
4. Buntu Informasi = Subur Konspirasi 🌀
Karena pola komunikasi dari atas itu toxic—bahkan diakui langsung sama Presiden Prabowo—akhirnya ruang informasi kita dipenuhi “hantu rumor”. Kasus Tiyo (Maling Berkedok Gizi, Satuan Penjilat Prabowo Gibran, Presiden Bodoh), dsb apapun karena saluran resmi pemerintah buntu dan gak bisa dipercaya.Seolah pemerintah membiarkannya. Mereka dianggap sebagai HANTU KABINET?. Padahal itu menyakiti para relawan yang 24 jam khususnya di desa desa ‘babk belur’ mengawal ASTA CITA. Rakyat butuh pelindung yang nyata, tapi yang disuguhkan malah filler drama politik gak berujung.
5.Masih kurangkah jumlah ASN / PNS kita?
Total ASN Nasional: 6,5 juta orang. Pegawai Negeri Sipil (PNS): 54% (~3,51 juta). PPPK (Penuh Waktu): 31% (~2,01 juta). PPPK (Paruh Waktu): 15% (~975 ribu). Jika penggunaan robotic /AI beralasan dapat melayani masyarakat 24 jam, itu juga syah syah saja. Pertanyaannya , efektifkah?, sesuaikah dengan kehendak masyarakat dan relawan Prabowo – Gibran?
5. Season Finale: Dompet KPK Dikunci, Anggaran “Sirkus” Dilolosin 🎭
Ini puncak dari segala komedi. KPK punya program keren lewat kerja sama organisasi keagamaan (NU, Muhamadyah, MUI, LDII, PGI, Walubi, KWI, PHDI, Matakin, dsb)). KPK udah bela-belain jadi “pawang hantu” biar kas negara gak dibobol.
Tapi tahu apa plot twist-nya? Di tahun 2026 ini, anggaran KPK malah dipotong ekstrem sampai 29%! Bahkan dana penindakan korupsi sempat dibuat Rp.0! Logikanya di mana? Anggaran buat 109 pejabat “Hantu Kabinet” dilolosin puluhan miliar, tapi anggaran buat nangkep tikus malah ‘dicekek. Ini namanya sengaja melihara “hantu” di kabinet, tapi pawangnya malah dikasih makan angin.
## Kesimpulan Relawan :
HANTU itu memang ada di tiga kondisi ini:
Ada saat makan, hilang saat kerja: Pejabatnya “nyata” dan kelihatan banget pas lagi menyerap anggaran APBN (gaji, tunjangan, dana taktis), tapi mendadak jadi “gaib” atau susah dicari tanggung jawabnya pas kinerjanya buruk atau ada masalah.
Bersembunyi di balik teknologi: Pas rakyat mau komplain atau butuh solusi nyata, pejabatnya “bersembunyi” di balik chatbot atau respons robot otomatis yang kaku (template). Jadi, sosok manusianya gak kelihatan.
Gaya komunikasi yang “kosong”: Meskipun mereka bicara (seperti klarifikasi Seskab), isinya dianggap tidak menyentuh substansi atau transparan, melainkan cuma drama dan musik motivasi—seperti bayangan yang gak punya isi.
Penggunaan kata “Hantu” punya dua makna yang saling mendukung :
Sifat “Gaib”: Seperti hantu, mereka ada (makan anggaran) tapi tidak terlihat wujud kerjanya saat dibutuhkan rakyat.
Respons “Robot”: Judulmu menyebut “Jawaban Template dari Robot”. Ini nyambung banget dengan poin 2 dan kesimpulanmu, di mana rakyat merasa sedang bicara dengan “sosok tak berjiwa”.
“Hantu Kabinet” itu bukan soal mistis di Istana Negara, tapi soal realita sistem pemerintahan kita hari ini.* Kinerjanya gaib kalau lagi dievaluasi.* Responsnya diganti robot kalau lagi dikritik.
Kita dipaksa bayar tiket paling mahal buat nonton sirkus politik, tapi pas kita mau refund karena pertunjukannya jelek, CS-nya ternyata cuma robot otomatis yang gak punya hati.
‘Hadeehhh..
Tuhan tolonglah hambamu yang bodoh ini
Ehehehe
(Red-01/Foto.ist)
============
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, tgl. 3 Juni 2026 Minggu, sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.Ikan Hiu muter – muter, See U Later!
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment