TIGA PURBAYA ,” PANGERAN, EKONOM COWBOY & RELAWAN PRO PURBAYA 2029″

TIGA PURBAYA ,
” PANGERAN, EKONOM  COWBOY & RELAWAN PRO PURBAYA 2029″
.
Nama Purbaya bukan sekadar deretan huruf di dalam buku babad kuno Jawa. Di balik nama itu, mengalir untaian doa, darah luhur, dan sebuah spirit keteguhan yang melintasi abad. Dari era keemasan Kesultanan Mataram Islam hingga panggung politik modern Indonesia, nama ini menjelma menjadi simbol kesetiaan yang tak luntur oleh zaman. Termasuk kemudian munculnya gerakan RELAWAN PRO PURBAYA 2029. 
Secara filosofis, nama Purbaya diambil dari kata Purba (kuno/mula/asal) dan Ya (arah/kehendak). Sebuah nama yang membawa pesan mendalam: “Yang kembali ke asal” atau “Pemula yang kekal.” Sebuah pengingat abadi dari para leluhur agar generasi penerusnya tidak pernah lupa dari mana mereka berasal. Ada garis merah yang nyata antara sang legendaris Pangeran Purbaya, sang mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan pergerakan akar rumput Relawan Pro Purbaya 2029.
.
Silsilah Kebangsawanan dan Makna Nama

Secara garis darah lurus, Pangeran Purbaya adalah putra dari Sultan Agung Anyakrakusuma (Raja Mataram terbesar) sekaligus cucu dari Panembahan Senopati, sang pendiri Kesultanan Mataram Islam. Garis darah luhur inilah yang di kemudian hari bermuara dan menjadi akar dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta. Pangeran Purbaya  Lahir sekitar tahun 1597, yang dalam usia muda pun sudah dipercaya ayahnya memimpin perang, membuka wilayah Kedu, serta menghadapi berbagai pemberontakan

.

PURBAYA PENJAGA KEBIJAKSANAAN

“Sing sapa teguh, bakal ketemu dalane…” Siapa yang teguh, akan menemukan jalannya. Kau sudah melangkah, pintu sudah terbuka. Tetap rendah hati, tetap jujur, tetap sampaikan kebenaran dengan bahasa yang lembut namun teguh — begitulah pesan ayahanda kepada Pangeran Purbaya. Setelah wafatnya Sultan Agung, terjadi perebutan kekuasaan → akhirnya Mataram terbelah:  Keraton Yogyakarta (Hamengkubuwono) dan  Keraton Surakarta / Solo (Pakubuwono). Namun dia tidak bergeming kalau pun banyak yang menggodanya untuk memperebutkan tahta — ia memilih menjaga keutuhan keluarga & tradisi di tengah perpecahan. Ia menjadi penghubung, penasihat, pelindung nilai luhur  dan kebijaksanaan yang mulai pudar.

.

“Bukan duduk di singgasana yang membuat mulia, melainkan menjaga kebenaran saat singgasana terguncang.” Kalau pun kedigjayaannya diatas rata rata manusia karen dia mampu  mengalahkan Jin Sepanjang, terbang tanpa sayap, berjalan cepat diatas air dan api, hingga ‘tetap terjaga dan waspada’ kalau pun sedang tidur. Warisan nilai luhur sebagai pelindung nilai luhur  dan kebijaksanaan inilah yang melintasi waktu. Nama Purbaya terus diwariskan turun-temurun sebagai gelar kehormatan bagi penjaga warisan leluhur—seperti KGPAA Purbaya (Pakubuwono XIV di Surakarta)—hingga menitis pada garis keturunan trah Mataram-Surakarta melalui Ayahanda Prof. R.M.H. Ir. J. Soegiri M. Agro / Raden Mas Haryo / R.M.H dan ibunda (almh. Prof. Dr. Drh. BRAy. Nawangsari , putri KGPH. Mr. Djojokusumo,  tokoh hukum, kebudayaan, dan bangsawan  dari Keraton Kasunanan Surakarta), yang melahirkan Purbaya Yudhi Sadewa. Yang kemudian sarat Penghargaan publik atas  komitmennya yang konsisten pada kejujuran dan transparansi dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat 

DUA PURBAYA SATU CITA CITA 
Jika kita sandingkan sejarah masa lalu dengan realitas masa kini, ada kemiripan takdir dan karakter yang begitu presisi antara Pangeran Purbaya Mataram dan Purbaya Yudhi Sadewa modern:

Pangeran Purbaya (Zaman Mataram) Purbaya Yudhi Sadewa (Zaman Kini)
Darah Sultan Agung Mataram Darah trah Mataram-Yogya lewat KGPH Djojokusumo
Bijaksana, tidak memperebutkan kekuasaan Tidak memburu jabatan, mengabdi secara jujur
Ditinggalkan di saat terjadi perpecahan Disingkirkan di saat tugas belum selesai
Tetap teguh menjaga nilai luhur Tetap tenang, tidak membalas dengan kebencian
Namanya tetap dikenang oleh rakyat Namanya kini diusulkan oleh rakyat sendiri

GERAKAN RAKYAT MODERN DALAM RELAWAN PRO PURBAYA 2029
Ada sebuah petuah luhur yang dikaitkan dengan perjalanan hidup Pangeran Purbaya:
“Nama bisa dihapus, jabatan bisa diambil, tapi kebaikan yang pernah kau tanam tak akan pernah mati. Ia akan tumbuh, di tempat yang tak kau sangka, di tangan orang-orang yang tak kau kenal — dan itulah yang menjaga nama aslimu.”

.
Petuah inilah yang  kemudian berwujud menjadi  gerakan RELAWAN PRO PURBAYA 2029.. Gerakan yang tidak lahir karena euphoria politik, tapi sebuah  gerakan akar rumput yang kini tersebar di 32 provinsi  dengan lebih 350-an relawan – tumbuh secara organik dan  akan terus ‘menggelinding’ seperti bola salju (snawball)  juga bisa serupa lahar membara bagi kelompok yang anti Purbaya – alam telah merestui bola itu terlalu cepat kesegala arah sebagai bentuk perlawanan atas etika yang diabaikan .  Semangat Pangeran Purbaya ratusan tahun lalu rupanya  belum mati; ia lahir kembali di tangan rakyat modern  dengan nama RELAWAN PRO PURBAYA 2029. Dan kami bangga ada didalamnya!
PURBAYA EKONOM YANG COWBOY
Kalaupun dianggap ‘cowboy’ namun Data telesurvei elektabilitas IndexPolitica pada akhir Oktober 2025  mendapatkan dukungan yang membuat bergidik para hatter’snya selain karena muncul  “Purbaya Effect”, yang dipicu oleh popularitas kebijakan terobosannya tak lama setelah ia ditunjuk menjadi Menteri Keuangan. Namanya pun masuk dalam urutan nomor 2 dalam Bursa Calon Presiden (Top of Mind Capres 2029)

Peringkat Nama Tokoh Tingkat Elektabilitas (%)
1 Prabowo Subianto 40,12%
2 Purbaya Yudhi Sadewa 22,50%
3 Anies Baswedan 13,40%
4 Ganjar Pranowo 7,12%
5 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,12%
6 Gibran Rakabuming Raka 4,80%
7 Dedi Mulyadi 2,50%
8 Erick Thohir 1,12%
9 Mahfud MD 0,10%
10 Yusril Ihza Mahendra 0,10%
.
“Kebenaran iku minangka katentremaning urip, mula terusna tumindak becik sanajan ora nggawe wong liya seneng – kebenaran adalah ketenangan hidup maka teruslah berbuat baik kalau pun tidak membuat orang lain senang..”
DOA UNTUK PURBAYA PURBAYA MODERN
“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mulia…
Kau yang menempatkan Purbaya di tengah jalan, lalu diuji — Kau pula yang  mengangkatnya serupa berlian. Kini hamba Engkau panggil untuk berdiri, menjaga kebenaran, menyuarakan yang adil.
Kabulkanlah, Ya Rahman, jadikan hamba bagian dari pengurus yang jujur, teguh, tak goyah oleh angin, tak tergiur benda.
.
Semoga langkah ini berkah, duduk ini membawa manfaat, suara ini menjadi penegak keadilan.
Bersama trah yang beradab, bersama rakyat yang berharap — semoga RELAWAN PRO PURBAYA 2029 membawa cahaya ke seluruh penjuru negeri.

Eling lan waspada — ingat dan waspada.
Sing sapa mantep, bakal ketemu dalane — siapa yang teguh, akan menemukan jalannya.
Aamiin aamiin ya Rabbal ‘aalamiin”
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl.20  September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

 

============

#Republik Fabeliano, ” 1 PRESIDEN, 13 WAPRES > RESHUFLE JILID-II “

Tentang Koran Jokowi 4487 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan