“RepublikFabeliano,
“PECAT KEPALA BGN – SUDARYONO !?”

Hari ini (16/9), saya sudah ada dalam kelas kursus singkat PubSpeak – Public Speaking , materi kali ini adalah tentang ‘Mouth to greet, not to accuse! – Mulut untuk menyapa bukan untuk menuduh!, yang masih disampaikan oleh Nona Rusarosi, B.Comm – Koordinator Rusa Seluruh Istana Presiden & Pakar Public Speaking Istana Negara Republik Fabeliano.
“Oke saudara saudara sekalian, materi ke-2 ini saya sandingkan dengan adanya kasus yang baru saja terjadi kemarin di negeri RI. Perhatikan baik-baik — ini bukan cerita lama, ini peristiwa yang baru saja terucap, dan dari sinilah kita belajar apa yang TIDAK BOLEH kalian lakukan saat telah menjadi bagian dari Kabinet Republik Fabeliano dibawah pimpinan Presiden – Miss Pussy Noni”

Kita flashback, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini dijabat oleh Dr. Sudaryono, B.Eng,MM,MBA. sejak 22 Juli 2026 dimana berjanji akan fokus membenahi tata kelola, transparansi, serta penguatan pengawasan Program MBG di lapangan. Namun ruanya tidak berjalan mulus, hampir sepekan ini terhadi kegaduhan karena statemennya yang dinilai publik tidak berempati sejak Tgl.14 September 2026 lalu, yaitu;

1.Sudaryono menyebut bahwa riuhnya kritik dan laporan keracunan MBG di media sosial sarat dengan sentimen politik dan faktor ideologis. Ia mengeklaim bahwa kondisi riil di lapangan sebenarnya tidak bermasalah.
2.Sudaryono malah ‘seolah menuding’ bahwa pihak yang meramaikan masalah ini adalah guru, orang tua siswa, wartawan, hingga oknum LSM. Hal ini memicu kemarahan publik karena ia dianggap melakukan gaslighting / memutar balikan fakta dan melimpahkan kesalahan ke pihak luar akan maraknya keracunan.
3.Seharusnya sebagai pejabat publik dengan gelar ‘se-abreg yang gaji dan fasilitasnya pun dari uang pajak rakyat seharusnya dia tidak mengatakan seperti ini. “Saya bukan ngeluh. Ini cuma cerita keadaan aja. Program Makan Bergizi Gratis ini — di bawah, di lapangan, orang nggak ada masalah. Yang rame itu di sosmed. Kenapa rame? Satu: ideologis, politis. Yang ngeramein gurunya, orang tuanya, wartawannya, LSM-nya. Semua itu bawa kepentingan, bukan soal makanannya.”
“Buuummmm….!”, Nona menirukan bom meledak, peserta terdiam menanti aksi selanjutnya, suasana hening Nona berkeliling, menghampiri seorang peserta putri bernama Ratih Putripertiwi – 27 thn, Kakaktua hitam asa Kepulauan Aru. “Nona Ratih tinggal dimana?”, “Siap ibu, Kabupaten Kepulauan Aru,Maluku. Tepatnya di kecamatan Dibo”, …“Oke, mengapa disebut sebagai daerah 3T ; Tertinggal, Terdepan, dan Terluar?“,…“Siap ibu, karena daerah kami terdiri dari gugusan ratusan pulau yang membuat distribusi logistik dan akses antar-kecamatan menjadi sulit serta mahal,ibu”, Nona Rusa mengangguk-angguk sambil tersenyum manis. Saya dibelakang ikut manggut-manggut.

“Saudara saudara sekalian. Itu adalah salah satu komunikasi sederhana, namun tidak menyinggung perasaan Noni Ratih kalau pun tadi saya bicara dia berasal dari daerah 3T, smooth-speaking, smart-speaking. Terkait masalah Kepala BGN dan umumnya pejabat di RI , saya teringat Pakar komunikasi Joseph A. DeVito dalam buku tentang PubSpeak menjelaskan bahwa salah satu perusak komunikasi yang paling sering terjadi adalah hambatan semantik (bahasa dan makna). Kesalahan dalam memilih kata, nada bicara, atau penggunaan jargon membuat publik atau penerima pesan menafsirkan hal yang berbeda dari maksud asli pembicara. Akibatnya, muncul kesalahpahaman fatal karena pembicara berasumsi orang lain langsung paham tanpa penjelasan yang jelas. Setuju?”, tanya Nona, peserta menjawab setuju bersamaan. Saya bahkan mengacungkan jempol, Nona tersenyum.
“Kakak, dari koranjokowi.com, silahkan jika ingin menambahkan?”, tiba tiba Nona bertanya. Saya mengangguk gugup, …“Maaf ibu, saya pernh membaca buku karya Carl I. Hovland , saya lupa judulnya namun dalam buku itu Carl mengatakan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau memengaruhi tingkah laku. Ketika seseorang salah bicara , misalnya menggunakan kata-kata yang menyerang, menuduh, atau tidak jujur. Maka respons yang muncul adalah penolakan dan sikap defensif. Itu yang saya lihat efek dari perktaan Kepala BGN, maaf jika salah ibu”, jawab saya. Nona bertepuk-tangan diikuti peserta lainnya.

“See!, Kesimpulannya. Masalah besar sering terjadi ketika seseorang salah berbicara karena nada suaranya terlalu tinggi, bicaranya terburu-buru, atau gesturnya defensif. Meskipun kata-kata yang diucapkan berniat baik, kesalahan pada aspek nonverbal ini membuat pesan diterima sebagai ancaman atau kemarahan, Maka wajar jika menimbulkan kegaduhan, ada yang tahu apa tanggapan orang tua?”, Nona bertanya, seorang pria muda bernama Mustaffa – Seekor Musang asal Kab.Lombok Utara menjawab,










“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, Tgl.16 September 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==
#Republik Fabeliano, “SUSUNAN KABINET REPUBLIK FABELIANO THN.2026-2029”
=============
- #RepublikFabeliano : “ RUANG KERJA PRESIDEN DIHANCURKAN, ADA APA !?”
- Suratman,#RepublikFabeliano.”370.000 SERANGGA & KASUS KORUPSI PSR KAB. BATANG HARI”
- #RepublikFabeliano, “PURBAYA DIBUANG ATAU BUANG DIRI !?”
- Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano, “PABRIK OBAT RABIES DI KAB. SIMALUNGUN !?”
- Feri Manurung, “PUPUK PATEN, PETANI SEJAHTERA & SWASEMBADA PANGAN 2026–2029”
- #Republik Fabeliano, ” 1 PRESIDEN, 13 WAPRES > RESHUFLE JILID-II “
- #RepublikFabeliano, “SURAT TERBUKA UNTUK WABUP KAB.MADINA, SUMUT”
- Gusmar,A. #RepublikFabeliano. “MBG DI JAKARTA, LANJUT ATAU STOP?”
- #RepublikFabeliano, “KERJA SAJA YANG BENAR, PILPRES 2029 MASIH JAUH!”
Be the first to comment