Trio Sihombing, #RepublikFabeliano: “JAKARTA TERBENAM LUMPUR, EMANG GUA PIKIRIN!”

Trio Sihombing, #RepublikFabeliano:
“JAKARTA TERBENAM LUMPUR, EMANG GUA PIKIRIN!”
Hari ini (Sabtu,19/9) , kami Trio Sihombing :Marwedi, Jeck dan Nerko diminta KordNas untuk turun liputan kearea Bendungan Ciawi , Kecamatan Megamendung, Kab. BogorJawa Barat dimana disana ada pertemuan para pejabat Republik Fabeliano. Sesampainya disana acara sudah dimulai, tampak Presiden Miss  Pussy Noni akan memberikan sambutan.Saat melihat kami, Miss Pussy memberi salam. “Horas Trio Sihombing Koranjokowi.com, silahkan duduk”, kami mengangguk, sekaligus bingung dimana kami duduk karena semuanya air. Agh sudahlah.
Sekitar pkl.09.00 pagi, acara pun dimulai dengan diawali sambutan Miss Pussy Noni.
Bismillahirahmanirahiim, Assalamualaikum wrwb.
Salam damai dan sejahtera untuk kita semua.
.
Terimakasih kepada perwakilan Koranjokowi.com yang selalu siap bersama kami. Saudara saudara sekalian. Saya  ,Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni , merasa penting menyampaikan hal dibawah ini kepada seluruh manusia yang berdiam diantara Sungai Ciliwung sejak kota/kab. Bogor hingga Kota Jakarta bahwa ditempat ini kami mengambil sikap, yaitu :
.
1.Kita menyepakati Agenda utamanya adalah  Mencari solusibagaimana menghadapi   musim penghujan ekstrem Oktober–November 2026 mendatang, sekaligus membersihkan nama baik penjaga bumi dan sungai kawasan kota/kab.Bogor (Hulu Ciliwung) yang selama ini merasa dicemooh manusia manusia di Kota Jakarta jika kota/kab.Bogor  sebagai “Tukang Kirim Banjir” 
.
2.Kita sepakat bahwa disepanjang 120,2 kilometer Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sejak perbatasan  kota/kab.Bogor – Kota Jakarta –   Garis Sempadan Sungai wajib steril diatas 15 meter dari bibir air! Tidak boleh ada bangunan apa pun milik manusia yang berdiri di sana.
.
3.Kita sepakat dengan laporan  Jenderal Pine Marten (Wapres Intelijen Rep.Fabeliano), bahwa berikut adalah dosa-dosa manusia sepanjang 120,2 Km itu sebagai berikut :
.
1. TERITORI HULU (Kabupaten & Kota Bogor): Dosa Orang Kaya & Mafia Komersial
    • Zona Pengawasan: Kawasan Puncak, Cisarua, Megamendung, hingga dataran Kota Bogor.
    • Borok Manusia: Zona konservasi dan tangkapan air ini hancur diserbu manusia kelas atas. Mereka nekat membangun kafe estetik, restoran mewah, kabin menginap (cabin), dan vila megah tanpa izin yang melanggar Hak Guna Usaha (HGU) lahan negara demi memanfaatkan pemandangan alam dan udara dingin.
    • Eksekusi Satwa:Tarzan Soenda (Wapres Tata Kota/Bencana) langsung memerintahkan Mayjen. Tutul Muria untuk menyapu bersih area minimal 15 meter dari anak sungai seperti Ciesek dan Cisukabirus. Yang saat ini dipenuhi bangunan liar /ilegal, tugas ini juga ditemani oleh Bro Kater (Menteri Pertanian si Katak Terbang) dan   Bang Condor (Jaksa Agung Fabeliano) untuk mensyahkan UU HUKUMAN MATI bagi siapapun yang menolaknya. 
2. TERITORI TENGAH (Kota Depok): Dosa Pengembang Properti & Kavling Cuan
    • Zona Pengawasan: Sukmajaya, Pancoran Mas, Cimanggis, dan kelokan sungai sepanjang Depok.
    • Borok Manusia: Di zona transisi ini, pelanggaran dilakukan secara korporat oleh pengembang ‘nggak punya otak. Perumahan klaster formal dan kavling komersial sengaja dibangun menjorok dekat bibir sungai demi memaksimalkan keuntungan jualan tanah. Dengan alasan/iklan ‘view:Side-river’ – bilang aja pinggir sungai,bro! sok inggris ente mah!
    • Eksekusi Satwa:Jenderal Tavir (Menko Bidang KPK/Penegakan Hukum) bersama Mat Koneng (Menteri Anti Mafia Hutan & Air)  akan memasang pembatas besi raksasa di sepanjang batas sempadan dengan aliran listrik 1000 Volt. Semua klaster perumahan yang memotong batas alam wajib merobohkan tembok belakangnya. Pipa-pipa pembuangan industri dan perumahan yang merusak AMDAL langsung dipantau ketat dan disegel oleh Mat Kampret (Menteri Intelijen).
3. TERITORI HILIR (DKI Jakarta): Krisis Rakyat Jelata & Normalisasi 2027
    • Zona Pengawasan: Kampung Melayu, Kampung Pulo, Bukit Duri, Cawang, Kramat Jati (Balekambang), hingga Manggarai.
    • Borok Manusia: Di ujung pelarian air, sungai menyempit drastis menjadi parit kecil akibat kepungan rumah petak permanen dan hunian semi-permanen milik warga yang terjepit ruang hidup di atas tanah negara  yang juga dominan ilegal > 35.000 KK.
    • Eksekusi Satwa: Menghadapi target Normalisasi Sungai Ciliwung 2027, Bang Bura (Buaya Muara Purba Betawi) , Kong Owajawa (monyet Purba Betawi), Bang Badak Koja (Badak Purba Betawi)  bersama Jenderal Bruno Ono (Wapres Pengamanan Istana) memimpin penertiban warga pinggir sungai ilegal  untuk direlokasi ke sarang vertikal (Rumah Rusun) yang layak. Jika menolak mereka langsung diganjar HUKUMAN MATI  dipendam dirawa-rawa. Intinya, sumber sampah juga dari mereka termasuk maraknya ‘toilet ngapung’ sembarang tempat.
PENUTUP 
Saudara saudara sekalian, melihat tabiat manusia  di atas, kami  menyimpulkan bahwa Sungai Ciliwung kini bukan lagi jalur air yang suci, melainkan sudah berubah menjadi Sarang Korupsi dan Bisnis Manusia. Kami, para hewan telah lama muak melihat rekam jejak manusia yang menjadikan proyek sungai sebagai “bancakan” uang haram yang luput dari KPK. Mau bukti?, saat pembebasan lahan Banjir Kanal Timur (BKT) ber-modus mark-up harga tanah panti sosial dan pembayaran ganti rugi ilegal di atas aset negara,  kasus korupsi massal dana swakelola pengerukan Banjir Kanal Barat (BKB) senilai Rp41,4 miliar yang dipotong menggunakan SPJ fiktif oleh oknum Dinas PU hingga aksi licik mafia tanah di proyek Normalisasi Ciliwung di mana makelar memborong tanah warga bermodal bocoran informasi orang dalam, lalu memotong ganti rugi warga hingga 25% lewat calo biro jasa!
.
Oleh karena itu, jika semua yang kami sampaikan diatas  tetap dianggap angin lalu oleh  manusia maka Kabinet Republik Fabeliano menyatakan LEPAS TANGAN.
.
Kami akan menyerahkan urusan ini sepenuhnya kepada Mbah Gunung Salak. Biarkan sang penguasa alam yang menentukan, apakah Tragedi Erupsi Besar Tahun 1699 harus diulang kembali. Jika Mbah Gunung Salak sudah berkehendak mengocok ulang peradaban dari nol, jangan salahkan jika lebar Sungai Ciliwung dipaksa kembali ke bentuk aslinya: 50 – 75 meter bersih dari hulu sampai hilir, tanpa menyisakan satu pun beton angkuh manusia! Jakarta silakan bersiap terkubur banjir lumpur pekat selama minimal satu minggu dengan ketinggian minimal 30 sentimeter.
.
Tentunya, jika memang Mbah Gunung Salak akan menenggelamkan kembali Kota Jakarta seperti thn.1699 , kami memohon ada pemberitahuan minimal 3×24 jam sebelumnya. Agar kami dapat berkemas-kemas untuk mengungsi terlebih dahulu ke 5 wilayah sungai baru di Jawa Barat lainnya;
    1. Sungai Citarum: Mengarungi jalur raksasa sepanjang 297 km dari Gunung Wayang menuju Laut Jawa.
    2. Sungai Cimanuk: Mengungsi sejauh 166,25 km ke arah hilir Indramayu.
    3. Sungai Citanduy: Berlayar sepanjang 178 km menuju perbatasan Jawa Tengah hingga Samudera Hindia.
    4. Sungai Cisanggarung: Bersembunyi di jalur 62,5 km dari Waduk Darma Kuningan.
    5. Sungai Cilamaya: Mengalir damai dari kaki Gunung Tangkuban Perahu.
.
Nota Keuangan Darurat Migrasi Satwa:
Untuk menyokong aksi pengungsian / eksodus jutaan hewan air dan darat sepanjang sungai Ciliwung ini, saya menyetujui anggaran Rp.50 Triliun untuk dipergunakan  untuk logistik/ transportasi lintas udara-air, biaya diplomasi /sosialisasi ditempat baru, Genset, sarana air bersih, puskesmas, BPJS,  pembuatan identitas baru;KTP,KK, dsb.
.
Manusia – manusia  sejak kota/kab.Bogor hingga kota  Jakarta  silakan sibuk bertransaksi tanah, memotong dana normalisasi, dan saling lempar tanggung jawab hulu-hilir. Karena udah ‘gue nggak pikirin, dan Selamat menikmati lumpur Mbah Gunung Salak lagi, ahahaha!
Demikian, terimakasih. Ikan hiu muter muter, see you later
Kota Bandung, Tgl. 20 September 2026.
Hormat Kami,
Presiden Republik Fabeliano

-Miss Pussy Noni-

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl.20  September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

=============

Tentang Koran Jokowi 4486 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan