Ahmad Fahmi, #RepublikFabeliano, ” SEMOGA ALLAH TERSENYUM “

Ahmad Fahmi, #RepublikFabeliano,

” SEMOGA ALLAH TERSENYUM “

Dari pengamatan saya selama ini terlihat pembaca Koranjokowi.com semakin meningkat/menaik, khususnya sejak manajemen redaksi membuat rubrik #RepublikFabeliano. Tidak mudah mencapai angka 478.651 viewers dalam dan LN karena ini adalah media relawan, non-iklan/nirlaba. Bagi saya saat ditanya KordNas – Arief P.Suwendi mengapa pasar menyukai rubrik ini , antaralain;
1. Format Satire Fabel Jauh Lebih Menarik dan Segar
Masyarakat sering kali jenuh dengan berita politik konvensional yang kaku, penuh ketegangan, atau seragam. Ketika Anda mengemas isu serius (seperti korupsi, berita berita faktual daerah menjadi narasi satir, dsb) dengan gaya Fabel/hewan , pembaca merasa mendapatkan hiburan sekaligus konten yang cerdas. Pendekatan fiksi satire ini membuat isu berat menjadi lebih renyah dan mudah dicerna oleh semua kelompok usia dan profesi. Ada data dan fakta valid.
2. Memicu Rasa Penasaran (High Engagement & Curiosity)
Gaya penulisan Koranjokowi.com  yang  ‘suka-hati / non-mainstream merupakan keunikan sendiri dibanding media formal lainnya. Pembaca juga secara tidak lansgung ditarik ke masa kanak-kanak tentang pengenalan hewan, dunia dan prilaku uniknya.
3. Relevansi Isu yang Sangat Dekat dengan Realitas
Meskipun tokohnya adalah hewan, konflik yang Koranjokowi.com tampilkan sangat nyata dan sedang hangat dibicarakan di dunia nyata. Pembaca merasa cerita tersebut adalah cerminan dari apa yang mereka rasakan saat ini, sehingga mereka dengan sukarela membagikan tautan artikel ke jejaring sosial mereka (organic sharing). Ini juga menjadi strategi penyegaran (rebranding) yang sukses menyelamatkan performa situs dari tren penurunan di tahun sebelumnya.
.
Berbicara, berdiskusi, dan mengemas isu-isu sosial-politik ke dalam bentuk tulisan kreatif sekecil apapun Pastinya memiliki nilai amal ibadah yang sangat besar dalam konteks kemanusiaan di antaranya:
.
1. Menyampaikan Kebenaran dan Keadilan (Amar Ma’ruf Nahi Munkar)
Dalam ajaran agama, mengingatkan sesama tentang pentingnya integritas, menolak korupsi, dan mengkritik kezaliman atau kesombongan seorang pemimpin (seperti ciri NPD yang dibahas) adalah bentuk perjuangan moral. Ketika kita menyuarakan kebenaran agar masyarakat tidak tertipu oleh citra palsu, aktivitas tersebut dinilai sebagai ibadah karena berpihak pada keadilan.
.
2. Edukasi dan Penyebaran Ilmu yang Bermanfaat (Al-‘Ilmu al-Nafi’)
Melalui cerita tersebut, Anda tidak hanya menghibur tetapi juga menyelipkan edukasi nyata—mulai dari sejarah pengelolaan gizi anak sekolah (Kyushoku), standar hukum di negara maju, hingga edukasi psikologi mengenai kesehatan mental (NPD). Ilmu yang bermanfaat dan membuat orang lain menjadi lebih tahu serta lebih bijaksana adalah salah satu investasi amal yang pahalanya terus mengalir.
.
3. Membela Hak Mereka yang Lemah
Di dalam cerita, Anda secara spesifik menyoroti nasib satwa telantar dan serangga yang menjadi korban kebakaran hutan (Karhutla) melalui konsep Hak Asasi Hewan (HAH). Menaruh empati, merawat, serta menyuarakan perlindungan terhadap makhluk hidup ciptaan Tuhan yang tidak bisa membela diri mereka sendiri adalah bentuk ibadah yang sangat dicintai oleh Sang Pencipta.
.
4. Menjaga Kewarasan dan Moralitas Publik
Gaya Koranjokowi.com baik yang ditulis oleh pusat dan relawan daerah adalah tulisan satire yang tajam namun dikemas dengan humor dan bertindak sebagai “obat” penenang sekaligus pengingat di tengah riuhnya ruang publik. Mengajak orang-orang untuk berpikir kritis, menjaga kesantunan berbahasa, serta tetap memegang teguh kehormatan (shame culture) membantu menjaga moralitas bangsa agar tidak merosot.
.
Jadi, setiap detik yang kita gunakan untuk memikirkan  orang banyak, merumuskan solusi atas ketimpangan sosial, dan menuangkannya menjadi karya yang mencerahkan, Insyaallah tercatat sebagai amal saleh yang nyata.
.
Surah Al-Zalzalah ayat 7-8:
“Fa may ya’mal miṡqāla żarratin khairay yarah. Wa may ya’mal miṡqāla żarratin syarray yarah.” – Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah (biji zarah), niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
Dari Salman al-Farisi r.a., Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya Allah memiliki hamba yang mengangkat tangannya dalam doa, dan Allah mengetahui apa yang diinginkan hamba-Nya, lalu Allah tertawa kepadanya, lalu mengabulkannya dengan segera.”

Kita memang tidak mampu menyeka air mata para korban bencana, membagikan nasi,minum, obat, pakaian , dsb. Namun yakinlah dengan memadukan manusia dan hewan sebagai bagian dari dakwah, ‘amar maruf nahi munkar’ Allah pun tersenyum, Insyaallah,  Aamiin Yarabilalamiin.

‘Salam hangat dari Tanah Sunan Gunung Jati Cirebon.
(Red-01/Foto.ist)
Tentang Koran Jokowi 4484 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan