Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano, “APA, SIAPA,UNTUK  & MAU  APA G30S/PKI DI SIMALUNGUN!?”

Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano,

“APA, SIAPA,UNTUK  & MAU  APA G30S/PKI DI SIMALUNGUN!?”

“Setiap menjelang tgl.30 September tiba, panggung media di RI  selalu sibuk memutar pita rekaman yang sama, menyajikan narasi tunggal bahwa G30S/PKI = LUBANG BUAYA, Jakarta Timur. Padahal, tragedi itu ada dimana-mana. Ada ratusan kisah senyap,  yang sengaja dilupakan dari lembar buku sejarah resmi”, demikian pembukaan Zoom Presiden republik Fabeliano – Miss Pussy Noni , pagi ini (29/9). Hadir dalam zoom  dengan tema “APA, SIAPA,UNTUK  & MAU  APA G30S/PKI !?”  ini adalah para perwakilan   kampung halaman masing masing kalau pun mereka adalah anggota Kabinet Republik Fabeliano;

1. Wilayah Kabupaten Batanghari (Jambi), Prof. Doktor Kodokdok (Menteri Kesehatan & Narkoba Republik Fabeliano) – Mewakili Sdr. Suratman ,Kord.Koranjokowi.com & #SahabatKPK! Prov.Jambi

2.Wilayah Kabupaten Simalungun (Sumatera Utara), Kembar Babi Tambun 1 & 2 (Menteri Pekerjaan Umum & Khusus),  Opung Makar (Wakil Presiden Bidang Kawasan Ekonomi Khusus / KEK)  dan  Mama Mirah (Utusan Presiden Urusan PKK Hewan). Mewakili Sdr. Vien J.Siregar ,Kord.Koranjokowi.com & #SahabatKPK! Kab.Simalungun – Siantar, Prov.Sumut.

3. Wilayah Kabupaten Jombang (Jawa Timur), Bro Kater (Menteri Pertanian & Keluarga Berencana Republik Fabeliano). Mewakili Sdr. S.Yusup Sahputera ,Kord.Koranjokowi.com & #SahabatKPK!, Kab.Jombang, Prov.Jatim.

4. Wilayah Kabupaten Maluku / Pulau Buru (Maluku), Mat Kampret (Menteri Intelijen & IT Republik Fabeliano). Mewakili Sdr. Rigel Belatrix ,Kord.Koranjokowi.com & #SahabatKPK! Prov.Maluku

5. Wilayah Kabupaten Rejang Lebong (Bengkulu), Sedingen – Utusan Presiden Urusan Babi buruan, Bro Simpai (Menteri Parekraf & Gen Z) , Mewakili Sdr. Arie Kurniawan ,Kord.Koranjokowi.com & #SahabatKPK! Prov.Bengkulu

6. Wilayah Kota & Kab. Cirebon (Jabar), Mbah Mokorjang, Utusan Presiden Urusan Hewan Purba Jawa Barat II, Mbah Rebon – Menteri MBG, KopDes & Koperasi Nelayan sedang kena Skorsing 90 hari. Mewakili Sdr. Tarzuki i’o ,Kord.Koranjokowi.com & #SahabatKPK! Prov.Jawa barat.

“Nah, teman teman kabinet, melalui Koranjokowi.com, kami merasa penting menyampaikan keprihatinan kita kepada pemerintah RI , khususnya atas tragedi kemanusiaan G30S/PKI Tgl.30 September 1965 lalu. Ini juga menjadi pekerjaan rumah kita semua agar Republik Fabeliano tidak mengalami tragedi seperti itu. Apapaun, ini tentang politik dan rakyat yang lapar. Maka dengan ditayangkannya tulisan dari 6 daerah ini akan menambah wawasan Gen Z di negara kita bahwa ‘G30S/PKI = LUBANG BUAYA, ADALAH MASA LALU RI. YANG BAIKNYA KITA AMBIL ,YANG BURUKNYA BUANG KELAUT”. Maka, selanjutnya Opung Makar dan Kembar Babi Tambun 1-2  untuk  mewakili sdr. Vien J.Siregar untuk menyampaikan pandangannya”

“Terimakasih Yang Mulia Presiden Miss Pussy Noni, saya adalah Opung Makar – Macan Purba dan sebelah saya ini si  Kembar Banun/Babi Hutan 1 dan 2, kami sama sama hidup era Purba di Kab. Simalungun dan Asahan. Berikut informasi kami semoga bermanfaat, ada mau ditambahkan Lae berdua?”, tanya Opung ke Kembar Babun. “Horas, Majuah-juah, kami hanya mau katakan bahwa hari ini kami pakai warepack oranye ini  hanya mengingatkan bahwa  para pilot dan prajurit TNI AU di RI saat itu dalam posisi serbasalah, badai itu demikian dahsyat. Itu saja”, jawab mereka berdua. Hadirin bertepuk tangan. Miss Pussy tersenyum. Opung Makar pun melanjutkan materinya.
.
1.Tahun 1960 , Presiden Ir.H. Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Keberadaan PNI – Partai Nasional Indonesia dan Nahdlatul Ulama (NU)  pada era Demokrasi Terpimpin (1959–1965) itu bukan sebagai bentuk dukungan ideologis terhadap komunisme, melainkan sebagai taktik politik dan strategi kebangsaan. 
.
2.Para politisi PNI dan ulama NU, seperti Kiai Wahab Chasbullah dsb  memandang bahwa bergabung dalam kerangka Nasakom adalah cara untuk mengawal kepemimpinan Bung Karno agar roda pemerintahan tidak sepenuhnya dikuasai oleh kelompok komunis (PKI).
3.Saat Presiden Soekarno menyederhanakan jumlah partai politik melalui Penetapan Presiden (Penpres) No. 7 Tahun 1959 dan Penpres No. 13 Tahun 1960, apapun PKI memenuhi seluruh syarat administratif dan ideologis yang diminta pemerintah. PKI secara resmi diakui sebagai salah satu dari 10 partai politik yang legal di Indonesia, bersama dengan NU, PNI, Parkindo, Partai Katolik, dan lainnya.
.
4.PNI sebagai partai nasionalis utama  pengusung ideologi Marhaenisme ajaran Bung Karno  dan dan NU yang didukung oleh kelompok  pujakesuma/putra jawa kelahiran sumatera mempunyai basis massa yang sangat kuat di wilayah perkebunan Sumatera Utara, termasuk Simalungun dan Asahan.
.
5. Menjelang  14 Mei 1965 di Perkebunan Karet Bandar Betsy (PPN Karet IX, kini PTPN III), Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Banyak konflik terjadi antara TNI dan PKI. Hingga akhirnya dihari itu terjadi penyerbuan masa BTI/PR-PKI  ke Perusahaan ini . Disana ada  Pembantu Letnan Dua (Pelda) Soedjono bersama beberapa prajurit lain dibantu laskar rakyat. Mereka melakukan perlawanan namun masa PKI lebih banyak beliau pun gugur dalam tugas.
.
6,Jauh sebelum kejadian itu, beliau dikenal sebagai prajurit bawah yang disiplin, bersahaja, dekat dengan masyarakat sekitar perkebunan, dan teguh mengemban tugas negara demi menghidupi keluarganya. Pada masa itu, atmosfer di Simalungun sekitarnya  sangat tegang karena maraknya konflik agraria. Terjadi benturan klaim lahan antara masyarakat adat/petani lokal dengan pemerintah terkait wilayah perkebunan yang diklaim secara sepihak oleh PPN IX tanpa musyawarah yang adil.
7.Masyarakat merasa berhak atas tanah ulayat atau tanah garapan mereka yang dicaplok korporasi negara, sehingga memicu perlawanan sengit terhadap manajemen PPN IX. Kemarahan dan tuntutan keadilan dari masyarakat adat inilah yang dilirik sebagai peluang emas oleh Barisan Tani Indonesia (BTI) dan PR – Pemuda Rakyat yang ke-2nya adalah organisasi sayap PKI. BTI/PR pun  masuk menyusup ke tengah-tengah petani yang frustrasi, memanaskan suasana, dan menghasut mereka untuk melakukan aksi sepihak (pencaplokan dan pendudukan paksa lahan karet negara).
.
8. Sebagai manusia biasa dan prajurit yang saban hari berbaur di lapangan, Soedjono pastinya mengalami kegamangan batin yang luar biasa. Di satu sisi, ia paham betul jeritan hati masyarakat kecil yang menuntut keadilan ruang hidup melawan raksasa PPN IX. Namun di sisi lain, ia melihat bagaimana gerakan massa tersebut tidak lagi murni, melainkan sudah disusupi oleh agitasi politik BTI/pr-PKI yang agresif dan menabrak hukum negara. 
9.Dengan semangat ‘Merah putihnya’, dia kerap keluar-masuk desa bertemu masyarakat, berdialog   sekaligus menyampaikan kewaspadaan gerakan BTI/PR-PKI , sebagian masyarakat ada yang mengungsi namun ada juga yang tetap disana menjaga kampung halamannya. Karena sudah santer jika BTI/PR-PKI membawa masa dari luar Kab.Simalungun dan Asahan.  Hingga kemudian terjadilan ‘Tragedi 14 Mei 1965’ itu, ratusan masa mengepung  dengan  cangkul , arit, tombak, pedang, terhunus,
.
“Darisini kita dapat ambil kesimpulan, ada penggalangan masa dari luar. Yang kemudian kok mirip dengan aksi masa Mei 1998, kerusuhan Agustus 2025, dsb. Sebelum kami tutup, mari kita kirimkan Doa tulus untuk almarhum Pembantu Letnan Dua (Pelda) Soedjono dan para pejuang anti PKI lainnya, semoga kini mereka di surganya Allah ,dimaafkan khilafnya, berdoa dimulai..”, suasana hening.
Ikan hiu muter muter, See you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)

Tentang Koran Jokowi 4510 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan