Sebuah agenda rahasia digelar di luar lingkar Istana Negara. Presiden Miss Pussy Noni secara mendadak dari Istana negara Republik Fabeliano – Kota Bandung siang tadi (15/10) melakukan kunjungan kerja senyap ke wilayah pantai utara Jawa Barat. Tujuannya satu: menemui dua tokoh penting kabinetnya asal Cirebon yang sedang menjadi sorotan.
.
Pertemuan itu tidak digelar di hotel bintang lima, melainkan di sebuah warung emperan Nasi Jamblang legendaris di Cirebon. Di atas meja kayu, berjajar rapi beralas daun jati, lengkap dengan lauk balakutak hitam, paru goreng, dan sambal cabai merah yang menggoda selera.
Di sisi kiri meja, duduk Mbah Mokorjang – Utusan Presiden Urusan Hewan Purba Jawa Barat yang tampak anggun mengenakan blangkon tradisional dan beskap lurik khasnya. Di hadapannya, duduk Mbah Rebon – Menteri MBG, KopDes & Koperasi Nelayan. Meski status jabatannya sedang terkena sanksi skorsing 90 hari, Mbah Rebon tetap tampil eksentrik dengan gaya khas rambut dreadlocks rasta, kacamata hitam, serta radio boombox jadul yang setia bertengger di pundaknya.
.
Sementara itu, di pintu masuk warung, berdiri si Begundal Akamsi (Anak Kampung Sini). Anjing hitam berotot dengan rompi compang-camping itu berdiri siaga memegang tongkat kayu besar, matanya tajam menyapu jalanan luar guna memastikan situasi tetap steril dan aman terkendali dari intaian manusia. Ya dia sedang ‘magang’ sebagai aspri Presiden.
.
Saya, beserta Kordnas dan istri duduk dihadapan mereka. Mendengarkan apa yang mereka bicarakan,
Sambil mengunyah Nasi Jamblang, Miss Pussy Noni membuka obrolan serius menjelang rencana mereka melintasi salah satu rute paling legendaris di kota ini.
“Mbah Mokorjang, tolong ulik mesin waktu. Bagaimana sebenarnya riwayat tanah ini hingga memunculkan batas mistis yang ditakuti para penguasa?” tanya Sang Presiden.
Mbah Mokorjang mengelus jenggot putih purbanya perlahan. “Noni Presiden, wilayah ini berakar dari abad ke-15 era Padukuhan Caruban. Pangeran Walangsungsang membabat lahan bukan untuk menumpuk harta, melainkan menyatukan rasa lewat filosofi Cai Rebon. Namun kolonialisme Daendels dan keputusan tahun 1910 mengubah tata ruang. Kini kita melihat hasilnya: Kota Cirebon berdiri dengan 22 kelurahan, sedangkan Kabupaten Cirebon membentang dengan 412 desa. Namun di luar batas geopolitik itu, ada jalur gaib bernama Jalan Karanggetas yang energinya menembus segalanya.”
Mbah Rebon menyela sambil mematikan volume radio jadulnya, “Betul, Noni. Legenda mencatat, di jalan itulah kesombongan rambut sakti Syekh Magelung Sakti dipangkas habis oleh kebersahajaan Sunan Gunung Jati hanya dengan sejumput jari. Mitosnya abadi sejak abad ke-15: Siapa pun pejabat atau penguasa sombong yang berani lewat dengan dada membusung, niscaya kekuasaan dan kewibawaannya akan runtuh runtuh-meruntuh!“
.
Miss Pussy Noni memandang ke luar warung, menatap aspal Jalan Karanggetas yang membentang di kejauhan. Pikirannya langsung tertuju pada daftar hitam para penguasa Cirebon yang karirnya berakhir tragis di tangan penegak hukum. Si Begundal ikut menengok kalau pun mulutnya penuh kerupuk.
.

Publik tentu ingat Sunjaya Purwadisastra, mantan Bupati Cirebon yang singgasananya hancur dan telah inkrah divonis 7 tahun penjara akibat keserakahan suap jabatan dan pencucian uang. Begitu pula di sektor BUMD Kota, di mana per Agustus 2026 kemarin, kejaksaan resmi mengeksekusi dua mantan petinggi PD Pembangunan, Ofian Ismana (5 tahun penjara) dan M. Firman Ismana (6 tahun penjara) atas kasus korupsi aset daerah yang juga telah berstatus hukum inkrah.
“Jadi,” Miss Pussy Noni mengetukkan cakarnya ke meja, membuat piring daun jati sedikit bergetar. “Apakah para koruptor ini hancur karena mereka lancang berjalan di atas aspal Karanggetas dengan hati penuh ketamakan? Apakah ada khodam Jalan Karanggetas yang mengutuk mereka?”
Suasana warung mendadak hening, gerimis turun perlahan.
Miss Pussy Noni tersenyum tipis, matanya berkilat tajam. “Jawabannya jelas: Tidak. Kita tidak perlu menyalahkan khodam, jin, atau takdir mistis Jalan Karanggetas atas jatuhnya para pencuri uang rakyat ini.”
“Sebab tanpa perlu melewati jalan keramat itu pun, kehancuran para pencuri uang rakyat adalah kepastian hukum alam yang universal. Semua agama tanpa terkecuali telah mengharamkan korupsi! Kitab suci manapun mengutuk keras manusia yang memakan hak kaum papa. Ketika seorang pejabat mulai berani menandatangani proyek fiktif atau menerima sekeranjang uang suap, saat itulah dia sedang memotong sendiri ‘rambut kesaktiannya’. Mereka runtuh bukan karena kutukan aspal Karanggetas, melainkan karena hukum karma dan hukum Tuhan yang bergerak nyata melalui ketukan palu hakim di pengadilan dunia.”
Mbah Mokorjang mengangguk setuju, sementara Mbah Rebon kembali menyalakan radionya pelan, saya – KordNas dan istri mengamini. Si Begundal menyeruput kopinya habis, dan pamit untuk menjaga diluar. Sambil menenteng seplastik kerupuk udang.
.

Jalan Karanggetas hanyalah sebuah simbol pengingat visual di dunia fana. Sebuah monumen gaib yang senantiasa berbisik kepada setiap makhluk yang sedang memegang tampuk kekuasaan, baik di tingkat kelurahan, desa, maupun kursi bupati dan wali kota: Di atas langit masih ada langit. Dan ingat, di ujung ketamakan, selalu ada kehancuran yang mutlak.
Tiba tiba hujan trun deras disertai petir berulang-kali.
‘Bruukkk !
Si Begundal pingsan karena kaget
Ikan hiu muter muter, see you later.
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)









“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis, Tgl.15 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=====
- #RepublikFabeliano, “MONSTER BERKEPALA 5 DI BNPB !?”
- Yusda Setiawan,SH. “HATI HATI KABAKOM KENA KARTU MERAH!”
- #Gibranism, “ADA APA DENGAN MAHFUD !?”
- #RepublikFabeliano, “KAPAN MENHUT RAJA JULI MUNDUR !”
- I Nyoman Parta Adi, “BALI MARAH SOAL BBM LANGKA !?”
- Vien J. Siregar, #RepublikFabeliano, “KAMI BUTUH 365 PANGULU BALANG BARU DI KABUPATEN SIMALUNGUN !”
- #RepublikFabeliano, “RELAWAN JOKOWI – GIBRAN & AD – HOMINEM”
- #RepublikFabeliano, “SOAL IJASAH GIBRAN DI MK, MANA YANG BENAR ?”
- #Gibranism, “DARI BANDUNG KITA LAWAN !”
Be the first to comment