Suratman, #RepublikFabeliano. “ALIANSI SERANGGA JAMBI GUGAT PRESIDEN !? “

Suratman, #RepublikFabeliano.

“ALIANSI SERANGGA JAMBI GUGAT PRESIDEN !? “

Ketegangan politik tingkat tinggi mendadak pecah di tapal batas hutan Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Ribuan, bahkan jutaan massa demonstran bertubuh mungil secara mengejutkan mengepung wilayah perbatasan perkebunan sawit sejak 2 hari lalu. Tidak main-main, mereka adalah  jutaan serangga yang bernama ASSHJAM – ALIANSI SERANGGA SAWIT & HUTAN JAMBI. Yang  menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut keadilan.
.
Maka hari ini (30/10) , Presiden Fabeliano – Miss Pussy Noni memerintahkan  Bujang BangDuk (Sesepuh Kumbang Tanduk yang juga selaku  Utusan Presiden Urusan Serangga Sawit) sebagai wakil resmi pemerintah untuk turun ke lapangan menemui para demonstran. Di bawah kawalan ketat, Bujang BangDuk berhadapan langsung dengan Nona Ulat Api selaku Ketua Umum ASSHJAM dan Nona Rangrang yang bertindak sebagai Sekretaris Jenderal, beserta jutaan simpatisan serangga yang riuh merayap di pelepah dan dedaunan.
.
“Saya Ulat api (Lepidoptera: Limacodidae)  karena tubuh kami  ditutupi duri beracun yang menyebabkan sensasi gatal, perih, dan panas seperti terbakar jika tersentuh kulit manusia. Kami memakan helaian daun kelapa sawit hingga habis dan hanya menyisakan tulang daunnya saja karena disetiap pelapah sawit ada kami 5-10 ekor.”
.
“Saya semut Rangrang  (Oecophylla smaragdina) ,kami dianggap  “satpam alami” atau predator utama pemburu hama yang sangat menguntungkan di perkebunan dan pertanian juga sebagai kroto pangan burung”
.

“Tanpa kami berdua, Semut rangrang adalah pembasmi hama, sementara ulat api  berfungsi menjaga rantai makanan alamiah di kebun agar ekosistem tidak mati.menambah bahan organik yang bisa menyuburkan tanah di sekitar perakaran tanaman”

.
Jutaan serangga lain bertepuk-tangan, kemudian Nona Ulat Api mengambil microphone megaphone dan mulai bicara , “Kepada bapak Bujang Bangduk mewakili presiden Republik Fabeliano kami  menggugat kehancuran ruang hidup bangsa kami yang dilakukan oleh ras manusia di tanah Jambi:

Penggusuran Rumah Asli Demi Ruko dan Properti:
Kami  memprotes maraknya pembangunan perumahan kavlingan, ruko, dan ekspansi properti yang serakah di Batanghari. Hutan heterogen tempat leluhur mereka tinggal habis dibabat, memaksa jutaan serangga kehilangan tempat tinggal asli.

Kegagalan Reboisasi dan Monokultur yang Monoton:
Manusia dinilai hanya menanam sawit secara masif tanpa memikirkan keseimbangan alam. Akibat hilangnya pohon-pohon hutan, predator alami mereka seperti burung hantu dan tupai punah, memicu ketidakseimbangan rantai makanan yang parah.

Modus Peremajaan (Replanting) yang Jorok:
Manusia sering kali menumbangkan pohon sawit tua dan membiarkan batangnya membusuk begitu saja di tanah demi efisiensi biaya. Lahan jorok penuh limbah batang busuk inilah yang memicu ledakan populasi larva secara tidak terkendali, namun ironisnya serangga yang selalu dicap sebagai hama kriminal.

Tuntutan Fantastis Ganti Rugi Rp1.000 Triliun hingga BPJS Serangga
Mengingat kerusakan ekosistem yang masif dan menewaskan lebih dari 6,8 miliar ekor serangga akibat Karhutla Batanghari yang menembus 1.376,70 hektar, ASSHJAM melayangkan draf tuntutan yang sangat ekstrim kepada perwakilan pemerintah:
    • Meminta uang ganti rugi ruang hidup sebesar Rp1.000 Triliun.
    • Menyediakan 6,8 miliar papan nisan untuk memakamkan rekan-rekan mereka yang terpanggang hidup-hidup akibat asap kebakaran hutan.
    • Menuntut jaminan kesehatan berupa Gratis BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan untuk seluruh jutaan anggota ASSHJAM yang masih hidup tanpa sekat hingga tahun 2029.

Plot Twist Menohok: Aksi Demo yang Salah Alamat!
Mendengar rentetan tuntutan yang berapi-api itu, Bujang BangDuk selaku utusan pemerintah hanya manggut-manggut tenang dan mengambil  pengeras suara.
.
“Saudara-saudaraku sesama serangga Jambi… Tuntutan kalian mengenai tiga dosa ekologis manusia itu seratus persen sangat logis dan kami terima datanya. Tapi ada satu masalah kecil yang sangat fatal… Kalian semua ini SALAH ALAMAT! Spanduk kalian tertulis menggugat Presiden Republik Fabeliano. Padahal yang merusak hutan kalian, yang bikin replanting jorok, dan yang terbitkan izin properti itu adalah pemerintah Republik Indonesia di dunia manusia, bukan kami di Republik Fabeliano! “ seru Bujang BangDuk dengan nada tenang.
.
Bruuukk..!
Jutaan serangga pun pingsan karena malu
Ikan hiu muter muter, see you later.
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour 
| #RepublikFabeliano | #Gibranism | #DariBandungKitaLawan! | #Karhutla2026
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, Tgl. 31   Oktober 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

=====

Tentang Koran Jokowi 4570 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan