#Republik Fabeliano,
“SALIB MERAH 28 OKT’2026′
Diantara ribuan aksi demo 28102026 kemarin di Jakarta, bagi kami yang terbiasa mengikuti aksi aksi demo mahasiswa, aktifis, masyarakat sipil, buruh, dsb sejak thn.2012 lalu. Ada yang ‘ikonik’ yaitu adanya “SALIB MERAH” yang dibawa oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia). Demikian laporan jurnalis senior Istana Negara Republik Fabeliano – Karin ,Anoa muda asal Sulawesi dan Buton. Yang juga keponakan dari Nona Anoaoni – Utusan Presiden Urusan ESDM . Ditemani kameramen handal, Bayu – Keturunan Singa asal Gujarat India.
Menurut peserta , alasan mereka membawa SALIB MERAH itu , “Karena kami terinspirasi dari masyarakat adat Papua, terinspirasi film Pesta Babi”

Karin juga menyampaikan beberapa hal terkait SALIB MERAH, yaitu:
1. Di Papua Selatan aslinya:
Dipakai sebagai penanda wilayah adat sekaligus bentuk penolakan terhadap proyek yang mengancam tanah dan ruang hidup masyarakat. Ditancapkan di tanah yang punya nilai historis & kultural tinggi.
2. Makna simboliknya:
Merepresentasikan penderitaan, doa, serta perlawanan damai masyarakat adat dalam mempertahankan haknya, juga simbol perjuangan menjaga hutan dan wilayah leluhur dari kerusakan lingkungan menurut Greenpeace.
3. Di aksi Jakarta:
PMKRI menegaskan penggunaannya sama sekali tidak berkaitan dengan aspek keagamaan tertentu, melainkan sebagai representasi murni gerakan perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan, dan secara garis besar merepresentasikan perlawanan sekaligus harapan rakyat Papua.

Jadi yang kakak foto itu bukan simbol agama di demo, tapi simbol solidaritas mahasiswa Jakarta untuk perjuangan masyarakat adat Papua yang diangkat di film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono.
Ada kak, sejarahnya cukup panjang dan dalam — ini rangkuman dari beberapa sumber Papua:
Asal-usul Gerakan Salib Merah (GSM):
1. Mulai sejak 2014, diam-diam:
Gerakan ini sebenarnya sudah berdenyut sejak 2014, tapi sunyi dari media. Masyarakat adat di Papua Selatan memilih melawan dalam senyap tanpa kekerasan dengan cara menancapkan Salib Merah di jantung hutan ulayat mereka.
2. Dipicu Proyek Raksasa:
Dipicu megaproyek MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) zaman SBY, dilanjut Jokowi sampai Prabowo sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan & energi. Targetnya 2,5 juta hektar hutan adat di Merauke, Mappi, Boven Digoel buat sawit, tebu, cetak sawah baru.

3. Menyebar luas:
Setidaknya 1.800 palang adat dan salib merah sudah ditancapkan dalam beberapa tahun terakhir. Meluas di suku Awyu, Mandobo, Yei, Marind-Anim di Kabupaten Boven Digoel, Mappi, Merauke, bahkan sampai Jayapura. Tinggi salib rata-rata 5-7 meter.
4. Makna adatnya:
Bukan cuma salib Kristen. Jauh sebelum misionaris datang, tanda kayu sudah dipakai untuk menandai wilayah, duka, dan perang. Kekristenan berjumpa dengan kosmologi adat jadi simbol hibrid.
– Di pangkal salib diikat daun kelapa muda / sasi adat — artinya larangan keras mutlak. Melanggar sasi diyakini bawa bencana.
– Di sampingnya ada Papan MK 35 — tulisan “Tanah adat bukan tanah negara” dari Putusan MK No.35/2012, dan “Tanah ini milik Sonu Sobu Subang” (Tuhan Yang Maha Kuasa dalam bahasa Awyu).
– Warna merah = warna darah, luka, peringatan — bahwa tanah itu sumber kehidupan, bukan benda mati.

5. Contoh terbaru:
– Mei 2025 di Kampung Onggari, Malind, Merauke — masyarakat pasang Salib Merah menolak konsesi kebun tebu 50 ribu ha milik Jhonlin Group.
– 15 Desember 2025 di Kampung Wanam, Ilwayab — Salib Merah ditancap di jalan 13 km yang digusur alat berat PT Jhonlin buat pelabuhan & bandara PSN.
Kata warga: “Kami menanam Salib Merah ini bukan sekadar kayu. Ini tanda Tuhan hadir di tanah kami… Jika kalian melanggar salib ini, kalian bukan hanya melawan kami, tapi menantang Tuhan dan leluhur.”

“…Jadi gerakan ini disebut peneliti sebagai perlawanan nirkekerasan langsung yang berani dan radikal — memadukan tradisi lokal, agama, dan hukum buat melawan perampasan tanah. Masyarakat Papua tidak menolak kehidupan yang lebih baik. Mereka tidak menolak sekolah, kesehatan, atau akses ekonomi. Yang masyarakat Papua tolak adalah pembangunan yang menghapus keberadaan mereka sendiri. Itu yang kemudian diangkat di film Pesta Babi dan dibawa ke Jakarta hari ini sebagai simbol solidaritas, kak. Dalam ilmu komunikasi , SALIB MERAH merupakan Komunikasi nonverbal karena peristiwa komunikasi yang tidak terucap atau tertulis …”, demikian Karin menutup pembicaraan dengan kami melalui seluler.
Ikan hiu muter muter, see you later!
DARI BANDUNG KITA LAWAN!
(Red-01/Foto.ist)










“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”



CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis, Tgl. 29 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=
=====
- “INDONESIA – SINGAPORE, MAIN TAK UMPET !?”
- ” LAST SAMURAI ANTIKORUPSI ITU BERNAMA KPK !?”
- Budi D.Ginting, #RepublikFabeliano, “PUPUK BERSUBSIDI LANCAR, PETANI PUN BISA TIK-TOKAN”
- S. Yusup,S. ” KARMELE & ORANGUTAN JOMBANG ?”
- #RepublikFabeliano,”PRESIDEN PIMPIN SHOLAT ISTISQA KARHUTLA 2026″
- Gusmar,A. #RepublikFabeliano. “HITAM PUTIH NGURUS KOTA JAKARTA”
- #RepublikFabeliano, “RP 2,7 MILIAR DIAMBIL 320 HANTU MAHASISWA?”
- #RepublikFabeliano, “AYO BABE SURATMAN, JAMBI BUTUH 6,8 MILIAR NISAN !”
- Tarzuki ‘i’o#RepublikFabeliano, “SISWA KOTA CIREBON DILARANG PINTAR?”
- Yusda Setiawan,SH. “KORBAN ASAP KARHUTLA BOLEH LAKUKAN CLASS ACTION?”
Be the first to comment