Arie Kurniawan,Bengkulu  #RepublikFabeliano, “DUGU; HEWAN, MANUSIA ATAU JIN?”

Arie Kurniawan,Bengkulu  #RepublikFabeliano,
“DUGU; HEWAN, MANUSIA ATAU JIN?”
.
Semalam (3/11) saya kedatangan Sedingen – Babi Hutan asal hutan Rejang Lebong, Bengkulu yang juga saat ini menjabat selaku Utusan Presiden Republik Fabeliano  Urusan Babi Buruan. Awalnya dia berceritera tentang beberapa kasus dugaan korupsi yang sedang marak dibicarakan masyarakat, al; B. Daditama: Mantan Wakil Ketua I DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong, Eko Yusanto: Direktur Utama PT Cahaya Mas Cemerlang. Pemeriksaan Anggota DPRD (Pusaran Kasus yang Meluas) – Vinna Ledy Anggraheni, seorang politisi PKB sekaligus anggota DPRD. Kasus Tuntutan Ganti Rugi (TGR) SPPD di DPRD:  temuan TGR Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif/bermasalah sebesar Rp1,7 miliar di internal DPRD Rejang Lebong. hingga kasus Mafia Solar Subsidi, praktik penyelewengan BBM bersubsidi jenis Bio Solar di Padang Ulak Tanding, dsb.
.
“Yang lain saja, ini sudah banyak dikupas media lain”, kata saya. Dan Sedingen pun berceritera tentang sedang maraknya isu penampakan “Kriptid” Tanah Rejang: Makhluk Fisik tapi Gaib

Kata Sedingen, berbeda dengan hantu yang berwujud energi spiritual, di Tanah Rejang ada kepercayaan kuat tentang keberadaan makhluk kriptid (makhluk biologis misterius yang tersembunyi). Warga lokal percaya mereka nyata, kasat mata, butuh makan, dan berkembang biak di kedalaman hutan Bukit Barisan. Tinggi maks 1 meter, berbulu gelap, muncul dalam kabut dan kegelapan hutan.

Masyarakat Suku Rejang secara turun-temurun membedakan Dugu’ dengan makhluk gaib seperti Sebako atau Bunian. Bagi warga lokal, DUGU adalah makhluk fisik (biologis), bukan hantu. Mereka punya daging, butuh makan, bisa terluka, namun memiliki kecerdasan liar yang membuat mereka sangat sulit ditangkap.

“…. Tapi Kak, Secara sains formal, keberadaan Orang Pendek atau Dugu’ ini belum dinyatakan nyata (real) 100% karena belum ada bukti fisik konklusif seperti fosil, bangkai, atau foto/video berkualitas tinggi yang diakui dunia ilmiah. Makhluk ini masih diklasifikasikan sebagai cryptid—seperti halnya kasus mahluk Bigfoot di Amerika atau Yeti di Himalaya”, kata Sedingen sambil merapihkan rompinya.
.
Bahkan  para peneliti dunia (termasuk National Geographic dan Fauna & Flora International) menganggap isu ini sangat serius dan bukan sekadar takhayul hantu belaka. Ada beberapa alasan ilmiah yang mendukung kemungkinan bahwa mereka benar-benar nyata sebagaimana disampaikan  pejabat kolonial Belanda tahun 1900-an, hingga kesaksian fotografer satwa liar modern Inggris, Jeremy Holden, pada tahun 1994 yang melihatnya langsung. 
.
Sedingen menghentikan bicaranya, dia minta dibuatkan kopi pahit plus cemilan idolanya ,jengkol goreng dengan bumbu cabe rawit + gula merah. Saya tidak paham dimana enaknya cemilan model Sedingen ini. Karena tamu adalah raja, ya sudahlah …  istri pun membuatkannya.

Setelah yang dimau tersedia, sambil mengunyah cemilan Sedingen meneruskan, Proyek riset bertahun-tahun sempat mengumpulkan cetakan jejak kaki unik dan beberapa helai sampel rambut dari lokasi penampakan. Saat diuji laboratorium DNA, hasilnya membingungkan: sampel tersebut dipastikan milik primata, tetapi tidak cocok dengan DNA manusia, orangutan, siamang, atau satwa Sumatra mana pun yang terdaftar dalam sains saat ini. “Yang belum terjawab dia ini hewan, manusia purba atau siluman”, kata Sedingen , saya dan istri juga heran, bukan soal Dugu tapi kami heran bagaimana bisa hanya dalam waktu 3 menit kopi panas dan cemilan itu habis tiada sisa.

Ini karakteristik paling ikonik. Jejak kakinya sekilas mirip anak kecil, namun tumitnya berada di depan dan jari-jarinya menghadap ke belakang. Struktur ini konon adalah adaptasi evolusi mereka agar para pemburu manusia terkecoh saat melacak arah pelarian mereka di dalam hutan lebat. Wallahualam bishowab.

Yang jelas saat ini Karhutla pun menimpa hutan Kab. Rejang lebong kalau pun tidak seluas wilayah lain namun terdampak kepada 12.204  warga dengan gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), “Oke sedingen, jika memang semua sepakat bahwa DUGU  itu ada lalu bagaimana nasibnya dengan adanya Karhutla ini, bagaimana nasib mereka?”, tanya saya. Sedingen diam, matanya basah.

Dalam Alquran banyak disampaikan tentang keimanan kepada yang ghaib merupakan pilar paling mendasar dalam akidah Islam sebagaimana Surat Al-An’am Ayat 59 (Hanya Allah yang Memegang Kunci Ghaib). Ayat ini menegaskan bahwa hakikat dan ilmu tentang seluruh hal ghaib di alam semesta ini hanyalah milik Allah SWT:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ…
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan…”

‘Bruuk!

Sedingen pingsan.

Ikan hiu muter muter, see you later.

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour 
| #RepublikFabeliano | #Gibranism | #DariBandungKitaLawan! | #Karhutla2026
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu,Tgl. 4 November  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

=====

Tentang Koran Jokowi 4578 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan