#RepublikFabeliano, “KERJA SAJA YANG BENAR, PILPRES 2029 MASIH JAUH!”

#RepublikFabeliano,
“KERJA SAJA YANG BENAR, PILPRES 2029 MASIH JAUH!”
 .
Suasana sejak siang hingga petang (11/9) di depan Istana Presiden Fabeliano yang terletak di jantung Kota Bandung mendadak lumpuh total. Ribuan massa dari aliansi & aktifis Gen Z memblokade jalan-jalan protokol, menciptakan kemacetan horor yang mengular hingga ke pinggiran kota. Mereka datang membawa satu tuntutan mutlak: bertemu langsung dengan sang pemimpin tertinggi, Presiden Miss Pussy Noni. Gerakan  massa yang riuh ini dipimpin oleh Rangga, seorang aktivis muda yang dikenal militan dengan nama organisasinya ‘NONAME SQUAD., berlogo tengkorak merah. Wihh..!
Melihat gelombang massa yang semakin tak terkendali dan rawan disusupi anarkisme, Aliansi Hewan Jalanan Bandung Raya (AHJB) / Greater Bandung Street Animal Alliance terpaksa turun ke jalan demi mengamankan situasi kota yang  dipimpin langsung oleh Bro Kangal, seekor anjing perantau bertubuh kekar asal Turki yang telah menetap dan menjaga jalanan Kota Bandung selama hampir 10 tahun. Kedua kubu sempat berhadapan dalam ketegangan yang pekat, saling tatap antara idealisme pemuda manusia dan ketegasan penjaga jalanan.
.
Mendengar kegaduhan di gerbang luar, pintu Istana Fabeliano akhirnya terbuka. Presiden Miss Pussy Noni, sang kucing campuran Persia–Sunda  didampingi dua pengawal setianya: Jenderal Gori, gorila perkasa asal Afrika, dan Jenderal Bodas, macan putih legendaris mantan pengawal Prabu Siliwangi. Menolak konfrontasi, Presiden Pussy dengan tenang menmeui ke-2 masa dan  mengajak Rangga serta Bro Kangal untuk masuk ke dalam istana. Dan, duo Jenderal, Gori dan Bodas tetap waspada dengan ke-2 palu besarnya. 
Di dalam ruangan, Rangga tidak membuang waktu. Dengan napas memburu, ia menyerahkan selembar kertas petisi tebal berjudul “KERJA SAJA YANG BENAR, PILPRES 2029 MASIH JAUH!”. Dan,  Rangga membacakan tuntutan publik yang mengecam keras program-program pusat yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil selama dua tahun terakhir: Berikut isi petisi tersebut;
📌 Makan Bergizi Gratis (MBG): Kontrol kualitas di lapangan amburadul hingga memicu kasus keracunan massal anak sekolah > 48.000 siswa, ditambah sempat adanya pencatutan dana pendidikan 20% sebelum akhirnya digagalkan oleh gugatan rakyat di Mahkamah Konstitusi. DPRRI diam, karena mereka ikut ketok palu!
📌 Koperasi Desa (Kopdes) & KopNelayan Rp101 Triliun: Proyek fisik asal-asalan yang dipaksakan dari pusat hingga bangunan gedungnya ada yang dibukit, sawah, hutan bahkan diantara makam desa  demi serapan anggaran akhir tahun, ditambah dana diklat militeristik pengelola yang menelan Rp1.069 triliun. DPRRI diam, karena mereka ikut ketok palu!
📌 Kebijakan Rekening Politik Rp50 Ribu: Pembukaan rekening otomatis berbasis NIK berbiaya APBN Rp11 triliun yang dinilai publik hanya taktik populis murahan untuk membeli suara pemilih pemula demi syahwat politik Pilpres 2029, alih-alih memperbaiki sekolah rusak. DPRRI diam, karena mereka ikut ketok palu!
📌 Kabinet Gemuk Rp1,54 Miliar/Bulan: Pemborosan uang pajak rakyat untuk membayar gaji 48 Menteri dan 56 Wakil Menteri, sementara 220.000 hektar hutan hangus akibat karhutla memicu kematian 2,2 triliun serangga tanpa ada empati dari kabinet manusia. DPRRI diam, karena mereka ikut ketok palu!
📌 RUU Perampasan Aset & LHKPN DPRRI:RUU Peramasan Aset  tertunda hingga 10 tahun, rakyat marah, apalagi hanya > 40-55% (320 orang) anggota DPRRI  tidak mengisi/belum mengembalikan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) ke KPK,sedangkan total kekayaan dari 580 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mencapai Rp26,7 triliun. Atau > Rp46 miliar/orang. Mengapa DPRRI dan KPK diam?
📌 Kabinet Anti Kritik : Sebenci-bencinya Presiden kepada lawan politiknya idealnya tidak disampaikan dengan bahasa yang menyakitkan; Ndasmu, Londo Ireng, Pindah Negara, Emang Gue Pikirin, dsb. Juga banyaknya menteri yang minim Public-speaking membuat gaduh dan kerap jumpa pers klarifikasi. 
📌 Minimnya Simpati Rakyat : Survey Tempo Data Science bulan Agustus 2026 lalu menyampaikan jika Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden, Wapres dan Kabinet tersisa 37%, menurun dari Desember 2025 yang >75%.
Setelah mendengar rentetan orasi Rangga yang menggebu-gebu, Presiden Miss Pussy Noni tersenyum. Dan  menatap Rangga dan Bro Kangal bergantian dengan tatapan teduh, namun menyimpan tawa satir yang menggelitik. Presiden Pussy kemudian berujar lirih:
“…Wahai anak muda , RANGGA. Kakak sudah lama tahu siapa kamu, aktifis sejati Jawa Barat khususnya di kota Bandung ini. Bahkan Kakak juga kenal ayahmu si Mr.Stabillo –  mahasiswa dan aktifis kota Bandung thn.1960-1970″, Rangga menatap mata Miss Pussy. “Bagaimana ibu tahu ayah saya?”, ..”Ayahmu dan almarhum ayahku satu cicle saat itu, kerap satu sel. Ayahmu sospol ayahku matematika. Ibumu dan Ibuku juga satu kampus. Kakekmu adalah pengusaha dan perintis Kopi Lembang bernama ‘INDOENG’. Kakekku pemilik Delman terbanyak di kota Bandung, mereka juga satu circle dalam pergerakan marhaen.  Ayah dan ibumu wafat tahun 1998 saat kerusuhan di Jakarta, ayahku wafat thn.2021 karena usia”, jawab Miss Pussy tenang, tiba tiba Rangga memeluknya haru. Kemudian Miss Pussy memperlihatkan 2 foto di Hp-nya.
“No.1 adalah kakekmu, 2 kakeku, 3 neneku menggendong ibuku, 4 mang Ano -sniper laskar rakyat , 5 adalah Babah Tong – ahli pembuat mesiu. Mereka sedang menyamar  dari kejaran Belanda thn.1947-1950
“Kalau ini, no.1 adalah ayahmu, 2 ayahku, 3 ibuku, 4 Sutisna – mahasiswa ahli silat. Saat itu para mahasiswa, aktifis dan laskar rakyat bersama TNI  dalam operasi ‘Pagar Betis’ mengejar DI/TII hingga Lembang, Sukabumi, Majalengka, Sumedang,dsb.Kalau tidak salah ini antara thn.1961-1962″
“Yang lebih penting lagi,Rangga. Maaf ya, petisi mu ini ‘Salah-alamat’ seharusnya ini kamu bawa ke Istana Negara di Jakarta, bukan disini karena ini adalah Istana Negara Republik Fabeliano”, kata Miss Pussy sambil mengusap-usap kepala Rangga.
‘Bruukkk…
Rangga pun pingsan
Ikan Hiu muter muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.Repro)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, Tgl.12  September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

=============

Tentang Koran Jokowi 4473 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan