Mayjen.TNI. Purn. Teuku Abdul Hafil Fuddin,SH, SIP, MH.“ANEUK MANOEK UTEUN” – (2), PROLOG.

Mayjen.TNI. Purn. Teuku Abdul Hafil Fuddin,SH, SIP, MH.“ANEUK MANOEK UTEUN”

Bismillahirahmanirahiim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam Sejahtera;

KoranJokowi.com, Bandung :Kata dakwah berasal dari bahasa Arab, yakni (دعوة .(Dalam AlQur’an, kata dakwah bisa diartikan dengan bermacam-macam makna). Namun kata dakwah kerap kali diartikan dengan mengajak, menyeru, memanggil, meminta, dan mengundang.

Dan media (cetak, audio-visual,dsb) merupakan alat atau sarana untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti perantara, tengah atau pengantar. Dalam bahasa Inggris media merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti tengah, antara.

Dari pengertian tersebut ahli komunikasi sepakat mengartikan bahwa media merupakan alat yang menghubungkan pesan komunikasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan (penerima pesan)

Dan dalam bahasa Arab media sama dengan wasilah atau dalam bentuk jamaknya yakni wasail yang berarti alat atau perantara. An-Nahl ayat 125: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat di jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Buku (ilmiah, fiksi, cerpen, biography, populer, Jurnal, dsb) adalah salah satu diantaranya.

Buku sebagai Jendela dunia, betul, saya Hafil Fuddin telah merasakan itu, saat usia kanak-kanak   hingga dewasa demikian sulit mendapatkan atau membeli buku yang saya gemari, kalau pun tu sebuah komik atau buku pelajaran wajib. Apalagi saat itu belum ada internet yang dapat ‘memenuhi keinginan dan laparnya ilmu pengetahuan.

Buku sebagai Jendela dunia, betul, namun kita juga harus memahami mana buku kiri dan mana buku kanan. Buku kiri dilarang keberadaannya karena identik dengan hal negatif dan dilarang pemerintah. Buku Kanan, adalah sebaliknya.

Buku sebagai media dakwah, buku sebagai jendela dunia, dan buku sebagai investasi bagi penerbit, nara-sumber bahkan penulisnya, buku adalah ladang ibadah. Allah SWT, Tuhan YME telah menjanjikan tentang adanya upah pahala di setiap ibadah yang dilakukan manusia. Itu artinya, Allah bukan hanya sekedar memerintah manusia untuk beribadah, tetapi di balik itu Allah sudah menyiapkan sesuatu sebagai imbalannya dan akan dari Allah secara detail pada hari perhitungan, yakni ‘Yaumul hisab.

Buku sebagai investasi dan ladang ibadah, saya, Hafil Fuddin menyetujui itu, yaitu; (a), Manfaat Material, memiliki nilai jual (Value-added) bagi penulis, penerbit, pengecer, kolektor, dsb. (b). Manfaat Perubahan Prilaku, dengan buku berkualitas, tidak-menggurui, komunikatif & kemasan populer (Edukasi & Entertainment) pembaca tidak sadar akan terpengaruh atas apa yang disampaikan dalam buku.(c). Buku sebagai media Spritual/rokhani, dengan buku maka akan mampu memberikan nuansa spiritual bagi penulis, penerbit, pengecer, kolektor, dsb. Buku mempunyai sebuah kemisteriusan yang tidak bisa diduga.

Saya, Mayjen.TNI. Purn. Teuku Abdul Hafil Fuddin,SH, SIP, MH – kelahiran Banda Aceh, tgl. 14 Juni 1962 bukanlah penulis, penerbit, pengecer, kolektor, dsb. Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan pandangan melalui buku catatan ini agar kiranya menjadikan ladang-ibadah dan pahala untuk siapapun.

Saya pribadi juga tidak ingin buku catatan ini menjadi penghambat amal ibadah kita semua karena disebut riya, beramal bukan ditujukan kepada Allah SWT, melainkan agar dilihat orang lain. Tasmi, menceritakan amalnya kepada orang lain dengan tujuan yang sama dengan ria. Dan buku ini melanggar dan bertolak belakang sebagaimana tuntutan Alquran dan hadis serta jauh dari ilmu pengetahuan.

Ada pun penamaan buku ini dengan judul “ANEUK MANOEK UTEUN”, Anak Ayam Hutan, adalah bagian dari marketing & psycological-gimmick semata.

Pulpen peut kreuk lam kantong, meusikreut hanjeut teumuleeh, Pulpen ada empat dalam saku namun tidak satu pun mampu dipakai untuk menulis”, hanya kepada Mu ya Tuhan aku memohon pertolongan, aku tidak mampu berbuat baik, kecuali atas pertolongan Mu. “La hawla wala quwwata illa billah” (Tiada daya dan tiada upaya kecuali atas pertolongan Allah)..

Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, Tuhan YME semata. Terima-kasih, Wassalamualaikum wrwb.

Jakarta, tgl. 26 Juli 2020.

Hormat saya,

Mayjen.TNI. Purn. Teuku Abdul Hafil Fuddin,SH, SIP, MH.

Tentang RedaksiKJ 1725 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan