SITUS BATU HARIMAU KAB. SINTANG MASIH PERLU  DIMAKSIMALKAN !?

SITUS BATU HARIMAU KAB. SINTANG MASIH PERLU  DIMAKSIMALKAN !?

KoranJokowi.com, Kalbar : Yth Pim.Redaksi, Ijinkan kami juga melaporkan tentang adanya Arca Batu Harimau (Tenavak) di Bukit Kerarnas, Desa Tanjung Andan, Kecamatan Arnbalau, Sintang, Kalimantan Barat. Laporannya sebagai-berikut: …. Batu Harimau  ( batu Tenavak, yang berarti batu buatan) merupakan salah satu bentuk peninggalan sejarah Kabupaten Sintang yang selama ini belum mendapat perhatian dari pemerintah. Batu Tenavak dianggap penting sebab merupakan salah satu peninggalan sejarah masa lampau yang dapat menjadi bukti tingginya peradaban masyarakat Sintang masa lampau. Peradaban masa lampau yang mampu membuat Arca atau Patung dari batu yang sedemikian besar dengan peralatan yang masih sederhana menunjukan demikian hebatnya leluhur dimasanya.

Peninggalan-peningalan itu mengingatkan kita pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Budha nusantara sebelum dijajah oleh bangsa-bangsa asing. Batu Tenavak merupakan bukti penting untuk mempelajari sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Kabupaten Sintang.

Sehingga bolehlah kita simpulkan bahwa  saat itu  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi tidak hanya memiliki Kerajaan Sintang saja, tetapi ada pula kerajaan lain seperti Kerajaan Mandong.

“Apapun arca itu ada disana, diluar pro-kontra akan keberadaan Batu ini, namun saya pribadi bangga karena Batu arca patung Harimau yang terletak di hutan primer Bukit Beribit, wilayah desa Tanjung Andan kecamatan Ambalau kab, Sintang. Setelah pemecahan Desa menjadi desa pemekaran , Situs arca patung batu Harimau tersebut masuk dlm kawasan wilayah desa Korong Daso, kec,Ambalau. Tempatnya berada ditengah2 HL. Menurut hasil penelitian Ahli sejarah arca batu ini dibuat pada tahun 500 Anodamino.   Oh ya bang, Foto yang duduk di tengah pake kaos merah itu saya  bang. Bersama WWF Indonesia tahun 2010  lalu. Pekerjaan rumah kita selanjutnya adalah bagaimana agar situs ini pun menjadikan destinasi wisata”, demikian F.Luwi, wartawan KoranJokowi.com Prov.Kalbar (19/10) lalu melalui seluler.

Diitambahkan F. Luwi, kegiatan itu hasil koordinasi dgn Gubernur  Kalbar (Dr Kornelis MH –  tahun 2010), dan bekerja sama dgn WWF antropologi indonesia , Prop,DR Armin Syamsuni, Pakar hukum adat dan kebudayaan Universitas Tanjung pura Pontianak,dsb. Adapun target penelitiannya ;1.Batu Harimau berbadan lembu yg terletak di daerah kawasan Bukit baka bukit raya, 2. Batu kura- kura di daerah sungai lekawai kecamatan Serawai kab, sintang. Dan ke-3, Arca batu Harimau ( Batu tenavak ) yang berada di kawasan hutan primer bukit beribit kecamatan Ambalau kab, Sintang. “Sayangnya, kegiatan Poin 1 & 2 tidak bisa kami tempuh dikarenakan waktu yang sangat singkat ( ijin ). Demikian Bang”, kata F.Luwi.  (Red-01/Foto.ist)

Berita sebelumnya,

KOTA JUANG & PERMASALAHANNYA

https://koranjokowi.com/2020/10/15/surat-terbuka-untuk-redaksi-koranjokowi-com-mengenai-kota-juang-melawai-kalbar-permasalahannya-1/

PROYEK PTHML YANG MANGKRAK

https://koranjokowi.com/2020/08/28/proyek-pltmh-mangkrak-kabupaten-sintang-harus-diselesaikan-presiden-jokowi-sumpe-lo-2/

HUTAN LINDUNG MERAMBAH LAHAN WARGA KABUPATEN SINTANG ? (1)

https://koranjokowi.com/2020/08/24/841/

Tentang RedaksiKJ 1757 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

1 Trackback / Pingback

  1. KARYA BESAR ALMARHUM BUPATI MELAWI KALBAR - SUMAN KURIK YANG DILUPAKAN ? | KORAN JOKOWI | Media Independent Relawan

Tinggalkan Balasan