WAWANCARA IMAJINER JENDERAL RYAMIZARD : CERITERA KISRUH DENGAN GATOT & IBARAT LOYALIS SUKARNO YANG DIBUANG SBY ?

WAWANCARA IMAJINER JENDERAL RYAMIZARD : CERITERA KISRUH DENGAN GATOT & IBARAT LOYALIS SUKARNO YANG DIBUANG SBY ?

KoranJokowi.com, Bandung : Salah satu tokoh militer idola saya adalah Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, 21 April 1950 lalu. Mantan Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi (27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019). Juga manta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tahun 2002 hingga 2005.

Suatu saat ada acara disebuah hotel serupa temu kangen dengan beliau, semua protokol kesehatan dilakukan dengan ekstra-ketat. Bahkan saya yang lupa membawa masker pun diberikan cuma-cuma oleh ajudan beliau, singkat ceritera saya pun mendapat wakktu untuk wawancara ekslusif dengan beliau.

“Ijin bertanya Jenderal , bukankah diakhir jabatan Presiden Megawati lalu nama Jenderal sudah approved sebagai Panglima TNI, namun kemudian di anulir saat Presiden SBY menjabat dan kursi itu diberikan kepada Marsekal Djoko Suyanto-lah sebagai Panglima TNI pada tahun 2006?”,, tanya saya. Jenderal sangar namun berhati lembut itu tidak menjawab, malah menyilangkan jari telunjuk kebibir tebalnya, tanda ‘no-comment. Ahahah..

“Ijin tanggapannya Jenderal, Nama anda sempat diisukan sebagai salah satu calon wakil presiden Joko Widodo di Pilpres 2014, kami pun selaku Relawan demikian mendukung saat itu. Mengapa kursi RI-2 kemudian jatuh kepada Jusuf Kalla?”, beliau tidak juga menjawab, bahkan kali ini mata beliau terbelalak, mateho, saya bergidik, takut ditempeleng.

Beliau kemudian bangun dari kursi dan menghampiri saya dengan langkah tegap, dua ajudan sontak mengikuti dalam posisi siap ‘tempur’, mateho !, saya pasrah saat itu. Dan hanya memejamkan mata dann berdoa.

Beliau kemudian menepuk pundak saya dan berkata, “Sok Tau kamu !”, kemudian tertawa terbahak-bahak. Saya tersenyum pahit dan menelan ludah yang tidak ada airnya. Kemudian beliau meminta mengikutinya hingga disebuah pojok ruang, dan meminta saya duduk disana bersama beliau.

“Ngopi dulu brow, santai aja”,katanya sambil menawarkan gelas berisi kopi panas dan sedikit cemilan-cepuluh.

Kemudian beliu berceritera banyak hal,, diantaranya :

1.Saat menjabat Menhan, Ryamizard Ryacudu membenarkan bahwa sempat melontarkan peringatan pedas pada Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat itu dalam masalah ihwal polemik senjata ilegal. Gatot diminta menghentikan kegaduhan dan bersikap loyal pada presiden

2.Pun ketika Gatot mewajibkan prajurit TNI menonton film propaganda “Pengkhianatan G30 S PKI”, Ryamizard bersikeras agar kegiatan tersebut tidak dipaksakan. Panglima lalu membalas,”prajurit adalah kewenangan saya. Menhan tidak punya kewenangan terhadap saya.”

  1. Ryamizard menilai manuver Gatot sedang menjurus ke arah perpecahan antara institusi negara. “Kalau seperti ini terus, tidak bersatu, negara bisa pecah sendiri. Bubar negara ini. Itu perlunya Menhan bicara. Saya bicara bukan hanya asal ngomong.”

  2. Kisruh terakhir berawal dari celotehan Gatot Nurmantyo ihwal isu penyelundupan 5.000 pucuk senjata oleh institusi non militer. Pemerintah lalu mengklarifikasi pembelian itu dilakukan secara legal untuk Badan Intelijen Negara. Namun demikian, Nurmantyo enggan meralat pernyataannya tersebut.

“Ijin bertanya yang terakhir Jenderal, saya penasaran dengan ceritera lalu. Tahun 2002 Panglima TNI saat itu dijabat oleh Jenderal TNI Endriartono , mantan KSAD thn.2000-2002 . Dimana sebelumnya ibu Mega berharap nama anda yang masih menjabat selaku KSAD masuk menggantikannya bahkan DPRRI pun sudah approved anda sebagai calon tunggal Panglima TNI namun saat SBY menjabat Presiden nama anda ‘disingkirkan’ bahkan jabatan Endriartono itu diperpanjang sehingga DPRRI pun ‘ngamuk. Kepada publik SBY saat itu mengatakan perpanjangan kepada Jenderal TNI Endriartono kkarena dia masih memiliki tugas penting, yakni mengawal proses perdamaian di Aceh. Bahkan Endriartono kemudian digantikan Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto, S.IP, bukan nama anda. Apakah semua ini karena dianggap SBY anda adalah loyalis Keluarga Presiden Sukarno?”, tanya saya, beliau tidak menjawab , menaruh gelas teh-nya dimeja, berdiri , menepuk-nepuk bahu saya dan pamit meninggalkan saya. Ke-2 ajudannya tersenyum. ‘Lagh..!! (Red-01/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 1203 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan