HORAS !, PENERANGAN JALAN AREA BANDARA KUALANAMU MEDAN  ‘BURUK. “BISA APA EBIET G.ADE ? “

HORAS !, PENERANGAN JALAN AREA BANDARA KUALANAMU MEDAN  ‘BURUK. “BISA APA EBIET G.ADE ? “

KoranJokowi.com, Dairi: Bandara Internasional Kwala Namo (KNO), kab.  Deli Serdang,  Sumatera Utara, salah satu Bandara  yang banyak menerima kunjungan (kedatangan) juga bepergian ( keberangkatan) bagi pengguna jasa penerbangan di Pulau Sumatera.

Fasilitas yang tersedia lebih dari 21 jenis diantaranya; Makanan dan Minuman (Foodcourt), Ritel, Toko Bebas Bea, Pelayanan, Telekomunikasi, Pelayanan Penitipan Barang, Informasi Turis, Pengembalian VAT, Reflexy & Massage, Reservasi Hotel,Strapping & Wrapping BaggagePenukaran Valas, ATM,Hotel, Executive Lounge, Perkantoran,Banking, Fasilitas,Peta Bandara,Sinema Digital dsb.

Bandara  yang dikelola PT.Angkasa Pura II ini adalah bandara terbesar ketiga di Indonesia (setelah Soekarno–Hatta Jakarta dan yang baru Bandar Udara Internasional Kertajati MajalengkaJawa Barat.  Lokasi bandara ini merupakan bekas areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Beringin, Deli SerdangSumatra Utara. Pembangunan bandara ini merupakan bagian dari MP3EI, untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 85 tahun.

Bandara Kualanamu  diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya. Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013, dengan Luas sekitar   1.365 hektare (ha) ber-anggarkan Rp. 5,8 triliun, dan  Rp. 3,3 triliun-nya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lewat Kemenhub dan Rp 2,5 triliun dari PT Angkasa Pura II (Persero). Maka tidak heran kalau pun Pandemi Covid 19, jumlah pengguna transportasi udara disana masih berkisar 6000-7800 orang penumpang/hari.

Selain fasilitas di dalam Bandara, tentu Penerangan Jalan Umum (PJU) juga salah satu fasilitas yang sangat dibutuhkan para pengguna akses menuju dan keluar Bandara. Seorang family yang baru tiba dari Johor Malaysia didalam mobil yang kami sewa menuju Kab. Dairi, mempertanyakan beberapa PJU baik dilingkungan jalan tol maupun sekitar banyak yang rusak, mati atau tidak berfungsi.

Memang benar adanya, beberapa PJU   diruas Simpang Kayu Besar (Tanjung Morawa), kab. Deli Serdang menuju Bandara Kwala Namo pada malam hari banyak yang tidak menyala. Dan  hal ini diakui oleh perwakilan Driver yang sering melintas di ruas jalan tersebut

“Kami menyaksikan sendiri banyak PJU disana yang tidak berfungsi atau mati, sehingga suasana pada malam hari terkesan seram dan banyak yang merasa was was atau takut melintas diruas jalan tersebut. Bukan area bandara dalam saja yang dirawat dengan baik..!”,  Demikian akuan  Driver Mobil Rental Jurusan Simpang Pos (Padang Bulan) Kota Medan, Ariandi (59) dan Gultom (54) warga Simpang Pos Padang Bulan kepada KoranJokowi.com (14/1) saat diminta tanggapan lalu.

“Kami para pengendara jika malam hari merasa khawatir dan was was jika melintas diatas pukul 20.00 Wib karena kondisi ruas jalan dari Simpang Kayu Besar menuju Bandara Kwala Namo banyak yang tidak menyala, jika memang Kementerian, PT.AP II atau Pemda sekitar tidak mampu memperbaiki. Kenapa tidak di-swastanisasi saja segera?”, kata mereka lagi.

Penerangan Jalan Umum (PJU) adalah Penerangan untuk jalan dan prasarana umum yang dipasang secara resmi oleh pemda atau badan resmi lainnya dengan pasokan tenaga listrik dari PLN secara legal. Adapun Bidang Penerangan Jalan dan Sarana Umum Dinas Bina Marga merupakan Unit Kerja lini Dinas Bina Marga dalam pelaksanaan pemeliharaan binamarga yang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.

Dalam berbagai sumber disebutkan ada 8 fungsi dari Bidang Penerangan Jalan dan Sarana Umum Bina Marga; diantaranya adalah Pelaksanaan pengembangan dan evaluasi pelengkap jalan dan perlengkapan jalan, dan KoranJokowi.com hingga saat ini  tidak ‘paham’, apakah  terlantarnya PJU yang tidak berfungsi itu adalah tanggung-jawab Kemenhub, PT.AP II, Pemkot Medan atau Pemkab Deli Serdang?

Karena pastinya tidak ada yang mau mengaku atas hal ini, kami pun teringat lagu lama Ebiet G.Ade, Berita Kepada kawan; “… Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan ,sayang, engkau tak duduk di sampingku, kawan,  banyak cerita yang mestinya kau saksikan di tanah kering berbatuan; ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho..Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita coba kita bertanya pada RUMPUT YANG BERGOYANG, ‘ mak !(Delon Sinaga)

 

 

 

Tentang RedaksiKJ 1431 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan