“KEBUN RAYA BOGOR SARAT KISAH CINTA SEJATI “

“KEBUN RAYA BOGOR SARAT KISAH CINTA SEJATI “
Koranjokowi.com, LifeStyle:

Siang tadi (17/12) PimRed telepon saya – StafSus Koranjokowi.com Kota Bogor dan Saor Sianipar – wakil saya, PimRed menanyakan apa sudah pernah main ke lingkungan Istana Bogor atau Kebun Raya Bogor (KRB), kami bingung ini pertanyaan jebakan atau apa, sedangkan kami memang asli di Kota Bogor, pastinya sudahlah beberapa kali kesana.

PimRed pun bertanya detil, kami pun menjawab, sebagai berikut :

1.KRB luasnya lebih dari  86 hektar berdiri sejak 18 Mei 1817 atas prakarsa Prof. Dr. Reinwadt, seorang ahli botani dari Jerman. Koleksi di Kebun Raya Bogor terdiri dari tanaman tropis dengan jenis tanaman lebih dari 20.000 tanaman yang tergolong dalam 6.000 spesies. Pada 1817 – 1821, Reinwardt menjabat direktur Kebun Raya yang pertama dan menjabat selama lima tahun.

Karl Reinwardt, pendiri Kebun Raya Bogor. Foto: indeksberita.com

 2. Oleh Reinwardt kebun ini disebut sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun kemudian menjadi sarana bagi ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi pada zaman itu (1880 – 1905).

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat bertemu di Batutulis pada Sabtu (8/10/2022). Dalam pertemuan selama dua jam tersebut kedua tokoh membahas soal krisis pangan hingga Pemilu 2024.

Sejarah Kebun Raya Bogor - margopost

3.Adanya kebun ini juga tak luput dari pengaruh kedatangan Bangsa Inggris ke Idonesia, adalah Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles (1811-1814) dan istrinya Olivia Mariamne Devenish.

Bukti Cinta Rafles Untuk Istrinya

“Oh Thou whom neer my constant heart, One moment hath forgot, tho fate severe hath bid us apart, yet still – Forget me not.“ Yang artinya :“ Kamu yang selalu berada di hatiku, tak pernah sedikitpun kulupakan, walaupun takdir memisahkan kita, janganlah pernah melupakan aku “

Kalimat itu memang ungkapan Sir Thomas Raffles yang ditulis dalam tugu /monumen untuk istrinya  Olivia Mariamne Devenish lahir di India pada tahun 1771 yang meninggal karena sakit. Olivia dinikahi  Sir Thomas Raffles di London pada tahun 1805. Walaupun usia Lady Olivia 10 tahun lebih tua dari suaminya, namun keduanya saling mencintai. Begitulah, cinta memang tidak memandang usia

Pasangan pemimpin yang mencintai kaum pribumi

Nasib kemudian membawa pasangan suami istri ini untuk menjalani kehidupan di Indonesia yang pada saat itu bernama Hindia Belanda. Ditahun 1811 Inggris mengambil alih kekuasaan dari Belanda. Inggris kemudian menunjuk Sir Thomas Raffles untuk menjadi gubernur jenderal yang memimpin Tanah Jawa.

Sir Thomas Raffles  juga dikenal sebagai pendiri  Kebun Binatang London dan menemukan bunga raksasa Rafflesia Arnoldi di Bengkulu . Tidak hanya itu , dunia juga mengenal Sir Thomas Raffles sebagai pendiri negara Singapore dengan semua modernisasi yang ada di negara tersebut.

Di Hindia Belanda sendiri, Raffles sangat menentang perbudakan , sehingga beliau banyak melakukan reformasi sosial yang berpihak pada kaum pribumi. Begitupun dengan istrinya , sebagai bentuk dukungan kepada suaminya Lady Olivia melakukan gerakan dan reformasi yang bertujuan sama dengan sang suami. Olivia juga menentang ekploitasi perempuan pribumi menjadi ‘gundik Belanda.  Lady cantik ini bergaul dan bersosialisasi dengan siapa saja,  dari golongan mana saja, dan dari etnis mana saja . Kemanapun sang suami pergi melakukan kunjungan , bahkan ke daerah pelosok sekalipun, Lady Olivia selalu setia menemani. Tidak heran banyak orang dan juga suaminya sangat mencintainya , karena hatinya yang cantik , secantik wajahnya.

Lady Olivia jatuh sakit

Sungguh sayang, di tahun ketiga mendampingi Sir Thomas memerintah Jawa, Lady Olivia terserang penyakit malaria . Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini membuat kondisi kesehatannya menurun drastis. Hati Sir Thomas Raffles sangat sedih melihat keadaan istrinya yang semakin hari semakin memburuk. Diapun kemudian memutuskan untuk pindah menetap dari Batavia ke Buitenzorg ( Bogor ) , ke rumah peristirahatan yang memang diperuntukkan khusus untuk para gubernur jenderal yang bertugas di Hindia Belanda . Harapannya, udara bersih dan ketenangan di Buitenzorg bisa memulihkan kesehatan istri yang sangat dikasihinya.

Kehidupan yang bergulir kemudian terasa begitu membahagiakan bagi pasangan ini. Berjalan-jalan berdua di pagi hari mengelilingi danau di halaman belakang rumah peristirahatan menjadi rutinitas yang manis untuk mengawali hari. Sir Thomas Raffles sangat setia menemani dan mendampingi istrinya ketika sang istri berjuang melawan sakit yang menggerogoti tubuhnya.

Kepergian Lady Raffles

Seperti ada pepatah yang  berkata “ untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak” , itulah yang terjadi pada akhir kisah cinta Sir Thomas Raffles dan Lady Olivia. Walaupun Sir Thomas Raffles sudah melakukan semua upaya untuk kesembuhan istrinya, namun takdir berkata lain. Tepat pada tanggal 26 November 1814, di usia 43 tahun Olivia meninggal.  Hati pria ini sangat hancur, dia terus meratapi kepergian wanita yang sangat  dicintainya itu. Raffles kemudian memakamkan jasad istrinya di Batavia, yang sekarang kita kenal sebagai Museum Prasasti di Jalan Tanah Abang 1,  pemakaman Belanda (Kerkoof Laan) yang ada sejak  28 September 1795.

Nisan Olivia Mariamne Raffles di Museum Prasasti. (Danu Damarjati/detikcom)

Di tengah kesedihan mendalam atas kepergian istrinya, Sir Thomas Raffles kemudian mendirikan sebuah monumen untuk mengenang mendiang Lady Olivia Raffles. Monumen bergaya klasik Eropa ini dibangun di Buitenzorg, yang sekarang kita tahu sebagai Kebun Raya Bogor. Letaknya tidak jauh dari Pintu 1 KRB, dan dekat dengan Danau Gunting.

Mitos Kebun Raya Bogor

Sampai sini PimRed terdiam, kami pun diam juga, takut salah. “Terima-kasih saya direview atas semua ini, ini ceritera menarik, bukan hanya kemegahan Kebun Raya & Istana Bogornya namun juga ada KISAH CINTA SEJATI disana. Lalu apa benar isu yang menyebut bahwa arwah Olivia kerap ditemui oleh para pengunjung atau masyarakat sekitar?”, tanya PimRed kemudian, tenggorokan kami sontak tersedak

Kemudian PimRed melanjutkan salah satu ceriteranya itu berasal dari seorang perugas kebersihan disana yang kerap melihat sosok serupa Olivia yang berada dekat  Danau Gunting sambil bersenandung di sore hari menjelang maghrib. Kadang terlihat sendiri kadang terlihat berdua, diduga itu adalah suaminya, Rafless.  Kami pun masih terdiam.

Wallahualam bishowab

Lukisan Eyang Prabu Siliwangi

” Ada yang kalian lupa, di Kebun Raya itu juga ada makam Ratu Galuh Mangku Alam, yaitu istri Prabu Siliwangi. Yang konon, sudah ada sejak 600 tahun lalu. Prabu Siliwangi menjabat sebagai Raja thn.1401–1521, sedangkan kisah Rafles-Olivia sekitar thn.1811-1814. Bagi mereka yang ‘pandai, mereka akan melihat jika makam ini dijaga oleh harimau baik yang belang kuning atau belang putih. Jumlahnya kadang tiada terhitung. Disana juga ada makam Seorang jenderal perang kepercayaan Prabu SIliwangi namanya ‘Mbah Jepra dan makam Senopati Mbah Bau. Ada juga mata air yang konon bisa membuat awet muda bagi yang mempercayainya”, kata PimRed.

“Kok, Pimpinan paham?”, tanya kami berdua.

“Karena ada beberapa kali saya kesana”

‘Oghhh..

-Kebun Raya Bogor memang bukan semata kebun karena banyak kisah cinta disana-

(Maruli/Saor/Red-01-Foto.ist)

Lainnya,

abar Jabar 2 (21), “SEMOGA PRESIDEN TIDAK LEWAT JALAN DESA TEGAL KEMANG BOGOR, AMIN !”

Kabar Jabar 2 (21), “SEMOGA PRESIDEN TIDAK LEWAT JALAN DESA TEGAL KEMANG BOGOR, AMIN !” Koranjokowi.com, Jabar 2, Opini : Sejak menjabat selaku Presiden RI tahun 2014 lalu, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa setiap negara maju […]

 

Tentang RedaksiKJ 3837 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan