” ACEH PERNAH BERPERANG DENGAN AMERIKA DI KUALA BATU !? “

” ACEH PERNAH BERPERANG DENGAN AMERIKA DI KUALA BATU !? “

Koranjokowi.com, OPini :

Teman teman Relawan Jokowi dimana saja berada,

Sangat sedikit , khususnya generasi muda Aceh yang tahu bahwa musuh rakyat Aceh bukan saja Belanda dan ‘muka pucat’ lainnya; Inggris, Jepang dsb. Namun ada juga Amerika.

Seperti diketahui Kesultanan Aceh adalah salah satu kekuasaan besar yang pernah hadir di Nusantara. Jejaknya ada hingga ratusan tahun. Aceh menjadi salah satu Kesultanan yang berpengaruh hingga menjadi pusat kebudayaan Islam di tanah air. Kesultanannya mencapai kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda. Kesultanan menjadi pusat perdagangan sekaligus pengajaran Islam di Nusantara.

‘Damn !

-Johannes Benedictus “Jo” van Heutsz-

Dalam perjalanannya, Aceh dijebak dengan surat pendek (korte verklaring, Traktat Pendek) , yang awalnya janji – janji manis  akan kesejahtraan Aceh namun kemudian berubah menjadi ‘surat – penyerahan kedaulatan’ lahan lahan Aceh yang harus ditandatangani oleh para pemimpin Aceh , jika tidak mau maka akan dihukum mati. Surat itu meminta agar para Raja (Sultan) mengakui daerahnya sebagai bagian dari daerah Hindia Belanda.

Surat itu adalah siasat ‘keji’  Johannes Benedictus “Jo” van Heutsz, gubernur militer dan sipil Aceh yang juga terlibat dalam perang Aceh (18981903), siasat ini demikian cemerlang tiada terhitung berapa sultan Aceh yang harus dibunuh karena menolak atau yang kemudian ‘pro-Belanda dengan segala tekanan.

Stamp of Indonesia - 1976 - Colnect 258349 - Art and Culture.jpeg

Rakyat Aceh sebetulnya bangsa toleran, namun saat tanah air diinjak-injak maka terjadilah Perang Aceh yang panjang thn. 1873 – 1915 , kalau pun terlihat tenang namun tetap muncul  perlawanan sporadis rakyat Aceh masih berlanjut hingga 1942 di beberapa tempat yang dilakukan oleh sekelompok pejuang

Aceh tetap tidak bisa dikuasai Belanda seluruhnya, dikarenakan pada saat itu tetap saja terjadi perlawanan terhadap Belanda meskipun dilakukan oleh sekelompok orang (masyarakat). Hal ini berlanjut sampai Belanda enyah dari Nusantara dan diganti kedatangan penjajah baru yakni Jepang (Nippon)

Lukisan penyerangan Kuala Batee, Aceh Barat Daya oleh Marinir Amerika Serikat, Februari 1831. Dok. Lukisan Louis Dodd (Akg Images).

Kapan Rakyat Aceh berperang dengan Amerika?

Teman teman Relawan Jokowi dimana saja berada,

Aceh berperang dengan Amerika Serikat gara-gara persoalan dagang, dalam beberapa sumber disebut hubungan baik Aceh dan Amerika sudah terjalin sejak 1789 , dimana Maskapai dagang Amerika Serikat datang dari kota-kota pelabuhan seperti Salem, Boston, New York, Beverly, Philadelphia, Marlbehead, New Bedford, Baltimore, Gloucester, Newbury Port, Fall River, dan Pepperelborough.

Mereka  merapat kesana khususnya dalam kemitraan Lada hitam.

Selling the Aceh War | Militaire Spectator

Cover buku penyerangan ke Kuala Batee, ditulis Ronald Knapp. Dok. Istimewa

Hingga akhirnya kemudian muncul masalah, rakyat Aceh merasa  pedagang Amerika Serikat yang membuat masalah, seperti saat  Amerika membeli lada dari Aceh seberat 3.986 pikul, tapi ketika dijual ke Amerika menjadi 4,538 pikul. Diduga pedagang Amerika membuat sebuah skrup yang dapat dibuka di dasar timbangan dengan diisi 10 – 15 pon timah, sehingga dalam satu pikul lada Aceh, dikibuli sebanyak 30 kati.

Pada 7 Februari 1831 sebuah kapal Amerika Friendship dirompak ‘kelompok orang yang tidak diketahui siapa’ sehingga mengalami kerugian sekitar US$ 50.000,00 dari peristiwa itu, tiga orang anak buah kapal tersebut juga tewas.

Perang Aceh 1873 yang terjadi setelah ditandatanganinya perjanjian atau Traktat Sumatera 1871

Teman teman Relawan Jokowi dimana saja berada,

Oh ya, Wilayah Kuala Batee  (Kuala batu, Aceh Barat) adalah primadona sebagai lumbung lada dunia khususnya lada hitam, yang dominan adalah untuk didistribusikan ke Amerika khususnya di kota Salem yang kemudian menjadi kota yang makmur di  Massachusetts, Amerika, pada awal abad 19.

Menurut mereka kualitas Lada hitam asal Kuala batee cukup baik dan ini diamini oleh pelaut AS di Kuala Batee , maka saat itu terdapat 179 kapal berlayar antara Salem – Aceh , nah karena inilah Belanda merasa ‘dicaplok’ Amerika.

Perang Samalanga pertama pada tanggal 26 Agustus 1877. Panglima besar Belanda, Mayor Jenderal Karel van der Heijden kembali ke pasukannya setelah mendapatkan perawatan pada matanya yang tertembak

Pasca perompakan kapal Amerika, Rakyat Aceh merasa marah saat dituding sebagai perompak, karena kemitraan Aceh – Amerika telah dilakukan lama sekali (1789) dan relatif ‘aman – aman saja’, ada dugaan intelejen Belanda bermain melalui kelompok ‘pemadat yang juga musuh rakyat Aceh.

Namun Rakyat Aceh tidak perduli atas kemitraan itu karena Amerika lebih mempercayai fitnah dan adu-domba Belanda khususnya mengenai hal diatas, maka Rencong pun diangka tinggi – tinggi sambil bertakbir, Perang sampai mati.

Menteri Angkatan Laut Amerika saat itu – Levy Woodbury  tidak mau gegabah menghadapi Aceh, maka ia pun melakukan konsultasi dengan Presiden AS ke-17 ; Andrew Jackson (Pengganti A.Lincoln yang wafat) sekitar  pada 21 Juli 1831 untuk menyelidiki persoalan tersebut.  Perintah selanjutnya, Kapal perang AS ‘Potomac’ yang seharusnya akan berlayar ke Inggris, membawa Menteri Luar Negeri Van Buren namun dialih-tugaskan Presiden Jackson untuk menuju Aceh.

A portrait of Andrew Jackson, serious in posture and expression, with a grey-and-white haired widow's peak, wearing a red-collared black cape.

-Presiden Andrew Jackson-

Atas provokasi Belanda pula, kemudian kapal Potomac itu dilengkapi lebih dari 260 orang pasukan marinir Amerika dengan senajata lengkap menyerang Aceh. Yang pertama terjadi di di Kuala Batu tgl. 6 Februari 1832. Kerajaan Kuala Batee  (Kuala Batu) yang dipimpin oleh Po Muhammad  tidak diam, mereka melawan dengan kekuatan rakyat Aceh sekitar 500 orang siap syahid. Wilayah Kuala batee dibombardir hingga tiada bentuk, Amerika benar benar sadis sejarah mencatat korban tewas mencapai 150-300 orang sipi Aceh disana termasuk usia anak – perempuan.

Tidak sampai situ saja, di tahun 1939, militer Amerika pun merangsek masuk daratan Aceh dipimpin  Commodore George C. Read  dengan marinir lebih dari 700 orang dan dua kapal, Columbia dan John Adam.

Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan.

Hormat saya,

StafSus Koranjokowi.com Bd.IT – Putra Aceh.

TM. Rajuli

(TM.Raju/Red-01/Foto.ist)

Lainnya,
Tentang RedaksiKJ 3837 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan