“Habib Jindan , Anies Baswedan & Ulama Universal Yang Anti Radikalis Liberalisme”

“Habib Jindan , Anies Baswedan & Ulama Universal Yang Anti Radikalis Liberalisme”

Koranjokowi.com, OPini :

Pimpinan Yayasan Al Fachriyah Tangerang, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan memberikan pernyataan tegas terkait dengan Pilpres 2024 khususnya terkait kerapnya tokoh politik juga Anies Baswedan yang menggunakan masjid sebagai bagian dari kampanyenya selaku Capres usungan Nasdem.

Beliau  mengatakan bahwa  tak boleh menggunakan masjid sebagai saran dari kampanye politik karena  akan menjadi citra buruk untuk masjid yang menjadi tempat ibadah umat Islam. Cucu nabi tersebut bahkan sampai berani mendoakan mereka yang tak mendengarnya untuk kalah dalam Pemilu 2024.
https://www.youtube.com/watch?v=wDppZAHxLJo
https://youtu.be/wDppZAHxLJo

“Orang dulu begitu tahu waktu. Masjid mereka suci dari berita-berita duniawi. Tidak ada urusan dunia,” tutur Habib Jindan Sabtu (18/3/2023) lalu

Lantas, bagaimana kalau ada orang kampanye politik di masjid?, “Mau kita bilang apa? Mudah-mudahan tidak jadi gitu! Soalnya kenapa? Ini bawa sial, belum jadi saja sudah menodai masjid, bagaimana kalau sudah jadi,” ungkapnya.

Tahun 2015 lalu, Habib Jindan berkesan kepada Presiden Jokowi saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Monas Januari 2015 lalu  mengatakan agar masyarakat meneladani sifat Nabi Muhammad yang membalas keburukan dengan kebaikan. “Keteladanan Nabi Muhammad SAW adalah inspirasi bagi umat Islam, inspirasi bagi kita semuanya dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan, sehingga kita akan mendapatkan tuntunan dalam menuju ke sebuah kebahagiaan dan mengangkat harkat kita”

Ceramah Maulid Habib Jindan Jadi Trending Topic, Ini 5 Fakta Sang Habib, No 4 Pakai Baju Banser

Dan kemudian disetiap khotbahnya habib Jindan kerap mengatakan ada perbedaan dakwah saat zaman Nabi Muhammad SAW dan dakwah zaman sekarang. Menurutnya, zaman nabi tak ada dakwah yang bernuansa menyinggung perasaan orang lain. Hal itu berbeda dengan saat ini dimana cacian dan makian sudah dianggap sebagai menegakkan Nahi Munkar.

“Di zaman dulu cacian, makian disebutnya kejahatan, kemungkaran. Nabi menyamakannya dengan zina. Tapi di zaman kita, cacian dan makian dinamakannya dakwah. Dinamankannya Nahi Munkar. Dinamakannya keberanian. Dinamakannya jihad,”, kata beliau

Keterangan foto tidak tersedia.

Habib Jindan pun berpesan agar ketegasan yang dibawa  pemimpin harus moderat sesuai dengan porsinya. ”Jangan melakukan sesuatu yang bisa melebihi batas karena itu bisa mengakibatkan kita  condong ke radikalisme atau liberalism,” tutur Jindan

Demikian saat memberikan khotbah di Istana Bogor dalam acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun lalu beliau mengatakan  dengan momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW, umat Islam bersatu dan meneladani akhlak mulia Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW selama berdakwah selalu mendapat halangan dari para penolaknya. Tetapi hal itu bahkan tak membuat Rasulullah berlaku kasar kepada mereka. Bahkan, kata dia, Nabi Muhammad selalu berpesan kepada panglima perangnya untuk tidak mengejar musuh yang sudah berpaling dan  tak membuat Rasulullah berlaku kasar kepada mereka.

Habib Jindan memang dikenal sebagai habib yang  pola dakwahnya selalu ‘sejuk dan tidak memanggul misi politik formalisasi Islam’. Beliau memang  salah seorang  murid Habib Umar bin Hafidz, Hadramaut, seorang ulama yang sangat disegani oleh habaib di Indonesia.

Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan. (FOTO: Ig @pecintahabib_jindan_bin_novel)

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan kelahiran  21 Desember 1977 / 10 Muharram 1398 Hijriah  adalah cucu dari Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, seorang pejuang dakwah di Betawi pada tahun 19061969 yang berjuluk “Singa Podium”.

Beliau  pernah bersekolah di SD Islam Meranti, kemudian melanjutkan ke Madrasah Jam’iyatul Khair Tanah Abang, dan kemudian ke Darul Musthafa di Tarim, Hadramaut. Sejak muda, sepulang sekolah, Habib Jindan selalu belajar pada habib dan ulama di Jakarta, seperti di madrasah Tsaqafah Islamiyah yang diasuh oleh Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf dan puteranya, Ustadz Abu Bakar Assegaf. Habib Jindan juga pernah belajar bahasa arab di Kwitang (Senen, Jakarta Pusat) di tempat Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi, dengan guru-guru setempat.

Keterangan foto tidak tersedia.

Selain itu, pada sorenya ia sering mengikuti Rauhah yang digelar oleh Majelis Ta’lim Habib Muhammad Al Habsyi. Di majelis itu, banyak habib dan ulama yang menyampaikan pelajaran-pelajaran agama, seperti Habib Abullah Syami’ Al-Athas, Habib Muhammad Al Habsy. Ustadz Hadi Assegaf, Habib Muhammad Maulakhailah, Ustadz Hadi Jawwas, dan lain-lain

Lainnya,
https://koranjokowi.com/2023/03/26/abdulah-bin-ubay-penghianat-perang-uhud-yang-tetap-disayangi-rasulullah-saw/

Habib Syech Ulama Besar Kita, ” Cinta NKRI & Tiada Caci-Maki “

Habib Syech Ulama Besar Kita, ” Cinta NKRI & Tiada Caci-Maki “ Koranjokowi.com, Bandung: Syech Abdul Qodir Assegaf atau sering disapa Habib Syech(lahir 20 September 1961 di Surakarta, beliau merupakan putra seorang ulama Habib Abdul Qodir bin […]

EDITORIAL

Pilpres 2024 (82), “BYE BYE ANIES BASWEDAN & GENDERUWO ! , EHEHEH..”

Pilpres 2024 (82), “BYE BYE ANIES BASWEDAN & GENDERUWO ! , EHEHEH..” Koranjokowi.com, OPini: Dengan dahsyatnya pemberitaan ‘promosi & ambisinya’ Anies Baswedan maju  sebagai Calon Presiden (Capres) 2024, semakin kita rasakan bumi ini semakin sempit […]

SURAT OTTO C. KALIGIS UNTUK PRESIDEN JOKOWI:  HATI HATI DIJEBAK ANIES BASWEDAN ?

SURAT OTTO C. KALIGIS UNTUK PRESIDEN JOKOWI:  HATI HATI DIJEBAK ANIES BASWEDAN ? KoranJokowi.com, Bandung : Saat ini kembali Viral sebuah surat yang dibuat oleh Lawyer kondang – Prof. Dr. Otto Cornelis Kaligis, S.H., M.Hum., […]

Tentang RedaksiKJ 3837 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan