FRONT  MALUKU DEPOK, “JANGAN AJARI KAMI !”

FRONT  MALUKU DEPOK,

“JANGAN AJARI KAMI !”

Koranjokowi.com, OPIni:

Sebelumnya kami atasnama Front Maluku Depok (FMD) dan pemuda Maluku dimana saja berada mengucapkan terima-kasih atas keberkenaannya kami sampaikan isi hati kami mengenai kebangsaan melalui Koranjokowi.com, demikian awalan diskusi kami dengan Welhelem Laisina (Empy) dan Dolfinus Taihuttu (Dolfi) , garda terdepan organ Ganjar Raffles Cibubur Indonesia (GRCI) 

Sama-sama Kenakan Baju Adat Maluku, Netter Bandingkan Jokowi dengan SBY

Kata Empy & Dolfi ,

Pemuda pemudi Maluku mewarisi 7 (tujuh) darah pejuang nasional asal Maluku, yaitu:

1. Kapitan Pattimura

Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan nama Pattimura / Kapiten Pattimura, dimana wajah beliau ini terpampang pada uang kertas Rp1.000 tahun emisi 2000. Beliau lahir di Pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783. Bersama Anthoni Rebhok, Melchior Kesaulya, Philip Latumahina, dan Ulupaha, mereka bahu-membahu mengadakan perlawanan pada Belanda.

Maluku Utara

Gambar

Pahlawan yang meninggal di Ambon pada 16 Desember 1817 tersebut tercatat beberapa kali mengobarkan perlawanan pada penjajah. Sebut saja pada peristiwa perebutan Benteng Duurstede, Pantai Waisisil, Jasirah Hatawano, dan Seram Selatan.

2. Johannes Leimena

Beliau adalah  pahlawan nasional dari Maluku melalui SK no, 52/TK/2010 tanggal 11 November 2010. Tentu saja hal ini tak lepas dari sumbangsih pria kelahiran Ambon, 6 Maret 1905 silam.

Lahir dari keluarga guru, Johannes Leimena muda sudah terlihat memiliki pemikiran yang kritis. Pemikirannya semakin berkembang setelah belajar di STOVIA. Ia lantas menjadi Ketua Umum Jong Ambon pada 1925, serta turut andil dalam peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Dia salah satu teman yang dikasihi Bung Karno karena kesederhanaan namun tegas dalam prinsip2 kebangsaan

3. Martha Christina Tiahahu

Tak hanya sosok laki-laki saja, Maluku juga melahirkan pejuang wanita yang tak kalah tangguhnya, Martha Christina Tiahahu, kelahiran Nusa Laut, 4 Januari 1800. Ayah dari Martha Christina Tiahahu, Kapitan Paulus Tiahahu merupakan sosok yang turut membantu Thomas Matulessy. Martha tak segan-segan untuk turut berjuang bersama sang ayah untuk melawan Belanda.

Martha Christhina Tiahahu

Martha Christina Tiahahu melancarkan siasat perang gerilya untuk meneruskan perjuangan pendahulunya dalam melawan penjajah. Namun sayang ia kemudian tertangkap dan meninggal di Laut Banda pada 2 Januari 1818.

4.Sultan Nuku
Sultan Nuku adalah sultan yang berasal dari Kesultanan Tidore yang dianugerahkan sebagai pahlawan nasional.
Beliau bernama asli Muhammad Amiruddin yang dinobatkan pada 13 April 1779 dengan gelar ‘Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan’.

Dengan Semangat Persatuan Islam, Sultan Nuku dari Tidore Kalahkan VOC – Media Umat

Sultan Nuku memiliki andil besar dalam melawan VOC pada 1781 dan berhasil bertahan dari serangan tersebut. Sultan Nuku merupakan Sultan Tidore yang membebaskan kerajaannya dari wilayah bagian buatan VOC, yakniTernate, Ambon, dan Banda.

5. Willem Johannes Latumenten
Beliau juga  pahlawan nasional dari Maluku yang lahir pada, 16 April 1916 di Saparua yang turut serta dalam perlawanan rakyat dari masa penjajahan hingga era kemerdekaan. Setelah Indonesia merdeka pun, Latumenten turut serta dalam memajukan olahraga tanah air.\; ASEAN Games, Sekretaris Umum Komite Olimpiade Indonesia Pusat, mendirikan Sekolah Tinggi Olahraga di Jakarta, dan juga membentuk PERBASI.

Berkas:Latumeten.jpg

6. Sultan Baabullah
Setelah sang ayah meninggal di tangan Portugis, Sultan Baabullah lantas mengucapkan sumpah untuk mengusir Portugis dari tanahnya setelah diangkat sebagai Sultan Ternate. Salah satu peristiwa yang paling heroik adalah pengepungan Benteng Portugis selama lima tahun lamanya, hingga membuat para penjajah asal Portugis menyerah pada 1575.

Pengusir Penjajah Dari Tanah Rempah

Atas jasanya mengusir penjajah Portugis di Nusantara, Sultan Baabullah dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, tepat pada Hari Pahlawan ke-75 tahun 2020.

7. Johannes Latuharhary
JBeliau adalah  putra Maluku pertama yang berhasil mendapatkan gelar master di Universitas Leiden, Belanda. Meski mengenyam pendidikan di Belanda, namun semangatnya untuk mengusir penjajah tetap membara.

Peranan Johannes Latuharhary dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia - YouTube

Ia juga turut serta dalam pergerakan nasional dan menjadi pemimpin Sarekat Ambon. Setelah Indonesia merdeka, ia lantas diangkat menjadi Gubernur Maluku pertama yang berkedudukan di Yogyakarta.

Tentunya semua perjuangan ke-7 pahlawan asal Maluku itu takan mudah kami tiru, namun mereka adalah tauladan yang harus kami junjung tinggi kejormatannya. Dan , jangan ajari kami bagaimana menghargai & mencintai Bangsa dan Negara besar Indonesia ini. Kota Depok harus kembali ke kota sebagaimana yang dimimpikan para pendahulunya sebagai Kota Nasional, menghormati segala keberagaman dalam segala hal, dimana disini terdiri atas suku, etnis, agama , budaya dsb berada. 

Kota Depok, Tgl. 21 Juli 2023,-

Salam Front Maluku Depok

NKRI HARGA MATI !

(Empy/Dolfi/Foto.ist)

Lainnya,

 

Tentang RedaksiKJ 3870 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan