Soal SPPG, ” KALI INI TIYO TIDAK LUCU !? “

SOAL SPPG,

” KALI INI TIYO TIDAK LUCU !? “

Koranjokowi.com, HiburanPolitik :

Sebesar apa pun kebencian Tiyo Ardianto (Ketua BEM UGM 2025/2026) kepada Presiden Prabowo — seperti yang ia sampaikan dalam diskusi 21 Mei 2026 lalu—pernyataannya kini telah menjadi ‘bola liar hingga ke pelosok desa. Tiyo mungkin merasa bangga setelah sebelumnya merasa berhasil  memviralkan ‘Presiden Bodoh dan  MBG (Makan Bergizi Gratis) menjadi ‘Maling Berkedok Gizi’, padahal  yang meng-atensi dan meng-apresiasi  ‘hanya’ kelompoknya sendiri. Maka kita tetap diam namun waspada.
Namun, ketika ia menyebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai ‘Satuan Penjilat Prabowo-Gibran’, awalnya pun kita  memilih diam karena merasa tak ada gunanya menanggapi. Namun segalanya berubah saat seorang  ibu (54 thn)  yang juga relawan memperlihatkan pesan WhatsApp putranya, alumni SPPI Batch III, yang menulis: ‘Nggak ketolong orang kayak gitu, lihat Pak Mahfud sampai geleng-geleng.’ Hal ini menyadarkan kita  bahwa ujaran kebencian Tiyo telah menyebar luas ke ribuan alumni SPPI di seluruh Indonesia. Dan kita merasa perlu meluruskan kembali diksi yang menyesatkan ini.

Seperti disampaikan diatas , diksi diksi provokatif itu tidak mempengaruhi apapun karena gaungnya sangat kecil dan lokal. Namun  jumlah penerima MBG dari SPPG seluruh Indonesia semakin menaik hingga Mei 2026  mencapai 61,9 juta, ini realita yang sulit terbantahkan. Dia akan sulit untuk mendapat atensi dan simpati  masyarakat yang ada didalam  ‘Tembok 58%’ , karena ada 96, 2 juta yang menjaga program kerja Presiden Prabowo – Wapres Gibran  thn.2024-2029 khususnya ASTA CITA menuju INDONESIA EMAS thn.4045 mendatang.

Teman teman relawan Jokowi, Prabowo dan Gibran dimana saja berada,

Apapun, melalui Koranjokowi.com kami perlu menyampaikan ‘surat terbuka’ agar kita tetap tenang menyikapi ‘kegaduhan’ ini  sebagai bagian dari spirit ‘ Amar ma’ruf nahi munkar    relawan .

Bismillahirahmanirahiim, Assalamualaikum wrwb. Salam Damai dan Sejahtera untuk kita semua.

Bandung, tgl. 28 Mei 2026, pkl. 21.37.

SURAT TERBUKA
UNTUK RELAWAN PRABOWO-GIBRAN

DI SELURUH INDONESIA

Demokrasi itu bukan berarti bebas  tanpa aturan, dan Demokrasi yang kita anut adalah Demokrasi Pancasila, bukan demokrasi liar. Kebebasan berpendapat, berbicara, dan berinformasi  ‘dijamin UU , tetapi juga dibatasi UU.

Rekan-rekan Relawan yang kami banggakan,

1.Dalam perjalanan politik bangsa besar ini, keikhlasan, objektivitas, adab, serta kepatuhan pada hukum dan profesionalisme harus selalu kita kedepankan

2.Meski kerap berseberangan pendapat—sejak era Pak Jokowi menjabat Gubernur DKI (2012) hingga era Presiden Prabowo-Gibran saat ini—kita pantang memaki atau memfitnah. Kita menjauhkan diri dari narasi SARA, serangan pribadi (ad hominem), maupun kesesatpikirian (logical fallacy)

3.Rekam jejak kita nyata: Dari aksi menggembok gerbang DPRD DKI (2013), aksi teatrikal topeng Ibu Megawati , Pak Jokowi dsb di Tugu Proklamasi  era Pilpres 2014,  aksi mengirimkan ‘tali/tambang sumur’ ke KPK (2015),  aksi lingkungan menanam 10.000 pohon keras dan  membangun desa wisata di Lembang, Bandung barat (2017-2020), aksi bakar menyan di PN Kota Bekasi Jawa barat (2024),  membuat web versi relawan sejak thn.2019 (Koranjokowi.com dan Koranprabowo.id), mengangkat sosok penjaga makam  religi Datu Kubah ,Kab. Batubara – Sumut dan disetujui Bupati  thn.2026, kasus konflik Gajah liar dan warga Kec. Margatani, Kab.OKI-Sumsel  sejak thn.1980-an yang belum selesai kami kawal sejak Agustus thn.2025 sampai saat ini,  dsb  —— itu menjadi bukti bahwa kita terbiasa  ‘mengkritik dengan aksi dan solusi, bukan sekadar menciptakan kegaduhan atau polarisasi.

Dan, 4.  terkait pernyataan Saudara Tiyo Ardianto (Mantan Ketua BEM UGM 2025/2026) pada 21 Mei lalu yang mengubah singkatan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) menjadi “Satuan Penjilat Prabowo-Gibran”, hal ini telah menciptakan kegaduhan hingga ke desa-desa terpencil. Sayangnya, Tiyo dan kelompoknya tidak memahami bahwa kerja nyata relawan selama satu tahun  di lapangan telah  memperkuat kekokohan dan kepemahaman warga   “Tembok  58%” bahwa:

a.SPPG adalah Penggerak Ekonomi Lokal: Per Mei 2026, 29.563 unit SPPG telah beroperasi tanpa tender korporasi besar. Bahan baku dibeli langsung dari petani dan nelayan desa dengan perputaran uang mencapai Rp 4,3 Triliun/bulan yang langsung masuk ke UMKM desa.  b.Menciptakan Lapangan Kerja: Dengan 15–30 pekerja per unit (TP-PKK dan pemuda), SPPG telah membuka lebih dari 400.000 lapangan kerja baru di tingkat akar rumput.  c.Pengawasan Ilmiah oleh SPPI: Lebih dari 31.000 sarjana SPPI memastikan standar gizi dan akuntabilitas terjaga. Menyebut mereka “penjilat” adalah penghinaan terhadap kerja ilmiah puluhan ribu akademisi. 

d.Fondasi Generasi Emas: Melalui jangkauan ke 62 kabupaten tertinggal (wilayah 3T), program ini telah melayani 62,4 juta penerima manfaat. Ini adalah pemutus rantai stunting dan kemiskinan yang nyata.  5.Pengawasan Ketat KPK: Sinergi dengan KPK bahkan telah melakukan penangguhan pada 1.152 unit SPPG yang bermasalah demi menjamin transparansi dan mencegah kebocoran anggaran.

Teman teman relawan Prabowo – Gibran ,

Jika kebijakan pemerintah dianggap salah, kritiklah secara formal dan akademik melalui makalah atau audiensi resmi. Itu jauh lebih berwibawa bagi seorang  relawan atau siapapun  daripada sekadar ‘menebar kegaduhan’ kalau pun hanua  mengubah  diksi singkatan menjadi ‘ejekan / cemooh.
Kita juga bukan manusia sempurna namun dengan semangat yang sama kita tetap dalam barisan kerja nyata sebagaimana yang telah kita persiapkan untuk  thn.2024 – 2029 mendatang. Maka jangan biarkan diksi kebencian merusak semangat relawan dalam kerja nyata dan membangun bangsa.
Sebelum mengakhiri , sebagaimana  hiburan di kanal atau WA grup, kita  sangat terkesan akan kisah aktor komedian legendaris dunia, Charlie Chaplin. Dimana saat usia 5 tahun dia diminta panitia  ‘menggantikan lakon’ ibunya karena terserang sakit mendadak. Ibunya memang penyanyi , namun Charlie tidak terwarisi sebagai penyanyi . Kejadian terjadi disebuah gedung pertunjukan di Canteen (London) thn. 1894,  Charlie awalnya ragu namun karena ada ‘iming-iming’ hadiah dia pun nekat manggung, dia berharap aksi komedi akan menarik simpati penonton dan mendapat hadiah dari panitia. Namun apa yang terjadi,  belum sampai 2 menit  ‘melucu’ dia pun dipaksa turun oleh penonton karena TIDAK LUCU. Namum penonton baru tertawa saat dia menangis  dan turun dari panggung.
Demikian teman teman relawan Prabowo – Gibran dimana pun berada, mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. Tetap semangat, ikhlas, objektif, ber-adab, patuh norma – hukum dan profesionalisme harus selalu kita kedepankan. Insyaallah sebagaimana komitmen kita sejak thn.2012 lalu.
Thank U
Wassalamualaikum wrwb.
‘Relawan Never Die !
Ikan hiu muter muter,
See U Later!

Bandung, 28 Mei 2026

Hormat kami,

Koranjokowi.com

Koranprabowo.id

#SahabatKPK!

@squad_sahabatkpk

============

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Jumat tgl. 29  Mei 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

===============

Relawan Bertanya, “APA PERAN KPK DI PROGRAM MBG , PRESIDEN?”

#SAHABAT KPK!, “DARI , UNTUK DAN OLEH RELAWAN & GEN Z INDONESIA “

“Pas Koruptor Diajak Selfie, Mukanya Auto Kicep !!”

“Yusril & Fadli Zon, 11:12 !”

Zombie Koranprabowo.id Bergentayangan, “TERBUNUH ATAU DIBUNUH?”

Tentang Koran Jokowi 4311 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan