[Demi Beras Haram, Kang Dadang Jual Hijet 1000 Warisan Hingga Pisah Ranjang]
Kisah Satire Koki & Kiki: Ketika Sepasang Ikan Mas Lebih Punya Nurani Ketimbang Manusia yang Silau Mafia Pangan
Di sudut ruang tamu yang mulai sepi, air di dalam akuarium bulat itu tampak beriak tenang. Namun, di dalamnya, sepasang ikan mas koki milik Kang Dadang Suradang (47 thn) —Koki dan Kiki—sedang berenang dengan gelisah. Tatapan mata bulat mereka tertuju pada sudut garasi yang kini kosong melompong. Mobil Daihatsu Hijet 1000 tahun 1980-an, satu-satunya harta warisan kebanggaan Kang Dadang, sudah lenyap dijual.
Koki: “Kiki, kenapa kamu diam saja dari tadi, ki?”
Kiki : “Aku sedih melihat kelakuan majikan kita, kang Dadang berubah 1000%, beda dari yang sebelumnya. Mobil Hijet 1000 tahun 1980 yang dulu dibeli kredit udah 3 hari nggak ada lagi didepan rumah. Kita masih ingat kan disaat kang Dadang dengan bangganya masuk anggota relawan #SahabatKPK!, mobilnya langsung penuh stiker”
Koki : ” Iya sih, bahkan gabung juga di club mobil mobil lawas, pagi dipake nganter ibu ke pasar, pulangnya nyuci mobil. Siang nganter ibu ngaji ke masjid, pulangnya langsung nyuci lagi. ‘Duh..kang Dadang, kang Dadang”
Kiki : Semua berubah setelah ngumpul dengan para calo MBG diujung desa, kang Dadang tergiur rayuan mereka menjadi pengusaha ‘beras haram’
Koko : “Maksudnya bagaimana ki?”
Kiki : “Kang Dadang diajak bisnis untuk penyediaan beras untuk dapur MBG di 3 desa, sehari kebutuhan mereka minimal 1 ton beras premium dengan harga paling murah Rp. 15 juta/ton. Dari setiap ton dapat keuntungan minimal Rp.3 juta. Kang Dadang berharap untuk 20 hari kerja dapur MBG dia akan mendapatkan uang Rp. 60 juta/bulan”
Koko : “Hah, sumpah ki, beneran gitu?”
Kiki : “Iya lah jumat kemarin kang Dadang kan beli motor listrikmerk Polyton Fox 200 seharga Rp.13,7 juta , lah memang darimana uangnya?, ya dari keuntungan itu lah”
Koko : “Ya Tuhan, kang Dadang, kang Dadang. Pantas ibu Lastri minta pulang kampung ya, ki?”
Kiki :“Dari awal ibu sudah menasehati agar menjauhi dari cara cara haram, tapi kang Dadang ngotot. Dia bilang udah cape jadi orang miskin. Makanya ibu lebih memilih ‘pisah ranjang’ pulang kerumah ibunya di kampung”
Koko : “Sebenarnya bisnisnya bagaimana ki, kok kamu bilang beras haram?”
Kiki : “Koki, koki…makanya kalau pegang HP tuh jangan hanya main tiktok aja, ikuti perkembangan dunia dengan banyak buka link berita. Kamu coba sesekali buka link Koranjokowi.com disitu banyak tulisan tentang relawan antikorupsi”
Koko : “Okelah, pertanyaanku belum kamu jawab ki”
Kiki : “Begini ko, yang aku tau beras itu ada 2 jenis beras medium harganya sekitar Rp.12.750 juta/perton, kalau yang premium Rp.15 juta/ton, untuk dapur MBG umumnya pakai premium nah disitulah mereka ‘mengoplos’nya dengan beras medium atau beras murah lainnya. Idealnya dalam 1 ton itu bisa untuk 10.000 – 13.000 piring paket MBG”
Koko : “Oke, dapur MBG diujung desa kita ini setiap hari menyiapkan min.2000 porsi , dalam satu bulan kebutuhannya minimal 5 ton, berarti minimal Rp.15 juta/ton premium kali 5 ton = Rp. 75 juta/bulan. Kemudian kang Dadang dapat untung Rp. 3 juta /ton berarti Rp. 3 juta x 5 ton x 3 desa = Rp.45 juta gitu.ki?”
Kiki : ….manggut-manggut sambil membetulkan letak dasi kupu-kupunya. Kemudian dia memberi isyarat kepada Koko bahwa si Kemplung, Kucing Garong yang terkenal di desa telah berada dekat akuarium mereka. “Ada abang bang Kemplung?”, tanya Kiki dengan nada gemetar.
“Aku hanya berpesan, kalian tetap waspada kalau tidak kujadikan ikan Koki pepes nanti.Ahahaha”, jawab si Kemplung sambil menerima uang ‘Goceng’ dari Kiki sebagai jatah-reman setiap hari. Koki dan Kiki manggut manggut, Kemplung pun berlalu.
Karena hari semakin terik Koko pun memakai kacamata hitam idolanya kemudian scrooling Hp, sambil mengunyah permen karet. Tiba tiba Koko berteriak, “Ya Tuhan !, “Kenapa ko?”, tanya Kiki. “Lihat nih diberita , jawab Koko sambil menyerahkan Hp-nya . Apa yang terjadi ?, diberita ‘headline news; itu diceritakan ada penangkapan terhadap calo calo beras haram oleh polisi, dan diantaranya yang sedang diborgol itu adalah ‘Kang Dadang.
….. Koko dan Kiki pun pingsan …..
(Red-01/Foto.ist)
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin, Tgl.6 Juli 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment