Malam Selasa (29/6) lalau PimRed mengirim WA, “Lae kalau iseng coba nanti buka google cari nama Wyatt Earp, siapa dia?”,dari situlah akhirnya banyak saya tahu siapa Wyatt ini namun ada juga pikir saya mau ngapain PimRed ini suruh aku baca – baca. Yang jelas dia bukan orang Batak Simalungun, dia seorang penegak hukum (Sherif) , mantan penjudi, yang kemudian dikenal sebagai tokoh legendaris asal Amerika Serikat era Wild West (Amerika Barat) abad ke-19. Ia lahir pada 19 Maret 1848 di Illinois dan meninggal pada 13 Januari 1929 di Los Angeles.
Diluar pro-kontra sosok Wyatt dia memang pria tegas dalam penegakan hukum , dalam hitungan detik dia bisa memuntahkan banyak peluru dari ke-2 pistol saktinya. Sejak kecil, Wyatt tumbuh di bawah pengaruh ayahnya, Nicholas Earp, yang merupakan seorang hakim wilayah dan penegak hukum formal. Sang ayah menanamkan pemahaman kepada anak-anaknya bahwa menguasai hukum adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dan mendapatkan posisi terhormat di masyarakat.
Bagi Wyatt, daerah yang paling rawan adalah kota-kota yang mendadak ramai karena penemuan emas/perak atau pembangunan jalur kereta api. Kota-kota ini dipenuhi uang cepat, tetapi minim hukum.Meskipun dikenal sebagai penembak jitu, Wyatt sebenarnya lebih sering melumpuhkan pembuat keonaran dengan cara memukul kepala mereka menggunakan gagang pistolnya (buffaloing), bukan dengan menembaknya. Ia selalu berusaha menghindari pertumpahan darah jika tidak terpaksa. Di Tombstone dan Dodge City, ia berkali-kali menghadapi kelompok kriminal bersenjata sendirian tanpa mundur selangkah pun demi melindungi warga kota yang ketakutan.
Perjalanan dari bandara Tucson International Airport (TUS) ke kota Tombstone sekitar sekitar 66 mil (sekitar 106 km) , saya dan PimRed dijemput anak buah Wyatt baik kuda karena saat itu memang belum Grab atau Gojek. Hampir 2 jam perjalanan akhirnya kami telah tiba disebuah cafe milik marga Siregar, dan diujung cafe Wyat telah menunggu disitu, kami ke toilet dahulu.
Saat usai ‘acara sakral’ saya dan PimRed menemui Wyatt, “Selamat datang di kota Tombstone, kota panas dan penuh bandit . Semoga perjalanan kalian menyenangkan”, sambutnya sambil memeluk kami satu persatu. Singkat waktu PimRed pun menyampaikan banyak hal kepada Wyatt. “Minum tuak ya, disini campur susu dan jahe. Bisa panas atau pakai es, mau?”, tanya Wyatt. Kami berdua menggeleng. “Lalu mau minum apa?”,“Juice sirsak dan mineral saja”, “Cemilannya?”, “Apa saja,Wyatt”, tidak lama datanglah istri Siregar, Rosma boru Purba dengan daftar menu; Nitak Simalungun, Nani Labar, Kue Lapet (Lampet) dan Itak Poul-Poul. Yang mana semuanya terdiri dari bahan dasar tepung beras, singkong, dan kelapa.
“Saya sudah baca semua kegiatan ke-relawanan kalian dari tahun 2012, keren. Bahkan kalin telah aktif sebagai relawan Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! , tulisan tulisan konyol kalian semua saya lihat berbasis data dan fakta. Dijaman konyol seperti ini sudah tidak jaman lagi pakai bahasa plat merah, selama tidak melanggar UU IT, bagus ,lanjutkan saja”, kata Wyatt
Wyaat kemudian mengambil kedua pistolnya dan menaruh diatas meja dan menguncinya, “Saya belum kenal kalian, namun baru kali ini saya merasa nyaman bertemu orang asing. Silahkan kalian bicara, saya mendengarkan dengan baik”
“Wyatt di negara kami, Indonesia sekarang, bandit-bandit tidak lagi merampok kereta kuda atau bank dengan penutup muka seperti disini. Mereka memakai setelan jas mahal, duduk di kursi empuk, dan merampok uang rakyat yang diditipkan dalam APBN. Korupsinya sudah stadium akut. Lembaga seperti KPK pun butuh suntikan nyali dan ketegasan model Tombstone untuk membersihkan para bandit negara ini. Hampir 29 triliun kerugian negara selama tahun 2026 dengan 20 tersangkanya. Sederhananya , setiap koruptor merampok hampir 1 triliun lebih”, kata PimRed
Gigi Wyatt gemeretak menahan marah, kemudian dia bangkit. “Sebentar kalian duduk disini dulu, jangan keluar cafe ini. Ada tugas negara diluar sana”, kemudian memasukan ke-2 pistolnya , diluar memang terlihat serombongan perampok masuk kota. PimRed menepuk bahu Wyatt, “Jangan lupa berdoa”, Wyatt menghentikan langkahnya dan memberikan 2 jempol kepada kami , mengangguk dan menuju sudut cafe untuk berdoa. tidak sampai 5 menit ‘Tugas negara selesai”, Wyatt masuk cafe lagi, membuka topi dan menaruh kembali ke-2 pistolnya diatas meja.Dan menyeruput kopi tanpa gulanya hingga habis.
“Baru kali ini ada tamu asing meminta saya berdoa sebelum tembak menembak, terima-kasih kawan. Oh ya, Saya sudah bicara dengan istri dan anak – anak saya setelah kalian telepon dan WA minggu lalu tentang ajakan bergabung di Koranjokowi.com dan SahabatKPK!. Dan mereka merestui jika memang ini untuk kebaikan banyak orang. Dan ingat, Penjahat tetaplah penjahat, tak peduli apakah mereka bersembunyi di balik semak gurun seperti disini atau di balik meja birokrasi. Mereka tidak takut Tuhan itu intinya, karena setiap pegawai negara itu disumpah dibawah kitab suci, namun mereka tetap melakukan kejahatan kemanusiaan yaitu korupsi Tanpa pistol pun, saya bersedia bergabung sebagai penasehat organisasi kalian. Hukum harus ditegakkan walau langit runtuh.”, wajahnya terlihat ikhlas, kami pun bersalaman.
Kemudian Wyatt membuka dompetnya dan memberikan KTP – nya kepada saya, “Foto KTP saya Lae, sebagai bukti saya siap menjadi penasehat kalian”, saya pun mengambil HP dan memfotonya.
Klik, klik, klik !, Beres. Terima kasih Tuhan.
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, Tgl. 1 Juli 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment