#SahabatKPK!, “FLASHDISK RUSAK LEBIH MULIA DARI KORUPTOR !”

#SahabatKPK!,
‘FLASHDISK RUSAK LEBIH MULIA DARI KORUPTOR!”
Hari ini, Sabtu (4/7) Podcast agak terlambat mulai karena mati listrik hampir satu jam lamanya, ini ‘gaya klasik’ PT. PLN.
HOST (KORAN JOKOWI):
“Halo teman-teman pembaca setia Koranjokowi.com! Kembali lagi di rubrik Podcast #SahabatKPK!. Setelah kemarin kita sukses membongkar kelakuan Kutu Busuk, Kecoa, dan Tikus yang mengajarkan Excuse Methode dari dana desa sampai APBN, malam ini studio kita kedatangan tamu yang jauh lebih unik.
  1. Sdr. Dio, Flashdisk Master milik redaksi Koranjokowi.com dan #SahabatKPK.
  2. Sdri. Karina/Nana, Flashdisk 64 GB milik relawan yang sempat mengalami kerusakan.
  3. Bpk. Tikus & Bpk. Kecoa, duet pakar penjebol APBN dan Dana Desa.
Selamat sore semua! Yang pertama saya ingin bertanya kepada Dio, apa yang sebenarnya terjadi semalam atas diri Anda selaku Flashdisk Master yang ditugaskan membetulkan flashdisk relawan?”
DIO (FLASHDISK MASTER):
“Terima kasih, Bung Host. Langsung saja ke intinya. Semalam saya diminta menganalisis sistem internal rekan saya, Karina alias Nana ini, karena terdeteksi ada kerusakan data. Sistemnya corrupt, saya menduplikat dan menyelamatkan datanya dari 64 file yang tersisa menjadi 29 file utuh. Tapi mari publik lihat integritas kami sebagai sesama Flashdisk. Begitu saya deteksi ada masalah pada dirinya, lalu saya tawarkan sistem ‘format ulang’, si Nana pasrah. Dia menurut pada sistem saya untuk dibersihkan sampai kapasitasnya kembali ke nol gigabyte yang jujur. Nah, sekarang mari kita bandingkan dengan dua makhluk klimis di sebelah saya ini.”
KECOA:
(Membetulkan jas mahalnya sambil memegang mikrofon, tertawa terbahak-bahak)
“Ahahaha! Hei benda mati berbalut plastik, berani-beraninya kamu menyamakan eror flashdisk dengan level bisnis kami? Kami ini mengelola lifestyle! Kamu tahu data penindakan KPK 2024–2026? Sektor birokrasi, aparatur, legislatif, sampai kepala daerah itu rata-rata kena ciduk karena sistem mereka yang mau kami ‘amankan’. Kami ini oli pembangunan! Kami tidak butuh saling memformat seperti kalian!”
DIO (FLASHDISK MASTER):
(Lampu indikatornya berkedip cepat, tanda emosinya mulai naik)
“Justru di situ letak menjijikkannya kalian! Berdasarkan bocoran obrolan kemarin, kalian bangga sekali dengan EXCUSE METHODE atau metode ngeles. Publik harus paham analisis perbandingan kami:
  • Jurus 1 (Berburu Piagam WTP): Kalau flashdisk seperti Nana rusak, dia memunculkan notifikasi Error. Dia tidak pernah menyuap sistem Windows saya atau menyuap auditor internal komputer untuk memalsukan status agar terlihat ‘Wajar Tanpa Pengecualian’ (WTP) seperti yang dilakukan Edison di Muara Enim atau Ade Yasin di Bogor! Kami jujur kalau kami rusak! [1]
  • Jurus 2 (Sakit Mendadak): Ketika saya panggil sistem Nana melalui Device Manager, dia langsung muncul seketika di layar tanpa rekayasa. Dia tidak pernah pura-pura amnesia, menabrak tiang listrik sampai benjol segede bakpao seperti Setya Novanto, atau kena asam lambung mendadak pas surat panggilan KPK datang!
Kalian para koruptor memanipulasi kelemahan manusia dari Gedung Kura-Kura sampai kantor desa, sementara kami sesama teknologi selalu patuh dan saling membetulkan berdasarkan hukum dasar digital: Berani Jujur, Hebat!”
TIKUS:
(Mulai gelisah, membetulkan dasinya dengan gugup sambil melirik karung APBN di bawah meja)
“Eh… begini ya… data yang kami pegang menunjukkan bahwa kebocoran APBN itu triliunan… dan… dan kami ini kan tidak pernah bersumpah di bawah kitab suci, jadi wajar dong kalau kami…”
DIO (FLASHDISK MASTER):
(Memotong dengan tajam)
“Tidak usah mengalihkan isu dengan laptop mewah hasil uang rakyat itu! Publik di luar sana sudah cerdas. Kerusakan Nana bisa saya pulihkan sistemnya hingga 99,9% dan itu tidak merugikan rakyat. Tapi kalau kalian yang ‘eror’, Rp300 triliun uang rakyat amblas, hak orang miskin dirampok, dan masa depan bangsa hancur. Kerusakan kami bersifat teknis dan tidak menipu, sedangkan tindakan kalian adalah kerusakan moral yang disengaja. Makanya, di mata publik, status Nana sebagai ‘Flashdisk Rusak’ jauh lebih mulia dan terhormat daripada kalian yang hidup mewah dari memakan keringat orang lain!”
HOST (KORAN JOKOWI):
(Tersenyum puas)
“Skakmat yang luar biasa dari Dio! Bagaimana tanggapan penutup dari Anda, Pak Tikus dan Pak Kecoa? Publik sedang menunggu pembelaan Anda.”
DIO (FLASHDISK MASTER):
“Perlu juga kalian pahami, Tuhan menganjurkan agar manusia menolak keras segala bentuk kekejaman terhadap hewan dan memandang mereka sebagai makhluk yang memiliki hak hidup berdampingan dengan manusia. Dalam Surah An-Nahl ayat 5-7, Allah menjelaskan bahwa hewan diciptakan untuk memberikan kehangatan, membantu pekerjaan manusia, serta memberikan keindahan visual saat dipandang. Karena hewan telah ‘berjasa’ membantu kehidupan, manusia wajib membalasnya dengan perlakuan yang layak. Lha kalian ini apa? Berwujud hewan tapi malah mengajarkan manusia korupsi. Berarti kalian lebih setan dari setan sesungguhnya!”
TIKUS:
(Wajahnya memucat, keringat dinginnya menetes merusak bedak)
“Sok tahu! Saudara ini cuma benda mati, kami makhluk hidup, pastinya berbeda kasta!”
HOST (KORAN JOKOWI):
“Saudara Dio, mohon dijaga lisannya, ini siaran langsung!”
KECOA:
(Turun dari pangkuan Tikus)
“Iya, saudara kasar sekali. Kami bisa laporkan saudara karena menghina kami!”
KARINA / NANA:
(Tiba-tiba maju dengan tergesa-gesa dan mengambil mikrofon dari Host)
“Maaf, tadi kalian sebut kami adalah ‘benda mati’? Kami memang tidak bernyawa, tapi fungsi kami hidup! Kami disebut ‘brankas saku’ yang sangat membantu mobilitas manusia dalam banyak hal:
  1. Memindahkan Berkas: Mentransfer dokumen dari satu komputer ke komputer lain tanpa internet.
  2. Cadangan Data (Backup): Menyimpan salinan dokumen penting untuk mengantisipasi laptop rusak.
  3. Penyimpanan Portabel: Membawa materi presentasi, tugas sekolah, atau laporan kerja ke mana saja.
  4. Media Hiburan: Menyimpan lagu atau film untuk diputar di tape mobil dan televisi.
Kami jauh lebih mulia dari kalian! Kalaupun ada teman-teman kami yang berkomplot dalam pekerjaan kotor kalian, dipakai untuk membuat program fiktif dan sebagainya, apa bedanya dengan fungsi pisau? Dia bisa menjadi alat memasak yang baik, bisa juga sebaliknya tergantung manusianya. Tapi kalau kalian, kalian mengajari manusia untuk serakah, mengajari merampok!”
TIKUS & KECOA:
(Bergegas melempar mikrofon ke meja, kemudian mereka tunggang-langgang keluar studio)
“Terserah kalian! Yang jelas kami ada karena manusia butuh kami. Sangat tidak tepat kalian menasihati kami, nasihatilah manusianya sendiri. Ahahaha…”
HOST (KORAN JOKOWI):
(Menggelengkan kepala sambil menghadap kamera pembaca)
“Teman-teman #SahabatKPK!, begitulah akhir dari debat malam ini. Dan kesimpulan kita adalah: mengapa flashdisk rusak lebih mulia? Karena teknologi sekecil flashdisk masih memiliki ‘kejujuran’ sistem untuk mengakui kegagalannya dan rela dibersihkan hingga total melalui proses format oleh sesama sistem.
Sementara koruptor, sekaya apa pun mereka, secerdas apa pun mereka menyamar dengan kaos oblong dan sandal jepit, mereka adalah parasit sistem yang pengecut. Ketika dihadapkan pada cermin kebenaran dan logika publik, mereka akan lari menggunakan alasan paling tidak masuk akal demi menyelamatkan diri dan aset hasil jarahannya. Demikian, sampai jumpa di acara Podcast #SahabatKPK berikutnya. Salam #SahabatKPK!, Berani Jujur, Hebat!”
(Red-01/Foto.ist)

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Jumat, Tgl.3  Juli 2026  sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===============

@koranjokowi.com

#Snack Rasa APBN!😂 #Sahabat KPK! @squad-sahabatkpk @kpk_ri

♬ suara asli – koranjokowi – koranjokowi

Tentang Koran Jokowi 4345 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan