Kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berada dalam ketinggian 2.958 mdpl, luas 24.270,80 hektare menjaga tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor.
Kawasan ini mulai ada sebagai wilayah yang dilindungi pada tahun 1889. Pemerintah kolonial Belanda menetapkan area perlindungan hutan antara Kebun Raya Cibodas dan mata air panas di lereng Gunung Gede sebagai Cagar Alam Cibodas. Ini merupakan cikal bakal sekaligus kawasan cagar alam pertama di Indonesia.
Tahun 1977, UNESCO menetapkan kompleks Gunung Gede Pangrango sebagai bagian dari Jaringan Internasional Cagar Biosfer (World Network of Biosphere Reserves) dan tahun 1980 Kawasan ini resmi diumumkan dan diresmikan sebagai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tepatnya tanggal 6 Maret 1980. Melalui Pengumuman Menteri Pertanian Nomor: 811/Kpts/Um/II/1980,
Kalau pun tim Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! sedang sibuk mengusung tema PLTP – Pembangungan Listrik Tenaga Panas , kami mencoba tampil dari sisi lain sebagaimana arahan KordNas, yaitu dari sisi yang juga menjadi perhatian masyarakat umum yaitu dari sisi ‘dunia lain’.
Kejadian dan Kisah Mistis Terbaru TNGPP
Kisah-kisah ini bersumber dari pengalaman nyata dan kesaksian para pendaki yang viral di media sosial serta forum pendakian:
>Interaksi dengan “Pendaki Lawas” Tahun 90-an (Akhir 2025): Sebuah kesaksian viral menceritakan pendaki bernama Ompi yang berpapasan dengan seseorang di jalur pendakian. Orang tersebut menyapa, meminta bertukar botol air karena kehabisan, dan mengenakan pakaian gaya tahun 1990-an. Begitu air diberikan, sosok tersebut langsung menghilang secara misterius di depan mata.Tersesat Massal
>Jalur Ilegal Selabintana (September 2025): Kasus hilangnya pendaki remaja (Darel dan Amar) yang nekat mendaki secara ilegal lewat Selabintana. Mereka mengaku mengalami disorientasi ruang dan waktu akibat kabut pekat mendadak, sebelum akhirnya ditemukan tim SAR dalam kondisi tertidur di bawah pohon Puspa setelah pencarian berjam-jam.
>Petaka Melanggar Pantangan Haid: Cerita horor nyata mengenai pendaki wanita bernama Ita yang nekat mendaki saat sedang menstruasi antara tgl.6-7 Juli 2007. Mitos lokal melarang keras hal ini karena dipercaya mengundang makhluk gaib. Ita dilaporkan mengalami teror gaib bertubi-tubi di sepanjang jalur pendakian hingga kondisinya drop drastis. Kisah nyata pendaki bernama Ita (nama lengkap almarhumah Pramitha I.S.) terjadi pada tahun 2007. Kejadian tragis ini dialami oleh Ita saat ia masih berstatus sebagai siswi sekolah dan melakukan pendakian bersama sahabatnya, Maya Azka. Rombongan mereka berasal dari daerah Sukabumi, Jawa Barat.
Sejak mulai menanjak, menurut saksi yang juga teman mendaki (Maya Azka), Ita terus-menerus diganggu. Ia berkali-kali mengalami kesurupan massal, kalau pun telah tiba dirumahnya. Ita melihat sosok hitam besar, hingga perilakunya berubah drastis menjadi sangat aneh. Ita akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada 13 Juli 2007 dalam usia 17 tahun.
TNGGP juga menyimpan berbagai cerita misteri populer seperti Kerajaan Gaib Alun-Alun Surya Kencana, Sosok Aul, dan Mitos Kandang Badak. Cerita-cerita ini hidup secara turun-temurun di kalangan pendaki.
Mitos dan Legenda Populer
Alun-Alun Surya Kencana: Padang edelweiss ini dipercaya sebagai pusat kerajaan gaib yang dipimpin oleh Prabu Surya Kencana, sering terdengar suara gamelan atau terlihat sosok berpakaian putih.
Sosok Aul: Makhluk mitos menyeramkan berwujud seperti hewan atau manusia jadi-jadian berkepala dua yang konon bisa menyesatkan pendaki.
Kandang Badak dan Simpang Maleber: Titik persinggahan dan jalur yang dianggap angker, rawan kabut pekat, serta diimbau tidak dilewati atau disapa sembarangan saat hari mulai gelap.
Aturan dan Pantangan Adat
Pantang Berkata Kasar: Pendaki dilarang berbicara kotor atau tak sopan untuk menghindari kejadian tersesat atau diganggu makhluk halus.
Larangan Memetik Edelweiss: Memetik bunga abadi dilarang keras secara adat maupun hukum konservasi taman nasional.
Larangan Membawa Pulang Benda: Pendaki dilarang mengambil batu atau benda alam agar terhindar dari kesiala
Dalam Al-Qur’an, perintah dan pujian bagi manusia yang percaya kepada hal ghaib (perkara yang tidak tampak oleh pancaindra manusia) tertuang secara jelas pada bagian awal Surah Al-Baqarah ayat 2-3,(2) Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (3) (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Sebagai penutup, mari kita kirimkan doa yang terbaik untuk Almh. Pramitha I.S. Semoga dilapangkan kuburnya dan surgalah tempatnya. Kita juga berdoa agar konflik PLTP Cipanas dapat diselesaikan dengan baik, Aamiin YRA. Demikian semoga bermanfaat!
(Red-01/Foto.ist)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu,Tgl.26 Juli 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran (koranprabowo.id), atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment