Tarzuki i’o. #RepublikFabeliano, “PENTINGKAH KABUPATEN CIREBON TIMUR?”

Tarzuki i’o. #RepublikFabeliano,

“PENTINGKAH KABUPATEN CIREBON TIMUR?”

Sore kemarin (6/9) saya ,Tarzuki i’o – Kord.Koranjokowi.com & #SahabatKPK! Kabupaten Cirebon ,Jawa Barat – menemani bapak dan ibu KordNas menghadiri pertemuan dengan para penguasa laut , pantai, waduk, sungai dan saluran air se-kab.Cirebon terkait adanya keinginan masyarakat manusia yang berencana melakukan  Pemekaran Kab. Cirebon Timur (KCT). Setelah sholat magrib jamaah acara pun dimulai, MBAH REBON sebagai tuan rumah lansgung ambil kendali terkait hal ini.
 “Teman teman hewan, yang kami hormati terimakasih atas kehadirannya. Khususnya untuk Bapak dan Ibu KordNas Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! yang jauh-jauh datang dari kota Bandung, terimakasih. Mengapa hanya Koranjokowi.com saja yang kami undang. Karena hanya media ini yang mau ‘menerima suara hewan sedunia. Mari kita beri applaus tepuk tangan….. (hadirin tepuktangan meriah, kami mengangguk hormat), .. Para hadirin sekalian, sebagaimana tujuan pertemuan ini , saya mohon dalam menyikapi kehendak wacana pemekaran Kabupaten Cirebon Timur (KCT), diharapkan kita tidak memposting apapun di media sosial, biarkan itu urusan manusia. Yang jelas memang Kabupaten induk kita saat ini sudah terlampau gemuk. Bayangkan, mengurus 2,4 juta lebih jiwa yang tersebar di 40 kecamatan dan 424 desa. Wajar kalau kalian yang tinggal di ujung timur merasa seperti anak tiri yang jarang ditengok induknya.”
Si Bangau  menyambar, “Intrupsi Mbah, semua sudah ready, DPRD Jawa Barat pada 10 September 2025 salahsatunya dan didukung oleh 16 kecamatan dan 169 desa. Potensi kita kan hebat, Mbah! Ada pelabuhan ikan di Gebang, industri yang mulai geser ke timur, dan jalur logistik Losari yang strategis!”
Mbah Rebon tersenyum tipis, “Betul kang, ini sudah diagendakan sebagai Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) .Tapi ingat, saat ini Jakarta masih mengunci pintu rapat-rapat. Moratorium DOB (Daerah Otonomi Baru) belum dicabut. Kecuali buat tanah Papua, pintu itu masih digembok. Kalian tahu kenapa pusat takut membuka gemboknya? Karena sejarah mencatat, banyak wilayah yang memaksa bikin rumah baru, akhirnya malah stuck alias jalan di tempat. Data mengevaluasi, sekitar 70% daerah hasil pemekaran gelombang 1999–2009 itu dinilai gagal mandiri secara fiskal.“… “Kok bisa gagal, Mbah?” tanya Ketua Rangkong se-kab.Cirebon  heran.
.
“Karena begitu rumah baru disahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya ternyata cekak. Akhirnya, hampir 80% uang bantuan dari pusat habis hanya untuk membangun gedung bupati baru, kantor dinas baru, membiayai operasional anggota dewan baru, dan menggaji birokrat baru. Sementara untuk memperbaiki jalan yang bolong-bolong atau memberi makan warga yang miskin? Nol besar! Rumah baru itu justru jadi beban bagi induknya dan pusat,” jelas Mbah Rebon runtut.
Suasana mendadak hening. Si Bangau kembali intrupsi , “Tapi Mbah, kalau KCT berhasil mekar, kan kesejahteraan bisa lebih  terjamin?”. Mbah Rebon menarik napas dalam-dalam.  “Kang Bangau… ada satu pertanyaan paling berat yang harus dijawab oleh para pemikir dan penggagas KCT . Siapa yang berani menjamin ‘tidak akan ada korupsi’, baik saat proses transisi pemekaran maupun pasca-pemekaran nanti?
Mbah Rebon memita stafnya membuka laptop, “Nah kita bisa lihat. Berdasarkan data resmi terbaru dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK untuk Kabupaten Cirebon sempat menjadi sorotan tajam karena berada di angka 63,61 poin.  Skor ini menempatkan Kabupaten Cirebon di zona merah atau zona rentan terhadap praktik korupsi. Angka ini juga berada di bawah rata-rata ideal dan tertinggal cukup jauh dari beberapa kabupaten lain di Jawa Barat yang sudah menyentuh angka 70 hingga 78.”
Pada indikator resmi seperti Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK maupun Indeks Persepsi Korupsi (IPK), rumus membacanya begini ya teman teman,  semakin KECIL angkanya, maka semakin PARAH korupsinya. Sebaliknya, semakin BESAR angkanya (mendekati 100), maka semakin BERSIH daerah tersebut. “Dan Kab.Cirebon ada di 63,61 poin!, ngerikan?”
🔴 Kategori RENTAN (Zona Merah) 🟡 Kategori WASPADA (Zona Kuning) 🟢 Kategori TERJAGA (Zona Hijau)
Skor: 0 – 72,9 Skor: 73 – 77,9 Skor: 78 – 100
Sistem pencegahan korupsi sangat lemah dan risiko pungli/suap sangat tinggi. Sudah punya sistem pencegahan, tapi masih sering bocor/ada risiko. Sistem pencegahan korupsi sudah berjalan dengan baik dan dinilai aman.

“Maka sejak awal saya sampaikan jangan ikut gaduh, kita tunggu saja bagaimana realisasinya, karena itu urusan manusia. Saat proses pemekaran, rawan ada transaksi di bawah meja demi memuluskan urusan administratif dan batas wilayah. Seringkali, pemekaran wilayah hanya menjadi kedok bagi-bagi kekuasaan  para elite lokal, bukan untuk menyejahterakan rakyat.Boro boro juga memikirkan kita semua, itu realitanya. Karhutla yang melampaui >202.000 hektar adalah salahsatu buktinya, bagaimana manusia lalai atas kewajibannya menjaga alam. Dan hanya Republik Fabeliano yang berani meminta Presiden memecat Menhut, ini bukan hanya soal karhutla tapi bagaimana dengan hampir 50 miliar hewan serangga yang terbakar bersama puluhan juta pohon hutan, bagaimana dengan kerugian negara lebih dari Rp.130 triliun, siapa yang bertanggungjawab?”, suasana hening, tadinya saya mau intrupsi namun dilarang KordNas dengan menggelengkan kepala. “Jangan mas, biar mereka yang bicara”, saya mengangguk.
Kemudian, MBAH REBON memutar lagu Tarling (Gitar Suling) idolanya yaitu Pemuda Idaman – Lagu bertema romansa klasik yang menceritakan kekaguman seorang wanita terhadap sosok pria idaman yang sopan dan bertanggung jawab. Volumenya dibuat soft sehingga tidak memecahkan konsentrasi rapat. Keren, pisan!.
Kemudian MBAH REBON melanjutkan, Berikut adalah beberapa kekhawatiran utama terhadap kelestarian  kita semua selaku hewan air di wilayah KCT mendatang; 
1. Rusaknya Habitat Pesisir akibat Industri dan Pemukiman
Pemekaran wilayah biasanya memicu pembangunan infrastruktur baru, kompleks perkantoran, perumahan, hingga kawasan industri baru.
  • Dampak pada hewan air: Alih fungsi hutan mangrove (bakau) di pesisir Cirebon Timur akan merusak tempat memijah (spawning ground) dan mencari makan bagi anak ikan, udang windu, dan kepiting bakau. Tanpa mangrove, populasi hewan-hewan air ini di alam liar bisa menurun drastis.
2. Pencemaran Limbah Domestik dan Industri ke Sungai
Pertumbuhan penduduk yang cepat pasca-pemekaran sering kali tidak diimbangi dengan sistem pengolahan limbah yang baik.
    • Dampak pada hewan air: Sungai-sungai besar di Cirebon Timur, seperti Sungai Cisanggarung, berisiko mengalami peningkatan pencemaran limbah rumah tangga maupun industri. Air yang tercemar zat kimia atau mengalami penurunan kadar oksigen (hipoksia) dapat memicu fenomena ikan mati massal dan mengganggu siklus hidup biota sungai.

.
3. Ancaman terhadap Ekosistem Tambak (Perikanan Payau)
Cirebon Timur terkenal dengan produksi perikanan budidaya air payau yang kuat.
    • Dampak pada hewan air: Jika tata ruang pasca-pemekaran tidak dikendalikan, intrusi air limbah ke area pertambakan akan mengancam kesehatan ikan bandeng dan udang. Hewan-hewan air di tambak menjadi rentan terserang penyakit, mengalami gagal panen, atau terpapar logam berat yang berbahaya jika dikonsumsi manusia.

4. Kerusakan Terumbu Karang dan Biota Laut Dangkal
Aktivitas pembangunan di daratan, seperti pembukaan lahan yang memicu erosi, dapat membawa sedimentasi (lumpur) tinggi melalui aliran sungai menuju ke laut.
  • Dampak pada hewan air: Lumpur yang menutupi perairan dangkal di laut Jawa (sekitar Gebang dan Losari) dapat merusak ekosistem lamun dan terumbu karang lokal. Hal ini mengancam kelangsungan hidup kerang hijau, rajungan, dan berbagai jenis ikan karang yang menjadi tumpuan nelayan tradisional Cirebon Timur.
Mbah Rebon membesarkan volumen lagi ‘Pemuda Impian’ dan kami semua diminta untuk berjoget. “Terimakasih atas kehadiran semua teman teman, semoga bermanfaat atas yang saya sampaikan semua tadi. Kita dukung pemekaran KCT dengan beberapa catatan. And now, kita joget bersama, Wassalamualaikum wrwb, mohon maaf lahir bathin”
Ikan hiu muter muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin,  tgl.7 September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

==============

Tentang Koran Jokowi 4461 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan