#RepublikFabeliano, ” WAHAI 8 JURNALIS, DOA KAMI BERSAMAMU!”

#RepublikFabeliano,

” WAHAI 8 JURNALIS, DOA KAMI BERSAMAMU!”

Sore tadi (9/9)  Presiden Republik Fabeliano — Miss Pussy Noni — mengadakan rapat Zoom dadakan bersama Kabinet. Saya pun diundang hadir, padahal saat itu sedang berada di dalam angkutan umum menuju Kota Bandung, pikiran masih tertahan pada dugaan korupsi lahan Proyek Whoosh (Kereta Cepat Jakarta–Bandung) jalur Halim–Tegalluar. Terpaksa saya turun dan menepi di dekat Alun-alun Bandung.
“Halo Kak Arief, silakan masuk Zoom ya?” sapa Ibu Presiden.
“Siap, Bu —  standby,” jawab saya.
“Maaf ya mengganggu waktunya…”
“Siap, Bu Presiden. Mangga silakan lanjut.”
Rapat berjalan tegas, jelas, dan tenang — tanpa gangguan, tanpa ada yang ‘lancang mematikan atau memindahkan mikrofon’ saat Presiden Pussy  sedang berbicara, benar benar keren saya lihat dari laptop jadul ini ,ehehe.. tidak ulah   yang dilakukan Seskab RI yang kemudian menjadi cemooh dan  viral. Berikut hal-hal yang disampaikan Presiden Miss Pussy:

1. Jurnalisme adalah Pekerjaan yang “Gawat” — Pesan Bung Karno

Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, memandang profesi jurnalis dan dunia pers sebagai pekerjaan  yang “gawat” — gawat karena memiliki pengaruh yang sangat besar; mampu membangun bangsa, namun juga mampu menghancurkannya. Pandangan itu bukan sekadar kata-kata. Bung Karno sendiri adalah seorang jurnalis sejati. Pada 15 Juni 1932, tak jauh dari Markas Besar Republik Fabeliano — setelah bebas dari Penjara Sukamiskin — beliau mendirikan majalah mingguan Fikiran Ra’jat. Di media itulah Bung Karno mersakan ‘gawatnya’ sebagai Pemimpin Redaksi, penulis artikel, sekaligus penggambar karikatur politiknya sendiri.
Dalam pertemuan-pertemuan dengan rekan-rekan pers di lingkungan Istana sepanjang tahun 1945–1965, beliau kerap mengingatkan: Pekerjaan jurnalis itu sarat tantangan. Pekerjaan yang “gawat”.

2. Memilih Anak Muda sebagai Jurnalis

Presiden Uni Soviet (Rusia) Mikhail Gorbachev (1985–1991) — memberikan kebebasan kepada jurnalis untuk mengkritik korupsi, inefisiensi, dan kemandekan di dalam tubuh pemerintahan sendiri. Jurnalis ‘bukan lagi’ sekadar corong propaganda  namun menjadi profesi yang memfasilitasi dialog publik demi perbaikan bersama. Dia juga  berkata: “Saya rasa kita membutuhkan lebih banyak anak muda… Kita perlu memberi mereka kesempatan — di media, di politik, dan dalam demokrasi.”

Tiba tiba grimis datang, saya pun bergegas pindah lokasi dekat kantor PLN Kota Bandung, kebetulan ada koridor yang bisa menahan gerimis. “Kopi , om?”, seorang ibu ‘starling menghampiri, saya mengangguk. “Lagi nonton film apa.om?”, tanyanya sambil menyerahkan kopi pahit panas. “Lagi zoom,bu”, jawab saya sambil menyerahkan uang Rp.5000.. “Ogh, tadinya mau numpang nonton film The Bang Bang Club produksi lawas thn.2010, om”,..”Wih, film apa itu bu?”, … “Film kisah  empat fotografer jurnalis nekat yang meliput masa-masa akhir apartheid di Afrika Selatan,om”,… saya manggut-manggut heran, kok paham banget ibu ini. “Udah ya om, saya mau keliling lagi, bye..”, ..”Byee”

Kembali ke laptop, saat ini Presiden Pussy sedang membahas tentang ,

3. Delapan Anak Muda  Dalam  Pekerjaan “Gawat”

“TEman teman Kabinet, Kini, para anak muda yang berani, idealis, dan profesional itu ada di tengah kita. Mereka adalah kedelapan saudara kita yang berangkat menuju Gunung Anak Krakatau yang sedang ‘gawat’ ,mereka terdiri dari …

 5 Wartawan; M. Bagus Khoirunnas — ANTARA, Ari Basuki — Merdeka, Yudistiro Pranoto (Yudhis) — iNews, Firman Daus (Daus) — Anadolu Agency dan Donal — Jurnalis Lepas. Ada juga 3 Kru Kapal , yaitu ; Warta (55) — Nahkoda / Kapten, Surakman (60) — Anak Buah Kapal dan Heriyanto (49) — Pemandu Wisata

Pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, menaiki kapal cepat menuju Gunung Anak Krakatau. Gunung itu masih menyemburkan asap tebal, memuntahkan api dan abu, sementara ombak Selat Sunda bergemuruh ganas.
Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu jurnalis sempat mengirimkan lokasi terakhirnya kepada rekan di Lampung. Pukul 15.04 WIB, kontak terputus. Pukul 18.14 WIB, sang pemandu sempat mengirim foto dan kabar bahwa rombongan masih berada di lokasi — setelah itu, semua komunikasi terputus sepenuhnya..”
“Teman teman kabinet, ke-8 anak muda ini bukan menantang maut tapi  menjalankan  profesi masing masing di tempat yang penuh bahaya. Maka atas nama Republik Fabeliano, melalui forum ini kami menobatkan ketiga orang non-jurnalis itu sebagai Jurnalis Era Digital , Warga Jurnalis / Citizen Journalist. Karena mereka ada sejak persiapan keberangkatan, ikut membelah ombak, dan pastinya memiliki cara sendiri untuk berbagi kabar — lewat pesan singkat, foto, rekaman suara — melalui WhatsApp, Facebook, TikTok, YouTube, dan media lainnya. Dari tangan merekalah kebenaran disampaikan. Mereka mengantar, mengawal, dan menjaga ke-5 jurnalis itu menjalankan tugasnya.”, semua hadiri terlihat berdiri , memberi hormat dan bertepuktangan meriah. Presiden Pussy terdiam dalam posisi hormatnya, matanya basah. Ya Allah!

4. Allah Mencintai Orang yang Bekerja untuk Banyak Orang

“Temen teman Kabinet, ada ungkapan penuh makna yang menyentuh hati: “Allah mencintai seseorang yang bekerja demi kebaikan banyak orang.”. Itulah yang mereka  lakukan. Mereka tidak pergi demi harta, bukan untuk pujian,  tidak demi kemewahan. Mereka pergi agar rakyat selamat, agar bahaya diketahui, agar kebenaran sampai. Di tengah laut yang bergelombang, di bawah langit yang tertutup abu vulkanik — mereka bekerja untuk kita semua…”
“Hingga  hari ini, Rabu, 9 September 2026, tim pencari gabungan dari Basarnas, Polda Banten, TNI AL, dan unsur terkait terus menyisir perairan Selat Sunda. Namun cuaca buruk, gelombang tinggi, serta aktivitas vulkanik Anak Krakatau menjadi kendala yang berat. DPR telah meminta wilayah pencarian diperluas dan dioptimalkan — namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda keberadaan mereka…”

5. Ya Allah, Kembalikan Mereka dengan Selamat!

Di akhir Zoom, Presiden Miss Pussy meminta seluruh yang hadir menundukkan kepala dan berdoa:
“Kini, saat kontak terputus, saat ombak tak kunjung reda, saat asap menutup pandangan — tak ada yang lebih kuat daripada doa rakyat yang tulus. Ya Allah, Yang Maha Menjaga, Yang Maha Melindungi… Kami memohon: lindungilah kedelapan saudara kami itu. Tenangkanlah ombak di bawah mereka, cerahkanlah jalan di hadapan mereka, peluklah mereka dalam rahmat-Mu. Pulangkanlah mereka ke pangkuan keluarga, ke tengah-tengah kita, dalam keadaan sehat walafiat. ... Karena mereka melayani rakyat, maka layaklah mereka mendapatkan perlindungan-Mu. Karena mereka bekerja demi kebenaran, maka dekatkanlah keselamatan kepada mereka. … Semoga gelombang segera tenang, semoga pandangan segera terbuka, semoga kedelapan saudara kita segera ditemukan dan dikembalikan ke rumah masing-masing. Kabulkanlah, Ya Tuhan… Aamiin Ya Allahu Aamin, Ya Rabbal’alamin.”
Rapat pun berakhir dalam keheningan yang penuh haru, seisi Zoom tampak menahan tangis. Seandainya saja ini terjadi di Republik Indonesia,  Agh, sudahlah…!!

Ikan Hiu Muter-muter, See you later.

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, tgl. 9  September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

=============

Tentang Koran Jokowi 4465 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan