” PEGAWAI PEMKAB LANGKAT & PEMPROV.SUMUT TIDAK BOLEH LEWAT !?”
Malam yang dingin di kaki Gunung Leuser mendadak riuh. Bukan karena suara angin atau auman harimau yang sedang berburu, melainkan karena ratusan pasang mata satwa berkumpul di sebuah hanggar rahasia. Di depan mereka, Opung Binturong berdiri sambil memegang peta wilayah Langkat Hulu yang sudah penuh dengan coretan garis merah. “Terimakasih atas kehadiran kalian , kali ini kita bahas surat masuk yang dikirim oleh masyarakati Kelurahan Pekan Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian. Jalan strategis lintas Binjai – Bukit Lawang itu seolah tidak terpelihara baik. Jalannya berubah jadi kolam pancing raksasa! Airnya keruh, lubangnya dalam, persis seperti empang lele yang telantar puluhan tahun!”
Seekor Rusa menyelak, “Tapi Opung, kata Pemkab Langkat ini akibat dari efisiensi anggaran sehingga perawatan hak publik dan pemeliharaan jalan harus dikorbankan dulu.”, semua hewan jadi riuh. Opung Binturong mantan pilot pesawat tempur tertawa terbahak-bahak, “Efisiensi anggaran gundulmu!. Kalau urusan memperbaiki jalan, mereka teriak efisiensi dan tidak ada duit sejak 2025. Tapi coba kalian lihat, apakah kutipan pajak kendaraan warga distop? Tidak! Apakah pajak bumi dan bangunan ditunda? Tidak! Pajak terus diperas tiada henti, sampai kau beli kopi dan rokok pun masih ada kena pajaknya”
Mendengar hal itu, kawanan Gajah Sumatera mulai menghentakkan kaki mereka ke tanah hingga bergetar. Harimau-harimau Leuser mulai mengasah kuku , burung burung paruh tajam mengusap paruhnya. Atmosfer di barak militer hewan itu mendadak memanas. “Ini kesalahan kolektif, satu sama lainnya saling cucitangan , ingat slogan Republik Fabeliano. Disaat Manusia bingung dan takut untuk bicara kebenaran maka hewan akan ambil alih!,Nah setelah bubar rapat ini tolong sampaikan pesan ini ke seluruh penjuru hutan: Kita akan kumpulkan ribuan hewan dari seluruh penjuru Gunung Leuser turun gunung, aksi demo menutup semua Jalan lintas mulai dari Kecamatan Salapian hingga ke wilayah Langkat Hulu. Untuk tekhnis nanti kita bicarakan di WA grup !”, semua berdiri dan tepuktangan meriah.
Kemudin Opung mulai berhitung, saat ini jalan yang rusak sekitar 6 Km, kita ambil harga kualitas tinggi aspal hotmix kualitas tertinggi kelas industri, lengkap dengan perbaikan drainase beton anti-banjir rob sekitar Rp.1,5 miliar/Km , total berarti Rp.9 miliar. “Kita akan talangi biaya itu, tidak masalah asal kontraktor dari kita selaku AHGL – ALIANSI HEWAN GUNUNG LEUSER. Uang kas kita masih ada sekitar Rp.4,2 triliun. Untuk kepentingan rakyat kita akan lakukan yang terbaik, kalau pun mereka adalah manusia. Setuju!?”, tanya Opung, semua berdiri lagi sambil berteriak, ‘Setujuuu!!”
Kemudian Opung dibantu stafnya mengedarkan pakta-integritas untuk ditandatangani semua hadirin yang isinya setuju hibah Rp.9 miliar untuk renovasi jalan. “Siap Opung, semua sudah tandatangan. Besok pagi sebelum pukul 07.00 kita semua berkumpul di hanggar, di AHGL ini ada lebih 150 spesies hewan setiap spesies membawa minimal 1.000 anggota, kosumsi mohon bawa sendiri dari rumah. Jangan seperti manusia bicara tentang rakyat, tapi mereka rapat dihotel, dapat uang jalan lagi, kacoo!“, ucap kordinator Orang Utan.
“Betul Lae, kami komunitas hewan udara siap mengerahkan lebih dari 10.000 anggota”, selak Kordinator Rajawali paruh kuning. Semua kemudian mendata jumlah yang akan aksi demo, dan,…wow… lebih dari 20.000 spesies hewan. Tiba tiba si Kermit – kordinator Katak Terbang intrupsi, “Intrupsi Opung, barusan Saya sudah telepon Opung Harimau Loreng yang dikenal sebagai kontraktor jujur dan kualitas terbaik d AHGL, dia kasih discount banyak sehingga kita hanya bayar Rp.6,8 miliar karena ini sosial”
“Alhamdulillah, puji Tuhan semakin kita yakini bahwa setiap niat baik pasti akan diberikan kemudahan oleh Tuhan YME. Setelah demo, kita akan langsung bangun jalan rusak 6 Km itu, ingat karena ini murni uang kita maka sejak besok pula saya mohon komunitas harimau, gajah, badak, babi hutan dan beruang menjaga pos dengan biak. Ingat, setelah jalan ini kita perbaiki jangan ada seorang pun pegawai Pemkab Langkat atau Pemprov. Sumut yang bisa lewat jalan itu, biar mereka lewat jalan lain. Saya juga sudah telepon Mami Duyung dari pantai agar mengerahkan anggotanya menjaga jalan itu nanti. Hingga kemudian masyarakat sekitar memutuskan lain. Ini kerja sosial , mencari amal ibadah. Setujuuu!!?”
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa, Tgl. 8 September 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment