#Republik Fabeliano, ” KEREN!, LURAH YOGYAKARTA TUNDA BAST KDMP!?”

#Republik Fabeliano,

” KEREN!, LURAH YOGYAKARTA TUNDA BAST KDMP!?”

Disudut Istana Negara Republik Fabeliano Nona Kucanreng, BOTM melepaskan lelah, dia baru saja dilantik  Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni , sebagai Utusan Presiden Khusus Hewan Tersisihkan. “Assalamualaikum ,Nona”, tiba tiba muncul Jenderal Gori — Wakil Penasihat Presiden Bidang Polhukam .’Waalaikumsalam wrwb, Kakak Jenderal  Gori”, mereka pun bersalaman hangat. 10 menit kemudian Nona mengajak Jenderal keruang-kerjanya yang hanya ukuran 2/x3 meter, tanpa AC. Hanya ada meja-kursi, peta didinding dan sebuah dispenser. Hmm, bisa kita bayangkan perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan ruang kerja para menteri, wamen dan utusan khusus di kabinet RI. ‘Agh,sudahlah.
Nona membuatkan kopi pahit panas untuk Jenderal Gori yang juga seniornya saat menjadi mahasiswa Fakultas Pariwisata Militer di Rusia tahun 2020 lalu. Wajah  Nona  tegas  maklum darah Bugis dan Acehnya  melekat,  perpaduan keanggunan dan kekuatan yang mengalir dalam darahnya. Sambil menatap peta  ia bercerita kepada Jenderal Gori, yang dikenal pendiam saat dikampus namun IPK-nya 4,00 – Cum Laude.
“Jenderal, secara biogeografi, Pulau Sulawesi dipisahkan dari wilayah Paparan Sunda — Sumatera, Jawa, Kalimantan — oleh Garis Wallace. Selat Makassar yang dalam menjadi pembatas alami yang tak terlewati. Karena itulah, leluhur kami – mamalia karnivora besar seperti kucing besar genus Panthera — harimau, macan tutul, dan sejenisnya — tidak pernah bermigrasi atau berevolusi di tanah Sulawesi. Sehingga Hutan di sana relatif aman dari pemangsa darat yang berbadan besar,kalaupun ada tambang liar dsb itu ulah manusia.”
“Ayahku adalah Macan Loreng, perantau dari hutan Aceh yang datang ke Parepare, Sulawesi Selatan sekitar seratus tahun lalu. Di sana ia bertemu ibuku — Kucing Hutan Tutul, atau yang dikenal sebagai Kucing Kuwuk — yang sudah mendiami hutan Sulawesi sejak lama. Mereka bersatu, dan dari perpaduan dua dunia itulah aku lahir.Aku anak ke-3 satu-satunya wanita dari 19 saudaraku yang laki-laki semua”
Jenderal Gori tersenyum hormat. “Luar biasa, Nona. Pantas saja Presiden memberikan jabatan Nona sebagai ‘Utusan Presiden Khusus Hewan Tersisihkan’ khususnya karena adanya Garis Wallace. Bisa ceritakan lebih luas tentang ini semua Nona?”,…“Ehehe, diedisi berikut saja kak. Kami memiliki Ayah dengan darah perantau yang berani menyebrangi garis pembatas dunia, menyatu dengan ibu kami,  putri asli tanah Sulawesi. Itu adalah keturunan yang menjunjung tinggi kebijaksanaan sekaligus keberanian.”
Tiba tiba seluler Nona berdering, rupanya Presiden Pussy yang menelepon, hampir 5 menit mereka bicara. “Baik ibu presiden, siap laksanakan, betul ibu Jenderal Gori ada bersama disini”, telepon pun ditutup. “Ada apa nona?”, “Ibu presiden sudah menyiapkan 2 tiket kereta api , satu jam lagi kita diminta berangkat ke Yogjakarta. Nanti kita bermalam dirumah salah satu Lurah disana,ibu tidak menyiapkan biaya hotel,dsb”..“Siap, apa tugas kita Nona?”
.
“Di Yogja sedang viral adanya  ratusan lurah manusia yang menunda penandatanganan serah terima aset (BAST – Berita Acara Serah Terima) KDMP – Koperasi Desa Merah Putih. Bukan karena menolak, bukan karena membangkang — melainkan karena mereka berhati-hati. Mereka takut menerima sesuatu yang belum jelas nilainya, belum diperiksa kondisinya, belum tahu siapa yang nanti menanggung beban pemeliharaannya. Para lurah bersikap sangat hati-hati karena khawatir jika langsung menandatangani penyerahan aset (seperti gedung, truk, dan perlengkapan), mereka akan memikul tanggung jawab hukum penuh secara sepihak apabila di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi atau nilai aset dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Mereka menolak sementara tanda tangan sebelum semuanya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.Ibu memberikan nomor telepon salah satu lurah, ijin Jenderal saya mau telepon dulu”, kata Nona, Jenderal Gori mengangguk. Nona pun menelpon hampir 15 menit lamanya. Setelah itu mereka bergegas ke stasiun.
Singkat ceritera, dipintu peron,seorang petugas bertanya. “Maaf ibu, dibelakang nama ibu ada gelar BOMT, itu apa bu?”, “ ..“Bachelor Of Tourism Military, gelar tertinggi perpaduan Pariwisata dan Militer dan itu hanya berlaku didunia hewan saja,mba”,…petugas mengangguk sambil mengembalikan KTP Nona dan Jenderal Gori yang tersenyum. Setibanya di rumah salah satu  Lurah,  Nona dan Jenderal Gori kaget karena telah berkumpul ratusan lurah disana, termasuk hadirnya KordNas Koranjokowi.com dan istri. Setelah istirahat sejenak. Nona pun diminta sambutan,
“Sugeng sonten dhumateng para kepala desa sedaya; salam taklim saking Bapak Presiden. Mbok menawi kula sakanca rawuh radi telat amargi ngginakaken transportasi umum—mekaten pancen cara ingkang limrah ing negari kita. Fasilitas kemewahan sanes prioritas, amargi kita sadar bilih anggaran negara punika kagunganipun rakyat. Sumangga sami nyambut damel kanthi cepet, profesional, lan jujur.Kami salut kepada para lurah Yogyakarta!selamat malam semua bapak lurah, salam hangat dari ibu presiden. Kami datang mungkin terlambat karena menggunakan transport umum seperti itulah di negara kami. Fasilitas bukan prioritas karena kami sadar uang APBN itu adalah milik rakyat. Kerja cepat, profesional dan jujur....”, tiba tiba semua hadiri berdiri dan bertepuktangan, Nona tersenyum. Jenderal Gori maju kedepan melanjutkan sambutan Nona .
“Di tanah yang dulu menjadi pusat kebijaksanaan ini, Para bapak dan ibu lurah menunjukkan satu hal yang sangat berharga. Ketegasan adalah kebenaran hati nurani, dia mengalir dalam darah dan air yang ada dalam diri kita semua. …Para bapak dan ibu lurah, kami yakini Kalian tidak menolak kesejahteraan rakyat. Kalian justru melindungi rakyat dari ketidakjelasan. Kalian tidak takut dituduh lambat — yang kalian takutkan adalah menandatangani sesuatu yang kelak menjadi bumerang bagi diri sendiri dan merugikan rakyat…..
Itulah kebijaksanaan yang diajarkan leluhur: Jangan memberi tanda persetujuan sebelum mata melihat dengan jelas, telinga mendengar dengan lengkap, dan hati merasa yakin tidak ada yang disembunyikan. Kami membenarkan hati nurani kalian, karena hati nurani diberikan Tuhan untuk kebenaran abadi dan tulus ikhlas. Dan, Atasnama Republik Fabeliano, 4 jempol untuk bapak dan ibu semua. Tetaplah  tegak seperti pohon beringin kraton Yogja yang tak mudah goyah oleh angin.Hadirin yang berpakaian serupa para prajurit Kraton Yogja kembali berdiri dan bertepuk-tangan lebih meriah dari sebelumnya. ‘Merdekaaaa …!!!
.
‘Bruukkkk…..
Nona Pingsan, Lagh.
Ikan hiu muter muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis,Tgl. 10   September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

=============

Tentang Koran Jokowi 4467 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan