Ali M, Mawardi.#Republik Fabeliano, “9 MARGA UTAMA KAB.MANDAILING NATAL?”

Ali M, Mawardi.#Republik Fabeliano,

“9 MARGA UTAMA KAB.MANDAILING NATAL?”

Gemuruh di lereng Gunung Sorik Marapi sore itu perlahan mereda. Gerimis tipis menyisakan aroma tanah basah saat Ompung Kakek MANDA dan OMPUNG Nenek DAILING menemui kami , Ali Monang dan Mawardi (Nasution Bersaudara) setelah pertemuan sebelumnya Tgl.28 Juli 2026 > https://koranjokowi.com/2026/07/28/sahabatkpk-presiden-prabowo-dengarkan-murka-katak-mandailing-kepada-pelaku-peti-di-kab-madina/
Kali ini, sorot mata sepasang Katak Wayang Mandailing Generasi ke-XI itu tidak lagi memancarkan kemarahan, melainkan keteduhan seorang guru kuno yang rindu pada cucu-cucunya. “Ketahuilah anak-cucuku,hanya Koranjokowi.com yang perduli atas adat istiadat dan budaya leluhur Tanah Mandala-Holing ini.. tanah yang dibangun atas kebersamaan 9 pilar tiang adat dan tersohor sejak zaman Dinasti Tang. Pertemuan lalu kita membahas kekhawatiran tentang maraknya Pertambangan Tanpa Izin (PETI)  di Kab.Mandailing Natal (Madina) , kami hanya berpesan hati-hati bagi siapapun yang  mengkhianati Alam dan Allah!”, kami mengangguk.
Raja Hejo dan Si Bodas (harimau putih), meminta agar rokok kami dimatikan. “Jangan dibuang dalam keadaan rokok menyala, bisa menjadi penyebab kebakaran. Kita sudah cukup bingung melihat manajemen Karhutla dinegara manusia. Lebih dari 202.000 hektar hutan dan lahan terbakar , 50 juta pohon hangus dan hampir 10 triliun serangga jadi korban sia sia, tiada sisa.Yang menyedihkan kebakaran itu ada yang disengaja manusia untuk membuka lahan sawit baru, itu yang disebut dengan khianat kepada Alam dan Allah.”,  tegas Raja Hejo sambil mengelus jenggot putihnya. Tak lama Ompung Kakek Manda pun mulai  menjabarkan tentang  9 Marga Utama Mandailing :
I. Dua Pilar Utama (Klan Penguasa Teritorial / Raja Panusunan)
    • 1. Marga LUBIS
        • Pesan Leluhur: Penjaga hulu di Mandailing Julu (seperti Kotanopan tempat kita berpijak ini). Berasal dari trah Namora Pande Bosi, mereka adalah simbol keteguhan, keahlian, dan kepemimpinan yang kokoh seperti besi tempaan.

    • 2. MARGA NASUTION
        • Pesan Leluhur: Penjaga hilir di Mandailing Godang (meliputi Panyabungan hingga batas pesisir). Lahir dari trah Si Baroar, marga ini mengemban amanah sebagai pengayom, pemersatu, dan pemilik karisma kepemimpinan yang luas laksana samudra.

II. Klaster Tiga Saudara Se-Rahim (Saparangan)
    • 3. Marga RANGKUTI
        • Pesan Leluhur: Salah satu klan paling sepuh yang memiliki kedudukan spiritual kuat. Bersama Parinduri dan Mardia, mereka merupakan satu ikatan darah yang tak boleh dipisahkan oleh ego zaman.

    • 4. Marga PARINDURI
        • Pesan Leluhur: Saudara kandung dari Rangkuti. Marga ini menyebar sebagai penyeimbang adat di wilayah perbatasan dan pedalaman Julu, membawa sifat setia dan patuh pada tatanan.

    • 5. Marga MARDIA
        • Pesan Leluhur: Bagian terkecil namun krusial dari segitiga persaudaraan Rangkuti-Parinduri. Kehadiran klan Mardia adalah bukti bahwa sekecil apa pun keturunan adat, hak ulayat dan suaranya tetap setara di dalam sidang adat Bagal Godang.

III. Pilar Penyangga Nusantara Madina (Klan Benteng Adat)
    • 6. Marga PULUNGAN
        • Pesan Leluhur: Penguasa awal kawasan Huta Bargot. Mereka adalah marga tua yang mengajarkan arti keikhlasan adat—bagaimana memberikan tongkat estafet kepemimpinan demi kedamaian bersama tanpa harus kehilangan jati diri klan.

    • 7. Marga DAULAY
        • Pesan Leluhur: Perekat hubungan kekerabatan. Karakter marga Daulay yang adaptif membuat mereka mampu masuk ke struktur Mora maupun Anak Boru di seluruh penjuru Madina, menjadi penengah saat terjadi gesekan antarklan.

    • 8. Marga MATONDANG
        • Pesan Leluhur: Memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan petualangan dan pembukaan huta-huta (kampung) baru. Watak klan Matondang adalah pekerja keras, pemberani, dan selalu rindu untuk membangun kampung halaman.

    • 9. Marga HUTASUHUT
        • Pesan Leluhur: Saudara dekat dari klan borbor yang menjaga marwah wilayah perbatasan utara Mandailing (Angkola). Mereka adalah benteng pertahanan budaya yang memastikan pengaruh luar tidak merusak murninya adat adat Dalian Na Tolu.

Ompung Nenek Dailing melompat kecil ke atas batu yang berlumut, menatap tajam ke arah kami berdua. “Hai Nasution bersaudara, Sembilan marga ini bukan sekadar nama belakang di KTP! Sembilan marga ini adalah kode etik berjalan. Jika seorang Lubis bertemu seorang Nasution, jika seorang Rangkuti bertemu seorang Daulay, demikian lainnya – mereka tidak melihat orang asing, melainkan melihat cerminan struktur adat yang saling menghormati.”
“Ingat kembali Umpasa kuno kita,” sambung Ompung Kakek Manda dengan suara berat baritonnya:
“Pantun hangoluan, teas hamatean!”, “Generasi muda yang santun pada marganya, hormat pada Mora-nya, dan menyayangi Anak Boru-nya akan diberi umur panjang dan keberkahan. Tapi mereka yang melupakan adatnya, yang merusak tanahnya dengan PETI, Judi, Korupsi dan maksiat lainnya, sesungguhnya sedang menghapus namanya sendiri dari silsilah terhormat Mandala-Holing!”
Saat terdengar lolongan anjing hutan, Kedua Ompung, Raja Hejo dan Si Bodas  pun ‘pamit’, “Lanjutkan perjuangan kami melalui pena kalian, Insyaallah menjadi amal ibadah, salam hormat kami untuk Gubernur Bobby Nasution, dan Bupati H.Saipullah Nasution.Wassalamualaikum wrwb”, ..Wusss. mereka pun menghilang. Kami menjawab bersamaan, “Waalaikumsalam wrwb”
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa, Tgl. 8  September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

==============

Tentang Koran Jokowi 4461 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan