#RepublikFabeliano: “99 PETI MATI UNTUK KORUPTOR, SATU UNTUKKU!”

#RepublikFabeliano:
“99 PETI MATI UNTUK KORUPTOR, SATU UNTUKKU!”
PULANG DARI TIBET DENGAN PARUH TERKANCING
Suasana Markas Besar Republik Fabeliano (29/8) demikian tenang, diruang tamu hanya kami bertiga; Presiden – Miss Pussy Noni  dan  Jenderal Condorante Majalayano (Bang Condor) – Jaksa Agung sekaligus Algojo Koruptor, dalam 90 hari kerjanya sejak dilantik Mei 2026 dia berhasil meringkus 700 koruptor kakap termasuk mereka yang buron ke Antartika. Dan lebih dari Rp.200 triliun yang berhasil ditarik kembali ke negara.  Burung pemakan bangkai peranakan Tibet RRT dan Majalaya, Jawa Barat ini memang sangar kalau bekerja, dan dia lbih senang naik angkot atau Vespa idola thn.1960-an miliknya sejak mahasiswa.
“Oh ya, kang. Bang Condor ini baru pulang dinas hampir 2 pekan dilapangan tanpa menggunakan APBN”, buka Ibu Presiden. Saya manggut-manggut, dari ceriteranya kemudian memang benar dia baru saja menempuh perjalanan udara yang panjang. Agenda pertamanya adalah menghadiri upacara pemakaman tokoh politik legendaris dunia, Mantan Perdana Menteri China thn.1998-2003 – Zhu Rongji, yang berpulang pada 12 Agustus 2026 lalu dalam usia 97 tahun. Dalam hidupnya dia dikenal sebagai  “Si tangan besi” ekonomi China yang juga pembenci koruptor.
Bang Condor kalaupun Jenderal wajah ganas sebetulnya dia ini penyuka lalapan dan penyuka dangdut klasik. Ayahnya pelatih kepribadian AU-nya RRT dan ibunya mojang Majalaya. Dia dilahirkan di Tibet namun besar di Argentina saat sang ayah berdinas disana tahun 1970-an lalu maka namanya Condorante Majalayano. Usai pemakaman, dia dijemput koleganya  ke wilayah perbatasan Nepal-Tibet untuk menengok sanak saudaranya di pegunungan Himalaya.
SOAL PENANGANAN BENCANA,INDONESIA BELAJAR DARI TIBET-NEPAL.
Tepat pada Rabu, 26 Agustus 2026 lalu, sebuah bencana dahsyat menghantam wilayah perbatasan tersebut. Runtuhnya gletser memicu banjir bandang dan lumpur setinggi gedung tiga lantai, menyapu perbatasan, menewaskan lebih dari 600 jiwa, dan membuat ribuan orang lainnya hilang dalam pencarian.
Bang Condor menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana pemerintah lokal di perbatasan Nepal-Tibet menangani krisis dengan tingkat profesionalisme yang membuat bulu kuduknya merinding.
“Di sana,” bisik Bang Condor saat melapor pada Presiden Miss Pussy Noni, “Para pejabatnya memilih ‘menutup mulut’. Tidak ada menteri atau siapapun yang mendadak jadi komentator dadakan. Tidak ada yang sibuk pasang baliho prihatin, atau pansos di media sosial memanfaatkan penderitaan rakyat. Semua informasi satu pintu, tertib, tenang, dan hanya pejabat terkait yang bicara atas sepengetahuan dua kepala negara. Hasilnya? Rakyat tenang, tim penyelamat fokus bekerja tanpa gangguan bising politik”.
Bang Condor menghela napas panjang, menatap tajam ke arah dokumen-dokumen penanganan perkara di Republik Fabeliano. Kontras sekali dengan kelakuan para ‘manusia birokrat’ di seberang sana yang gemar melakukan ‘komunikasi klarifikasi’ tak berujung dan berburu panggung saat bencana melanda.
WARISAN 100 PETI MATI ZHU RONGJI
Sambil merapikan jubah kejaksaannya, Bang Condor membuka arsip sejarah yang dibawanya dari Beijing: Profil Perjalanan Hidup Zhu Rongji. Bang Condor menceritakan ulang kisah hidup sang jagoan antikorupsi itu dari masa mudanya. Bagaimana Zhu Rongji pernah dicap kelompok kanan, dipecat dari partai, dan dihukum kerja paksa akibat berani mengkritik kebijakan ekonomi yang keliru di era Mao Zedong, sebelum akhirnya bangkit kembali pada tahun 1979 demi membersihkan negara dari tikus-tikus berdasi. Dan Zhu dikenal dengan  slogan mengerikan ini,
“Sediakan 100 peti mati: 99 untuk para koruptor, dan satu untuk saya sendiri jika saya mengkhianati amanah ini!”

 “Koruptor adalah musuh semua agama, musuh semua satwa!. Kita tidak butuh pejabat yang pintar bersilat lidah pasca-krisis, kita butuh eksekutor yang berani menyediakan peti mati bagi keserakahannya sendiri. Saya sedang menyusun PERPPU-nya, nanti ibu Presiden silahkan koreksi”, Presiden Miss Pussy Noni mengangguk angguk. Agh andai saja ini juga terjadi di Indonesia.
Ikan hiu muter-muter, See you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano(Seluruh karakter hewan dalam tulisan  ini adalah personifikasi satire untuk ikutserta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, Tgl. 29  Agustus 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

============
Tentang Koran Jokowi 4442 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan